Rencong Kiri-Kanan Empat Pulau Tetap Melayang: Atjeh Sepanjang Masa

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Minggu, 8 Juni 2025 - 01:04 WIB

40392 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta–Tapteng–Aceh Singkil, teropongbarat.co. Empat pulau kecil di ujung barat Sumatra, selama ini tenang dibuai ombak, kini dilanda gemuruh yang bukan berasal dari laut, melainkan dari meja kekuasaan. Dalam keputusan yang terkesan dadakan tapi sangat strategis, Menteri Dalam Negeri RI resmi melempar granat administratif lewat SK Nomor: 300.2.2 – 2138 Tahun 2025, menetapkan bahwa Pulau Panjang, Mangkir Gadang, dan Mangkir Ketek—yang sudah sejak lama berada dalam wilayah Aceh—kini masuk ke pangkuan Sumatera Utara.

Aceh, tentu saja, tidak tinggal diam.
Rencong tak hanya tajam di tangan, tapi kini juga menari dalam wacana: “Ini bukan sekadar soal tanah, ini soal harga diri,” ujar seorang tokoh adat yang menolak disebut namanya karena sedang menulis puisi perang di pesisir Singkil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

SK yang Mengubah Peta, Tanpa Peta Hati

Keputusan Mendagri ini bukan tanpa sebab. Sebabnya justru sangat “jelas”:
kekayaan alam.

Diduga kuat, di bawah permukaan empat pulau ini tersimpan ladang migas dan tambang—yang katanya cukup untuk membiayai satu kementerian. Maka, secepat itu pula semangat keindonesiaan berubah menjadi rebutan legalistik. Tak ada FPIC, tak ada senyum dari masyarakat adat.

Tiba-tiba, Gubernur Sumut Bobby Nasution dan Bupati Tapteng Masinton Pasaribu sudah bersiap menancapkan prasasti.
Katanya, “hanya pulau kosong.”
Mungkin lupa, hukum adat tidak mengenal “tanah kosong”—hanya “pemerintah kosong data.”

Aceh: Menolak Dilupakan, Menolak Digeser

Teuku Rusli Hasan, ahli waris Teuku Raja Udah, menyentil balik dengan data lama yang lebih tajam dari SK baru.
Dokumen hak milik dari 1965 disodorkan sebagai tameng. “Jangankan dipakai, disewa pun tidak kami izinkan!” tegas Rusli.

Sementara itu, rakyat nelayan hanya bisa menatap ombak yang tiba-tiba menjadi saksi konflik vertikal. Mereka selama ini hidup berdampingan, antara Sibolga dan Singkil, antara jaring dan perahu, antara badai dan pasrah. Tapi kini, yang datang bukan badai, melainkan prasasti dan peta versi pusat.

Senator dan KPA: Jangan Main Api di Ladang Rencong

Senator Azhari Cage, bersama DPD dan DPR-RI, angkat suara.
Keempat pulau itu adalah milik Aceh, titik.
Sementara KPA Aceh Singkil mengancam untuk menduduki wilayah sengketa, dan tampaknya kali ini bukan sekadar ancaman.

Ketika pemerintah pusat bermain-main dengan tapal batas tanpa berdialog, yang digoyang bukan cuma peta, tapi juga rasa. Rasa dikhianati, rasa ditinggalkan, rasa dipaksa diam.

Rencong Kiri-Kanan, Empat Pulau Masih Melayang

Keputusan yang melompati adat, melangkahi sejarah, dan menafikan dokumen resmi adalah keputusan yang mengundang badai. Kini empat pulau itu melayang—di antara SK, prasasti, dan bara yang mulai menyala di hati rakyat.

Dan Aceh?
Aceh tidak pernah lupa. Bahkan jika peta berubah, sejarah tetap ditulis oleh mereka yang menolak tunduk.

“Atjeh Sepanjang Masa.”

> Catatan: Jika SK dapat menggeser pulau, jangan heran jika kelak bisa juga menggeser ingatan. Tapi hati-hati: tanah bisa dibagi, tapi luka? Tak pernah netral di atas kertas.
​
Penulis: LSM Suara Putra Ajteh
Antoni Tinendung

Berita Terkait

Stop Kaitkan Menteri Imipas Dengan Kasus Dugaan Pengurusan izin Tinggal WNA, Agus Andrianto Bersih
26 Tahun HIMLAB Raya Jakarta: Abdul Manaf Siregar Resmi Pimpin Organisasi, Bawa Semangat Baru Mahasiswa Labuhanbatu di Perantauan
Rakerwil GPA Sultra Perkuat Kaderisasi, Gerakan Sosial, Dan Kemandirian Ekonomi Pemuda Konawe Utara
Petugas Rutan Jakarta Pusat Gagalkan Upaya Penyelundupan Barang Terlarang Dduga ETOMIDATE
Aksi Unjuk Rasa Evaluasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Berlangsung Tertib, Pelajar Tidak Terlibat
PPD: Pentingnya Pemerataan Kualitas Pendidikan di Berbagai wilayah Indonesia
Prof. Dr. Sutan Nasomal Desak Pemerintah Usut Praktik Promosi Menyesatkan di Media Sosial: Iklan Hebat, Barang Diduga Tak Berkualitas!
Pengurus Pusat Aktivis Peduli Lingkungan Tolak Rencana Eksplorasi Blok Elang PT AMNT, Soroti Partisipasi Publik dan Dominasi Tenaga Kerja Luar Daerah

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 22:38 WIB

Aksi Humanis Polres Simalungun: Kapolres Turun Langsung Tenangkan 130 Warga GERMALAK, Mediasi Berujung Damai dan Massa Pulang dengan Senyuman

Selasa, 3 November 2026 - 21:40 WIB

Satresnarkoba Polresta Deli Serdang Gagalkan Penyelundupan 15 Kg Sabu Lintas‑Provins

Selasa, 3 November 2026 - 18:11 WIB

PERKUAT PEMBINAAN KEROHANIAN, WARGA BINAAN WANITA LAPAS LABUHAN RUKU IKUTI TAUSYIAH KEAGAMAAN BERSAMA KEMENAG KABUPATEN BATU BARA

Selasa, 3 November 2026 - 14:42 WIB

Sat Lantas Polres Batu Bara Gencarkan Edukasi Dan Penindakan Pelanggar Lalu Lintas Dalam Rangka OPS Patuh Toba 2026

Selasa, 3 November 2026 - 12:38 WIB

Warga dan Satgas TMMD Antusias bangun 5 Unit RTLH di Kampung Gajah

Selasa, 3 November 2026 - 09:16 WIB

Kapolres Batu Bara Pimpin Strong Point Serentak, Personel Diterjunkan ke Titik Rawan Kemacetan dan Pusat Keramaian

Selasa, 3 November 2026 - 09:09 WIB

Cegah Balap Liar, Begal dan Kejahatan Jalanan, Polres Batu Bara Gelar Patroli KRYD di Lima Wilayah

Selasa, 3 November 2026 - 06:37 WIB

Percepat Penataan Kota Kawasan Heritage Jalan Asahan, Wakil Wali Kota Tanjungbalai Bersama OPD Terkait Meninjau Langsung Lokasi dan Bertemu Para Pengusaha

Berita Terbaru