Madas Sedarah Peringati  Hari Lahir Pancasila 1 Juni, Ideologi Bangsa Penjaga dari serangan Ideologi Khilafah Terorisme.

WAKAPERWIL JATIM

- Redaksi

Senin, 1 Juni 2026 - 08:14 WIB

40108 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Surabaya, TEROPONG.COM -01 Juni 2026
Para pendiri bangsa membangun negara bernama Indonesia melalui proses yang panjang. Dimulai dari meletakkan pondasi bangsa bernama Pancasila yang akhirnya melahirkan UUD 45, ujar Ketua Umum PNIB AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal).

Kedua produk konstitusi itulah yang kini menjadi penjaga persatuan, kesatuan dan hukum yang mengatur segala sendi kehidupan bangsa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Peringatan hari lahir Pancasila 1 Juni tahun ini menjadi penegasan bahwa derasnya serangan ideologi asing namun kita masih berdiri sebagai bangsa karena masih punya ideologi Pancasila. Tanpa ideologi dasar negara Pancasila, negara sudah bubar kemarin saat diserang ideologi Wahabi khilafah Terorisme dan dari kelompok sarabpatigenah.” jelas AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal) Ketua Umum PNIB kepada awak media yang meminta pendapatanya.

Memahami Pancasila menurut Gus Wal tidak hanya menghafal kelima silanya. Namun mengamalkan satu persatu silanya sebagai pegangan berpikir, bergerak dan bertindak.

“Kalau hanya menghafal Pancasila itu kewajiban murid Sekolah Dasar. Mengamalkan dan mengejawentahkan menjadi persyaratan melanjutkan hidup di negara Indonesia. 5 sila yang menjadi satu kesatuan tidak bisa dipisahkan. Hanya berpegang sila pertama tapi mengabaikan 4 sila lainnya. Atau mau menerima sila keempat namun mengabaikan sila ketiga” lanjut Gus Wal.

Merefleksikan kembali Pancasila tahun ini menurut Gus Wal menjadi bahan introspeksi untuk kehidupan bermasyarakat berbangsa bernegara kedepannya. Krisis multidimensi yang terjadi salah satu penyebabnya karena kita meninggalkan filosofi Pancasila.

“Pelaku korupsi, arogansi, intoleransi, khilafah radikalisme terorisme sudah pasti dilakukan atas dasar ego pribadi dan kelompok. Mereka hanya hafal Pancasila, namun sesungguhnya sedang menghancurkan sendi-sendi negara. Hidup di negara Pancasila namun menggerogoti kedaulatan bangsa. Merekalah yang seharusnya diusir dari NKRI ini” imbuh Gus Wal.

Gus Wal dan PNIB menjadi satu-satunya ormas kebhinekaan lintas suku, agama dan budaya yang konsisten membumikan Pancasila, merah putih dan kebhinekaan. Tidak hanya orasi, namun berbagai aktifitas kebangsaan rutin dilakukan secara mandiri karena kesadaran, bukan pesanan.

“Dengan segala keterbatasan PNIB konsisten menggelar Ngaji Pancasila dan dialog Kebangsaan. Di saat ormas lain sibuk bertransaksi bisnis, kami dengan sukarela patungan menggelar Kirab Merah Putih. Kami tidak merasa paling Pancasilais, namun setidaknya PNIB tidak korupsi, mengintimidasi rakyat atau rebutan jabatan dan konsesi tambang” jelasnya lagi.

“Yang bisa menjaga bangsa ini bukan hanya TNI Polri, namun kita rakyat Indonesia yang peka infiltrasi ideologi asing wahabi, khilafah radikalisme terorisme menyelinap nyata di sekitar kita. Itu ancaman negara yang nyata. Pancasila Harga Mati, Merah Putih tanpa kompromi dan NKRI hebat tanpa Intoleransi, Radikalisme Khilafah Terorisme dan korupsi” Selamat hari Pancasila yang harus kita bela selamanya pungkas Gus Wal.

(Aziz)

Berita Terkait

Sambut Hari Listrik Nasional, PLN Berikan Kemudahan Tambah Daya Listrik bagi Pelanggan
Peningkatan SDM Masyarakat dan Masadepan Indonesia berada ditangan Presiden RI
Wakil Bupati Batu Bara Ajak Guru Bersatu Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Perangi Narkoba*
Wali Kota Tanjungbalai Dukung Kegiatan ANANDA BERSINAR Goes To School, Wujudkan Generasi Emas Tanjungbalai Yang Sehat, Cerdas dan Bersih Dari Narkoba
Wali Kota Tanjungbalai Hadiri Pemusnahan Bersama Barang Menjadi Milik Negara (BMMN) dan Barang Bukti Yang Berkekuatan Hukum Tetap oleh Bea dan Cukai serta Kejari Tanjungbalai
Ceria dan Edukatif! Polisi Satwa Korsabhara Polri Kenalkan K-9 dan Kuda Turangga ke Anak-Anak TK Islam Amaryllis*
KAPAL POLISI XXI-2007 DITPOLAIRUD POLDA NTB SALURKAN 1,7 TON AIR BERSIH UNTUK MASYARAKAT PESISIR SEKOTONG
Respons Cepat Kericuhan Mapolda Ketum AKPERSI Apresiasi Kapolrestabes Palembang

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:32 WIB

DPAC RANUYOSO GELAR MUSYAWARAH PENGURUS, USUNG TEMA MAJHENG DHEJEH SOLID, BERAKHLAK, DAN BERINTEGRITAS

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Tinjau Pelayanan dan Serahkan Sertipikat PTSL, Senator DPD RI Kunjungi Kantah Bitung

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Jangan Keliru! BPHTB dan PPh Bukan Kewenangan ATR/BPN dalam Peralihan Hak Tanah

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:35 WIB

Ikut PTSL, Warga Bangka Tengah Rasakan Mudahnya Urus Sertipikat Tanah

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:35 WIB

Kantah Jembrana Kobarkan Semangat Sumpah Pemuda, Dorong Generasi Muda Berintegritas

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:03 WIB

53.431 Tanah Wakaf Disertipikasi, ATR/BPN Percepat Legalitas Aset Keagamaan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Tanah Warga Tercatat sebagai Aset Negara, Bisa Dikembalikan? UU Reforma Agraria Buka Jalan Pemulihan Hak

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:37 WIB

Kajari Tulang Bawang: Kantor Kejaksaan Milik Publik, Tapi Bijak Bermedsos Jangan Potong Rekaman

Berita Terbaru

SUBULUSSALAM

Dua Pelatih Subulussalam Kawal Keshia Solin Menuju Panggung Nasional

Selasa, 27 Okt 2026 - 22:43 WIB