LANGKAT,Teropong Barat.com— Ratusan rumah di Kecamatan Besitang dan Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat, terendam banjir akibat tingginya curah hujan yang menyebabkan Sungai Besitang meluap sejak Minggu (11/10/2026).
Berdasarkan data sementara Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Langkat, sebanyak 719 kepala keluarga (KK) terdampak luapan air tersebut.
Rincian wilayah terdampak di Kecamatan Besitang meliputi Desa Sekoci dengan ketinggian air mencapai 100–150 cm (70 KK), Desa Arasnapal 50–100 cm, serta Kelurahan Kampung Lama 10–30 cm.
Selain itu, banjir juga melanda Dusun Sejambu (220 KK), Dusun Sidodadi (240 KK), Dusun Pantai Pulau (75 KK), dan Dusun Suka Ramai (114 KK).
Hingga Senin (12/10/2026), BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Selain merendam permukiman, derasnya arus sungai akibat curah hujan tinggi juga mengikis tanah penyangga dan tembok penahan pondasi jembatan di Desa Ujung Teran, Kecamatan Salapian.
Ratusan Warga Mengungsi
Untuk menjamin keselamatan warga, petugas gabungan membuka sejumlah titik pengungsian. Di Kecamatan Besitang, empat posko didirikan di Dusun Sekoci (40 KK), Dusun Sidodadi (80 KK), Dusun Suka Ramai (120 KK), dan Dusun Sejambu (30 KK).
Selain posko resmi, sekitar 300 warga Kelurahan Kampung Lama mengungsi di Masjid Raya Besitang, sementara 70 warga Desa Sekoci bertahan di kompleks madrasah setempat.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Langkat, Ansyari, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemantauan tim di lapangan pada Senin sore, debit air di beberapa titik seperti Desa Sekoci mulai berangsur surut.
“Meski air mulai surut, pemantauan dan kesiapsiagaan personel di Posko Pusdalops tetap berjalan untuk mengantisipasi potensi banjir susulan,” ujar Ansyari.
Penyaluran Bantuan dan Layanan Kesehatan
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat melalui koordinasi Plt. Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti bersama BPBD, Dinas Sosial, serta pihak kecamatan dan desa mulai menyalurkan bantuan logistik secara bertahap.
Bantuan yang telah didistribusikan ke lokasi pengungsian mencakup bahan pangan berupa beras, mi instan, telur, dan minyak goreng. Selain itu, Dinas Sosial juga menyerahkan perlengkapan keluarga (family kit), pakaian anak dan dewasa, selimut, serta tenda darurat kepada Camat Besitang untuk segera dibagi ke warga.
Di sektor kesehatan, Puskesmas Besitang menyiagakan layanan medis 24 jam dan menerjunkan tim kesehatan secara bergerak (mobile) ke tempat-tempat pengungsian. Sebagian besar warga keluhan mengalami batuk dan pilek.
Meski demikian, pelayanan kesehatan di Desa Sekoci sempat terkendala akses jalan yang terputus akibat terendam air. Untuk sementara, tenaga bidan Pos Kesehatan Desa (Pustu) memanfaatkan persediaan obat-obatan yang ada guna memberikan pertolongan pertama kepada warga.
Pemkab Langkat memastikan sinergi lintas sektor terus dilakukan hingga kondisi lingkungan dan aksesibilitas warga berangsur pulih sepenuhnya.
Pewarta: Lufti


















































