Keran Tersumbat Itu Terbuka Lagi: Tahun 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Musik Pakpak

REDAKSI PAKPAK BHARAT

- Redaksi

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:54 WIB

40139 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Setelah bertahun-tahun hanya mengandalkan lagu lama daur ulang, musik berbahasa Pakpak menemukan momentum kebangkitannya di tahun 2026.”

Oleh: Amrizal Ujung  

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ada kegelisahan yang lama kita rasakan namun jarang kita suarakan. 

Pakpak Bharat, Teropong Barat.com//Khasanah permusikan daerah, khususnya seni musik berbahasa Pakpak, seakan tenggelam pelan-pelan. Jika pun masih terdengar di pesta-pesta adat atau di kanal YouTube, yang berkumandang hampir selalu lagu-lagu lama yang didaur ulang dan diaransemen ulang. Melodinya mungkin baru, tapi jiwanya tetap lagu lama.

Pertanyaannya: di mana lagu-lagu baru Pakpak? Di mana para pencipta lagu baru Pakpak hari ini?

Sudah sangat langka. Bahkan nyaris vakum.

Banyak faktor yang bisa kita analisa. Mulai dari pergeseran selera pasar, gempuran industri musik nasional, hingga minimnya regenerasi. Namun ada satu faktor kunci yang paling kasat mata: matinya panggung kompetisi.

Kita merindukan era tahun 80 dan 90-an, di mana Lomba Cipta Lagu Pakpak begitu booming dan konsisten digelar. Ajang itulah yang dulu menjadi rahim, melahirkan lagu-lagu legendaris, melahirkan pencipta-pencipta hebat. Ketika panggung itu hilang, hilang pula motivasi untuk berkarya.

Titik Cerah dari Tanah Rantau

Namun tahun 2026 membawa kabar yang menyejukkan.

Di tengah keheningan itu, ada keran yang akhirnya terbuka kembali. Adalah seorang generasi muda Pakpak yang justru dari tanah seberang, dari perantauan, menunjukkan kepedulian yang serius.

Namanya Arkemo Bintang. 

Anak muda berbakat ini tidak sekadar mengeluh tentang kondisi musik Pakpak. Ia bertindak. Di tahun 2026 ini ia telah menciptakan beberapa lagu berbahasa Pakpak dengan aransemen yang sangat kekinian, segar, dan relevan dengan telinga generasi hari ini. Dari perantauan, ia justru mengingatkan kita di kampung halaman tentang betapa berharganya bahasa ibu kita sendiri.

Langkah Adinda Arkemo Bintang ini adalah langkah kecil yang monumental. Ia membuktikan bahwa untuk mencintai budaya Pakpak, kita tidak harus selalu berada di Dairi atau Pakpak Bharat. Cinta itu bisa dibawa ke mana saja, dan karya adalah bukti cinta yang paling jujur.

Momentum Kebangkitan

Apa yang dilakukan Arkemo Bintang menjadi semakin relevan karena momentumnya bertemu dengan sebuah kabar baik dari kampung halaman.

Lembaga Kebudayaan Pakpak (LKP) akan kembali menghidupkan ajang yang kita rindukan itu. Pada bulan September 2026 mendatang, Lomba Cipta Lagu Pakpak memperebutkan Piala Bupati Dairi akan kembali digelar di Gedung Djauli Manik, Sidikalang.

Ini bukan sekadar lomba. Ini adalah sinyal kebangkitan. Ini adalah panggung yang selama ini kita tunggu.

Untuk itu, apresiasi setinggi-tingginya patut kita sampaikan kepada Pengurus Besar Lembaga Kebudayaan Pakpak (PB-LKP). Keputusan untuk kembali menggelar lomba ini adalah keputusan yang menyelamatkan. Semoga ini menjadi titik balik.

Kini harapan itu ada di depan mata. Semoga dengan dibukanya keran yang tersumbat oleh Adinda Arkemo Bintang, akan muncul Arkemo-Arkemo lain di luar sana. Para pencipta senior yang kembali terpanggil jiwanya, dan para anak muda yang selama ini memendam lagu di dalam kamarnya kini berani untuk tampil.

Kita merindukan lagu-lagu Pakpak baru yang tidak hanya enak didengar, tetapi juga memberi motivasi, membangun identitas, dan menumbuhkan kebanggaan bagi setiap orang yang mengaku sebagai Suku Pakpak.

Semoga ajang di bulan September nanti sukses, ramai, dan melahirkan karya-karya emas. Dan semoga setelah ini, lomba cipta lagu Pakpak tidak lagi vakum, melainkan menjadi agenda wajib tahunan kita.

 

Selamat berkarya, Adinda Arkemo Bintang. Terima kasih telah membangunkan kita semua.// ujg-tbpb,..

Berita Terkait

Usai Diperiksa Kejati DKI, Entjik S. Djafar dan Kuseryansyah Hindari Media, AFPI Disorot
Ibu Tersangka Kasus Penganiayaan di Dairi Minta Kapolri Evaluasi Kapolres, Soroti Dugaan Ketimpangan Penanganan Perkara
TANPA PAPAN INFORMASI DAN TERKESAN TERTUTUP, PEMBANGUNAN SKALA BESAR DI SINGOJURUH DIPROTES TIM INVESTIGASI
Avanza Tabrak Belakang Truk Fuso di Tol Medan–Tebing Tinggi, Satu Penumpang Meninggal Dunia
Dukung Keberanian Ricky Anthony Kritik Bobby Nasution,PMKRI Medan: Sikap Arogan Tak Pantas Dipertontonkan
Soroti Aksi Walkout Bobby Nasution HIMMAH Sumut Dukung Keberanian Ricky Anthony
SUKARAMAI URUK: WAJAH GERBANG YANG KEHAUSAN
Truk Tronton Terguling di Jalinsum Sergai Usai Hindari Genangan Air, Sopir Luka Ringan

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 01:55 WIB

Gelar Murenbangdes RKPD 2027 ,Desa Lau Mulgap Dipuji Camat Atas Capaian PBB Over Target

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:16 WIB

Diwakili Kabag Ops, Polres Batu Bara Gelar Police Goes To School di Madrasah Yayasan Cipta Simpang Dolok

Minggu, 2 Agustus 2026 - 20:37 WIB

Tekan Angka Kecelakaan Remaja, Satlantas Polres Langkat Edukasi Pelajar SMPN 5 Stabat

Minggu, 2 Agustus 2026 - 20:20 WIB

Advokat Melayu Bersatu Dukung Ricky Anthony Mengkritik Sikap Arogan Bobby Nasution

Minggu, 2 Agustus 2026 - 20:14 WIB

Dukung Keberanian Ricky Anthony Kritik Gubernur Sumut,PERMADA : Jaga Wibawa Legislatif

Minggu, 2 Agustus 2026 - 11:34 WIB

Demi Wujudkan Generasi Emas, Dewan Pendidikan Sampang Berkunjung ke Basic English Brilliant

Minggu, 2 Agustus 2026 - 01:22 WIB

Satu Tanjak Satu Semangat, Kapolres dan LAMR Meranti Eratkan Silaturahim

Minggu, 2 Agustus 2026 - 00:29 WIB

Resmi Dilantik DPK LSM GMAS Secanggang Siap Jadi Mitra Kritis dan Benteng Keadilan Warga

Berita Terbaru