Gadis Jambi Berbakat 2025, Annisa Nisrina Jauhari Dorong Pelestarian Budaya Kerinci

- Redaksi

Jumat, 9 Januari 2026 - 15:13 WIB

40261 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Annisa Nisrina Jauhari, perwakilan Kabupaten Kerinci yang meraih predikat Gadis Jambi Berbakat 2025, menegaskan pentingnya pelestarian budaya Kerinci sebagai identitas kolektif masyarakat Sakti Alam Kerinci, yang dikenal sebagai bagian dari suku Melayu tertua di Nusantara.

 

Dalam berbagai kesempatan, Annisa menyampaikan bahwa Kerinci tidak hanya kaya akan adat dan tradisi, tetapi juga memiliki warisan intelektual yang bernilai tinggi, yakni naskah-naskah kuno Kerinci yang dikenal sebagai salah satu naskah tertua di dunia. Naskah tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat Kerinci telah memiliki peradaban, sistem pengetahuan, dan tradisi literasi jauh sebelum masa kolonial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Kerinci bukan hanya soal keindahan alam dan adat istiadat, tetapi juga pusat peradaban tua yang meninggalkan jejak pengetahuan melalui naskah-naskah kuno. Ini adalah identitas yang harus kita jaga bersama,” ujar Annisa, Jum’at (09/01/2026)

 

Menurut Annisa, keberadaan naskah kuno tersebut memperkuat posisi Kerinci dalam peta sejarah kebudayaan Melayu. Oleh karena itu, generasi muda diharapkan tidak hanya bangga secara simbolik, tetapi juga aktif mempelajari, mendokumentasikan, dan mempromosikan warisan budaya Kerinci secara berkelanjutan.

 

Annisa juga mengajak generasi muda Kerinci untuk tidak terjebak dalam rasa minder terhadap budaya luar. Ia menilai identitas Sakti Alam Kerinci justru merupakan modal sosial dan kultural yang dapat diangkat ke tingkat nasional maupun internasional.

 

Sebagai Gadis Jambi Berbakat 2025, Annisa berkomitmen menjadikan platform yang dimilikinya sebagai ruang edukasi dan advokasi budaya, termasuk memperkenalkan sejarah naskah kuno Kerinci, bahasa daerah, serta nilai-nilai adat kepada publik yang lebih luas.

 

“Menjaga budaya berarti menjaga jati diri. Ketika generasi muda Kerinci bangga pada identitasnya, maka budaya Sakti Alam Kerinci akan tetap hidup dan relevan sepanjang zaman,” tutup Annisa.

Berita Terkait

Dukung Sensus Ekonomi, LAMR Kepulauan Meranti Sambut Hangat Kunjungan Kepala BPS
Perkuat Sinergi Penegakan Hukum, Lapas Kelas IIA Binjai Hadiri Pemusnahan Barang Bukti Inkracht di Kejari Binjai
APBK Aceh Singkil 2026 Akhirnya Disahkan
Pungutan Perpisahan Sekolah Bisa Jadi Pungli: Ketua Bidang Pendidikan PWMOI Pekanbaru Desi Novita: Stop Bebani Orang Tua!
Babinsa Hadir di Tengah Petani, Panen Padi di Dusun Pundingin I Makin Semangat
Terima Rekomendasi LKPJ 2025,Pemkab Langkat Fokus Perbaiki Layanan dan Tuntaskan Masalah Lahan
Pulihkan Pelayanan Pascabanjir,PT MTT Serahkan Bantuan Mobiler untuk Kelurahan Kampung Lama
KBPP Polri Sumut Surati Kapolri Untuk Perpanjangan Waktu Calon Ketua Umum Pada Munas VI

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 15:01 WIB

Bingung Soal Proses dan Biaya Balik Nama Sertipikat Orang Tua ke Anak? Simak Penjelasan Berikut*

Kamis, 23 April 2026 - 14:49 WIB

Ingin Kembangkan Usaha? Jangan Abaikan KKPR, Ini Kunci Legalitas dan Kelancaran Investasi

Kamis, 23 April 2026 - 14:42 WIB

Hunian Vertikal & Kota Satelit Digeber, Pemerintah Siapkan Puluhan Ribu Hektare Lahan

Rabu, 22 April 2026 - 16:15 WIB

Warga Lae Saga Bantah Jual Lahan Transmigrasi, Polemik Longkib Memasuki Babak Baru

Rabu, 22 April 2026 - 09:45 WIB

Kontraktor Bukan Debt Collector: Penyegelan Kantor Pemko Subulussalam Jadi Cermin Kacau Tata Kelola

Selasa, 21 April 2026 - 14:15 WIB

Mau Ikut PTSL? Ketahui Biaya Persiapannya yang Berlaku di Masing-Masing Wilayah

Selasa, 21 April 2026 - 10:59 WIB

Akhir Perjuangan Panjang, Sertipikat Tanah Mbah Tupon Kembali ke Tangan yang Berhak

Selasa, 21 April 2026 - 10:55 WIB

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Berita Terbaru