Kasus Suap Gatot Pujonugroho: Publik Sumut Tagih Janji KPK, Ada Kongkalikong di Balik Mandeknya Penyidikan?

- Redaksi

Minggu, 19 Oktober 2025 - 02:23 WIB

4099 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan, Sumut – Gelombang kekecewaan publik di Sumatera Utara kembali memuncak terkait penanganan kasus suap yang menjerat mantan Gubernur Gatot Pujonugroho. Sejumlah tokoh masyarakat mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk tidak hanya menyentuh aktor utama, tetapi juga membongkar jaringan yang diduga kuat terlibat dalam praktik korupsi sistematis tersebut.

Pertemuan yang digelar di Medan, Jumat (17/10/2025), menjadi momentum bagi para tokoh untuk mempertanyakan komitmen KPK dalam menuntaskan kasus ini secara menyeluruh. Mereka menyoroti fakta bahwa sejumlah nama yang tercantum dalam publikasi KPK berjudul “Politik dan Hukum” justru belum tersentuh proses hukum.

“Publik bertanya-tanya, kenapa hanya Gatot Pujonugroho yang dihukum? Ke mana aliran dana suap itu mengalir? Apakah ada kekuatan besar yang melindungi para aktor lain yang terlibat?” ujar Dr. Tohonan Silalahi dengan nada bertanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dokumen KPK tersebut memuat nama-nama seperti mantan Sekda Provinsi Sumatera Utara Nurdin Lubis, mantan Ka. Biro Keuangan Pemprov Sumatera Utara Baharuddin Siagian, mantan Sekretaris DPRD Sumut Randiman Tarigan, mantan Bendahara Pemprov Sumatera Utara Ahmad Fuad Lubis, pihak swasta Anwar Al Haq, serta 36 mantan anggota DPRD Sumut periode 2009 hingga 2014.

Para tokoh menduga, mandeknya penyidikan terhadap para pihak yang diduga terlibat ini menimbulkan kecurigaan adanya kongkalikong antara KPK dengan pihak-pihak tertentu. Mereka menuntut KPK untuk membuka secara transparan hasil penyidikan dan memberikan penjelasan kepada publik terkait alasan mengapa nama-nama tersebut belum dijerat.

“Kasus ini bukan hanya tentang suap, tetapi juga tentang keadilan dan kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum. Jika KPK tidak bertindak tegas, maka akan semakin meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia,” tegas Wasingtong Pane.

Hingga berita ini diturunkan, KPK belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut. Ketidakjelasan ini semakin memperkuat spekulasi adanya praktik tidak sehat di balik layar dalam penanganan kasus suap Gatot Pujonugroho.

Berita Terkait

Dukung Sensus Ekonomi, LAMR Kepulauan Meranti Sambut Hangat Kunjungan Kepala BPS
Perkuat Sinergi Penegakan Hukum, Lapas Kelas IIA Binjai Hadiri Pemusnahan Barang Bukti Inkracht di Kejari Binjai
APBK Aceh Singkil 2026 Akhirnya Disahkan
Pungutan Perpisahan Sekolah Bisa Jadi Pungli: Ketua Bidang Pendidikan PWMOI Pekanbaru Desi Novita: Stop Bebani Orang Tua!
Babinsa Hadir di Tengah Petani, Panen Padi di Dusun Pundingin I Makin Semangat
Terima Rekomendasi LKPJ 2025,Pemkab Langkat Fokus Perbaiki Layanan dan Tuntaskan Masalah Lahan
Pulihkan Pelayanan Pascabanjir,PT MTT Serahkan Bantuan Mobiler untuk Kelurahan Kampung Lama
KBPP Polri Sumut Surati Kapolri Untuk Perpanjangan Waktu Calon Ketua Umum Pada Munas VI

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 17:47 WIB

Bupati Pakpak Bharat Tinjau Jalan Nasional Strategis di Perbatasan, Dorong Solusi Cepat dari Pemerintah Pusat

Senin, 13 April 2026 - 10:04 WIB

Gelar Halalbihalal, NasDem Sumut Mulai Panaskan Mesin Menuju Pemilu 2029

Jumat, 10 April 2026 - 20:26 WIB

Semarak HBP Ke-62, Bazar Ditjenpas Sumut Diserbu Warga dan Tampilkan Karya Warga Binaan

Jumat, 10 April 2026 - 09:40 WIB

Rapat Koordinasi di Medan Bahas Penegasan Batas Wilayah Pakpak Bharat–Dairi

Rabu, 8 April 2026 - 01:38 WIB

Langkat Raih Penghargaan Nasional: Sukses Susun Peta Jalan Pembangunan Keluarga Berkualitas

Senin, 6 April 2026 - 14:57 WIB

Wamen Ossy Dukung Pengembangan Kawasan TSTH2, Tekankan Pentingnya Kepastian Tanah dan Tata Ruang

Jumat, 3 April 2026 - 00:29 WIB

PT Mandiri Ekspres Sejahtera Gadai Terancam Jerat Hukum, Nasabah Laporkan Dugaan Penipuan dan Penggelapan Kendaraan

Kamis, 2 April 2026 - 17:22 WIB

Bupati Pakpak Bharat Hadiri Rapat Pengembangan Pertanian Berbasis AI di Kawasan Danau Toba

Berita Terbaru