Nagan Raya, Tim Penilai Mabes TNI Angkatan Darat menilai Kampung Pancasila Desa Rantau Selamat, Kecamatan Tadu Raya,Kabupaten Nagan Raya, Prov Aceh, dalam penilaian Kampung Pancasila tingkat nasional.
Ketua Tim Penilai Mabes TNI AD Letkol Inf Hasan Dasuki S.Sos., M.I.P. di Nagan Raya, Kamis, mengatakan Desa Rantau Selamat menjadi representasi dari 222 desa di Kabupaten Nagan Raya dalam penilaian tersebut.
“Kami melihat secara langsung bahwa Desa Rantau Selamat sudah merepresentasikan bagaimana Pancasila bisa hadir dan mengakar di wilayah desa ini,” kata Hasan.
Menurut dia, berbagai indikator Kampung Pancasila telah terlihat dan diterapkan dalam kehidupan masyarakat Desa Rantau Selamat, antara lain toleransi, kerukunan, kemajemukan, ketahanan pangan, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah.
Hasan mengapresiasi pemerintah daerah dan Pemerintah Desa Rantau Selamat yang mampu membangun kehidupan masyarakat dengan latar belakang beragam dan tetap menjunjung tinggi toleransi serta kerukunan.
Ia berharap keberhasilan Desa Rantau Selamat dapat menjadi contoh bagi desa lain untuk terus menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga ini menjadi trigger bagaimana desa-desa yang lain bisa menjadikan Desa Rantau Selamat sebagai contoh. Pancasila harus hidup di dalam keberagaman di desa. Apabila semua desa sudah seperti ini, maka Negara Kesatuan Republik Indonesia akan semakin kuat dengan Pancasila sebagai dasar negara,” ujarnya.
Dalam penilaian Kampung Pancasila tingkat nasional tersebut, sebanyak 21 desa akan dinilai. Hasil penilaian akan diumumkan setelah seluruh tahapan yang diselenggarakan TNI Angkatan Darat selesai.
Hasan mengatakan keikutsertaan Desa Rantau Selamat di tingkat nasional tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga kesempatan menunjukkan bahwa pengamalan nilai-nilai Pancasila dapat tumbuh dari kehidupan masyarakat desa.
Sementara itu, Dandim 0116/Nagan Raya yang di Wakili Kasdim 0116/ Nagan Raya Mayor Arm Ainu Rokhman mengatakan pihaknya tidak banyak melakukan pembenahan di Desa Rantau Selamat karena nilai-nilai Pancasila telah tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
“Kami sebenarnya sangat bersyukur, Desa Rantau Selamat ini tidak terlalu banyak kami poles. Pada intinya, nilai-nilai kehidupan Pancasila sudah mengakar sejak awal dan sudah ada di sini. Tinggal bagaimana kami mengemas dan menampilkan itu ke level nasional,” kata Ainu Rokhman.
Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan nilai-nilai Pancasila telah tertanam dalam kehidupan masyarakat Desa Rantau Selamat. Ia berharap keikutsertaan dalam penilaian tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga semakin memperkuat pengamalan Pancasila.
“Harapan kami tentunya dalam lomba ini bisa menjadi juara. Namun bukan saat ini saja, setelah menjadi juara, nilai-nilai Pancasila semakin meningkat dan terus diterapkan dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.
















































