Satu Bulan Berlalu, Kasus Dugaan Malapraktik di RSUD Subulussalam Tetap Misteri, Bocah Meninggal Dunia

ANTONI TINENDUNG

- Redaksi

Rabu, 26 Maret 2025 - 11:57 WIB

40630 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subulussalam, Aceh, teropongbarat.co. Satu bulan telah berlalu sejak kematian tragis bayi A di RSUD Kota Subulussalam, namun kasus dugaan malapraktik yang menyelimuti peristiwa ini masih menggantung tanpa titik terang. Janji penyelesaian kekeluargaan dari pihak rumah sakit dan Asisten I Pemko Subulussalam terbukti hanya janji. Keluarga bayi A merasa diabaikan dan kecewa atas lambannya penanganan kasus ini.

Pada 19 Februari 2025, orang tua dari aanak membawa anaknya ke RSUD Subulussalam karena demam dan muntah. Mereka meminta perawatan inap, namun ditolak oleh dr. Arjuna Selian. Anak hanya diberi obat Paracetamol dan Hufaidon lalu dipulangkan. Lima menit kemudian, kondisi anak memburuk drastis. Meskipun kembali dibawa ke rumah sakit, nyawanya tak tertolong.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kejanggalan yang Mencurigakan

Keluarga melihat kejanggalan. Sebelum diberi obat, bayi A masih aktif bermain. Namun, setelah minum obat, kondisinya memburuk hingga meninggal. Kejadian ini menimbulkan kecurigaan atas kemungkinan adanya kelalaian medis.

 

 

Pertemuan antara keluarga korban pihak rumah sakit, pemerintah, LSM, pers, dan polisi telah dilakukan. Pihak rumah sakit berjanji menyelesaikan masalah secara kekeluargaan dan meminta keluarga untuk tidak melapor ke polisi atau menyebarkan informasi di media sosial. Namun, janji ini belum ditepati. RSUD Subulussalam dinilai tidak menunjukkan itikad baik.

Desakan Hukum dan Investigasi Independen

Didampingi Ketua DPD Lembaga Pemantau Tipikor Nusantara, Hasan Gurinci, keluarga A mendesak agar kasus ini diusut tuntas. Penjelasan dr. Arjuna Selian yang menyatakan bayi A mungkin “tersedak” obat hingga masuk paru-paru dianggap tidak memuaskan. Permintaan penyitaan obat dan otopsi diabaikan.

Pernyataan Resmi dr. Arjuna: Penanganan Sesuai Prosedur

‏

 

Dr. Arjuna Selian, melalui Direktur RSUD dr. Dewi Sartika dan Humas RSUD Nurdin, SKM., MM., menyatakan penanganan pasien di IGD sesuai prosedur. Menurutnya, bayi A dalam kondisi stabil saat observasi dan diizinkan pulang dengan obat sesuai indikasi. Tidak ada pelanggaran prosedur, tegasnya. Direktur RSUD dr. Dewi Sartika menambahkan bahwa telah dilakukan mediasi dan musyawarah, dan penyelesaian kasus diharapkan segera terlaksana.

Namun, ketidakjelasan dari pihak rumah sakit dan absennya kunjungan belasungkawa kepada keluarga semakin memperkuat kecurigaan. Hasan Gurinci berkomitmen mendampingi keluarga hingga mendapatkan keadilan dan berharap aparat penegak hukum segera bertindak. Keluarga A menuntut sanksi berat terhadap dr. Arjuna Selian, bahkan meminta pencabutan izin praktik. Kepercayaan publik terhadap RSUD Subulussalam kini diuji.
.//Anton Tin**

Berita Terkait

Puluhan Ekskavator Beroperasi di Kawasan Tambang Ilegal, Pemerintah Aceh Selatan Didesak Buka Mata
Harmonisasi Empat Rancangan Perbup, Pemkab Aceh Singkil Perkuat Kepastian Regulasi dan Pelayanan Publik
Pastikan “Rumah Kita” Bersih dari Narkoba Kalapas Lhoksukon Gelar Tes Urine Untuk Pegawai
Puluhan Ekskavator Menggaruk Emas di Lubuk Anas, Dugaan Setoran dan Beking Tambang Ilegal Kembali Mencuat
Kapolres Aceh Tenggara Hadiri Pemusnahan Barang Bukti 56 Perkara di Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara
Hj Habibatusania Ikuti Rapat Penguatan Tata Kelola Dekranasda, TP PKK dan Posyandu di Jakarta
PDAM Tirta Mountala Tertibkan Dugaan Sambungan Air Ilegal di Neuheun
Banjir Susulan Terjang Desa Kuning I, Polsek Bambel Respon Cepat Amankan Jalur Nasional

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 16:52 WIB

FAME Indonesia dan 24 Universitas Indonesia Bangun Jembatan Akademik dengan Vietnam

Selasa, 22 September 2026 - 11:52 WIB

Polres Sergai Evakuasi Anak Terlantar, Diserahkan ke Dinsos untuk Penanganan

Selasa, 22 September 2026 - 11:24 WIB

Gerak Cepat Polres Sergai, Gubuk Diduga Sarang Sabu Dibakar

Senin, 21 September 2026 - 19:49 WIB

Kapolres Sergai Hadiri Peninjauan Operasionalisasi Sekolah Rakyat Terintegrasi 1

Minggu, 20 September 2026 - 19:37 WIB

MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun) DPC Pasuruan Raya Hadir dalam Baksos Pembangunan Masjid Baitul Falah di Puspo

Minggu, 20 September 2026 - 17:05 WIB

Jembatan Modular di Desa Sihare’o III Nias Capai 64,5 Persen

Minggu, 20 September 2026 - 15:34 WIB

Satgas Pamtas Yonif 645/Gty Bersama Puskesmas Elelim Gelar Yankes Gratis Bagi Masyarakat Distrik Elelim

Minggu, 20 September 2026 - 12:36 WIB

Uroe Lahe Pidie ke-515 Digelar Meriah, Alue Pigoe Justru Dilanda Kebakaran

Berita Terbaru