Pungutan Liar Secara Paksa Oleh Aparat Keamanan di Kampung Beoga Distrik Beoga Kabupaten Puncak Provinsi Papua Tengah.

NORMAN SEMBIRING

- Redaksi

Minggu, 20 Juli 2025 - 20:54 WIB

40121 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

*PUNGUTAN LIAR SECARA PAKSA OLEH APARAT KEAMANAN DI KAMPUNG BEOGA DISTRIK BEOGA KABUPATEN PUNCAK PROVINSI PAPUA TENGAH*

Papua ll teropongbarat.com

Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) Menerima laporan dari masyarakat Beoga melalui via WhatsApp bahwa Pada Hari Jumat 17 Juli 2025, pukul 11:30 WIT terjadi pungutan liar oleh aparat keamanan yang bertugas di distrik Beoga Kabupaten Puncak Provinsi Papua Tengah. Dalam sala satu Video berdurasi 01:30 detik. Dari video tersebut terlihat sala satu anggota Polisi (Mungkin Kapolsek Beoga) sedang berbicara mengenai uang yang berada diatas meja. Rupanya ia sedang mengarahkan para kepala kampung dan secara langsung mengalokasikan sejumlah uang untuk satgas TNI, anggota Koramil dan Anggota Polsek.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berikut ini kata-kata anggota polisi:
“Mungkin, Polsek Beoga menjadi berkat buat kalian. Itu saja. Bagaimana sekarang?” Dia menyarankan kelima kepala kampung yang berdiri disitu.

Lanjut polisi tersebut: bagaimana? “siap e.. silahkan, nanti ini ada rekan-rekan anggota dari satgas, dari Koramil dengan Polsek silahkan atur, yah..atur untuk keamanan punya silahkan ambil, isi didalam ini, selesai langsung bawa ke masyarakat masyarakat masing-masing. Bisa?”

Terlihat dalam video itu juga seorang kepala kampung yang menggunakan pakaian Dinas memotong suara anggota polisi dan mengatakan ” jadi begini bapa: yang bagi uang ini saya tahu, saya suda pernah, saya suda pengalaman. Saya sendiri buka di meja. Saya sendiri bagi-bagi ke masyarakat”.

Lanjut polisi tersebut sambil memotong suara: “iya..iya..itu yang betul”. Sambil memberikan jempol. “Yang lain nanti bagaimana, silahkan lanjut di lapangan oke?”

Sala satu kepala kampung yang menggunakan baju merah mengajukan keberatan kepada anggota polisi untuk membawa uang ke masyarakat: “saya minta ijin bapa saya masyarakat adat diatas jadi saya mau bawa uang ke atas”.

Namun anggota polisi tersebut memotong suara dan mengatakan: “emm..ahh nanti itu silahkan atur..ini yang disini dulu to..? Selesaikan yang disini dulu baru bawa naik toh..oke..?”

Terlihat Aparat Keamanan masuk di area sipil dalam pembagian uang bantuan tunai langsung atau BLT menggunakan aparatur negara lengkap dalam hal ini menggunakan seragam dan senjata lengkap.

Warga setempat juga menulis dalam keterangan video tersebut bahwasanya; aparat memotong uang setiap kampung Rp. 50.000.000 (lima puluh juta rupiah) di kalikan dengan seluruh kampung distrik Beoga kabupaten puncak. Jika 50 juta dikalikan dengan 9 kampung maka uang yang diperas oleh aparat kemanan adalah Rp. 450.000.000 (empat ratus lima puluh juta rupiah).

Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) menilai hal ini sebagai bentuk tindakan pemerasan atau pungutan liar yang penuh dengan intimidasi terhadap warga sipil yang memiliki hak sebagai penerima manfaat tetapi juga aparatur sipil pemerintah kampung distrik Beoga Kabupaten Puncak

Kami menduga bahwa jangan sampai hal ini menjadi bisnis rutin aparat keamanan setiap pembagian uang di distrik Beoga Kabupaten Puncak. Termasuk distrik lain di kabupaten puncak dan setiap wilayah konflik di tanah Papua.

Tindakan aparat kemanan TNI dan POLRI tersebut sangat tidak dibenarkan di mata hukum karena TNI polri dilarang untuk melakukan pemerasan atau pungutan liar dan berbisnis ilegal diluar izin undang-undang. Apalagi menggunakan aparatur negara lengkap.

Tentu dalam institusi TNI-POLRI ada dana operasional pengamanan. Pertanyaannya adalah mengapa ada pungutan liar dengan menggunakan senjata dan seragam lengkap?

Dengan demikian, YKKMP merekomendasikan beberapa hal terkait pungutan liar aparat keamanan di distrik Beoga Kabupaten Puncak provinsi Papua Tengah:

1. Kapolri Segera melakukan pemeriksaan terhadap oknum anggota polisi yang melakukan pemungutan liar dalam video tersebut.
2. Panglima TNI Segera melakukan pemeriksaan terhadap anggota TNI yang terlibat dalam pemungutan liar di distrik Beoga Kabupaten Puncak provinsi Papua Tengah.
3. Gubernur Provinsi Papua Tengah, Bupati Puncak dan DPR segera memanggil kepala distrik Beoga dan 9 kepala kampung untuk dimintai keterangan.
4. DPR kabupaten Puncak Provinsi Papua Tengah melakukan kunjungan lansung untuk investasi secara langsung kasus pungutan liar tersebut.

Dekai, 20 Juli 2025

*Theo Hesegem*
Direktur Eksekutif Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (Pembela HAM Papua)(red)

Berita Terkait

Jalin Keakraban dengan Warga, Satgas Yonif 521/DY Anjangsana di Kampung Benawa
Bupati Dogiyai Ajak Masyarakat Bersinergi Bangun Daerah
Aksi Kemanusiaan Kodam Kasuari : Berikan 26 Kaki Palsu, Gelar Operasi Bibir Sumbing dan Pengobatan Alternatif untuk Warga
Satgas Yonif 323 Buaya Putih Terus Tunjukkan Kepedulian Terhadap Masyarakat Papua
Satgas TNI Berhasil Evakuasi Jenazah Pilot Glen Malcolm Conning Dan Para Tenaga Kesehatan Dari Distrik Alama Pasca Insiden Penembakan Pilot
Habema Berbagi Kasih Disambut Gembira Warga Kago
Geruduk Kejagung, Mahasiswa Papua Minta Johanes Rettob Segerah Ditetapkan Jadi Tersangka TPPU
Pemerhati Perempuan Meminta Pihak Terkait Serius Menangani Stunting dan Gizi Buruk Di Papua Barat Daya

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 19:21 WIB

Satgas TMMD 128 Kodim Abdya Turunkan Alat Berat di Progres Buka Jalan 2,5Km

Sabtu, 25 April 2026 - 18:44 WIB

Keuchik Gunung Cut Apresiasi TMMD ke-128 Kodim 0110/Abdya

Sabtu, 25 April 2026 - 18:25 WIB

5 Rumah Warga Kurang Mampu di Abdya Direhab Satgas TMMD

Sabtu, 25 April 2026 - 17:49 WIB

Haru Warga Gunung Cut, Rumah Reyot Kini Direhab Satgas TMMD

Sabtu, 25 April 2026 - 17:05 WIB

Satgas TMMD Tanamkan Semangat NKRI kepada Pramuka di Tangan-Tangan

Sabtu, 25 April 2026 - 16:37 WIB

Perlahan Tapi Pasti, TMMD ke-128 Kodim Abdya Mulai Garap Rehab 5 Unit RTLH

Sabtu, 25 April 2026 - 15:31 WIB

Keuchik Gunung Cut Optimis TMMD 128 Buka Jalan Petani Lebih Mudah

Jumat, 24 April 2026 - 18:59 WIB

TMMD ke-128 Kodim Abdya Bangun MCK di Musala Al-Mukarramah Gunung Cut

Berita Terbaru