BANTAENG, Teropong Barat.com, – Pimpinan Daerah Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (PD IPIM) Kabupaten Bantaeng angkatan VI Tahun 2025 mengadakan pelatihan bagi Imam Masjid.
Sebanyak 20 peserta pelatihan yang merupakan imam masjid yang tersebar di kabupaten Bantaeng.
Pelatihan dilaksanakan di Masjid An Noer Sport Center Pantai Seruni. Selasa (29/4/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua IPIM Drs. Muslimin HR mengatakan maksud dari pelatihan tersebut melakukan usaha peningkatan SDM bukan hanya sebagai Imam Masjid tapi juga menjawab kebutuhan masyarakat sehari-hari menyangkut masalah keagamaan yang semakin komplek di masyarakat.
Sehingga diharapkan Imam Masjid benar-benar berkualitas dan Imam Masjid juga harus mampu untuk dijadikan contoh di tengah-tengah masyarakat. Harus mampu memahami diri sendiri kemudian melakukan koreksi dan introspeksi diri.
Dia berpesan Imam Masjid bisa memperbaiki karakter, perilaku sehingga bisa dijadikan teladan oleh masyarakat, tidak boleh egois dan harus memahami para jamaahnya,”ujarnya.

Kepala Kementerian Agama kabupaten Bantaeng H. Muhammad Ahmad Jailani,S.Ag,.MA mengapresiasi pelatihan tersebut.
Dia menyebut pelatihan ini sebagai ajang memupuk silaturahmi antar para Imam Masjid dan sekaligus peningkatan kualitas SDM dari Imam Masjid itu sendiri.
Pihaknya akan terus mensupport setiap kegiatan yang akan dilaksanakan IPIM kabupaten Bantaeng, ucap Ahmad Jailani.
Ditempat yang sama Ketua Pimpinan Wilayah IPIM Sulawesi Selatan Dr. KH. Maskur Yusuf,.M.Ag mengaku bangga dengan kepengurusan IPIM Bantaeng yang dinilainya aktif dalam berkegiatan.
Lebih lanjut Maskur Yusuf mengatakan, seorang imam harus memiliki nilai lebih atau nilai plus yang tidak dimiliki oleh sembarang orang termasuk ustadz.
“Imam itu ustadz plus, Menjadi imam itu tidak gampang. Lebih mudah jadi penceramah daripada jadi seorang imam,” katanya.
Seorang imam harus memiiki kapasitas pribadi yang unggul dan menjaga adab Imam tidak boleh miskin doa-doa.
Selain itu, kata Maskur Yusuf imam harus bisa jadi muadzin, hafal do’a-do’a pengobatan tradisional yang sugestinya lebih daripada obat-obatan moderen dan memimpin salat-salat sunnat lainnya.
“Jadi imam wajib serba bisa,” ujarnya.

Kepala Bagian Kesra Bantaeng H. Nurdin,S.KM,.M.Kes yang hadir mewakili Bupati Bantaeng M. Fathul Fauzi Nurdin,.M.I.Kom membuka secara resmi kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Kabag Kesra menyampaikan bahwa Pelatihan ini merupakan bagian dari menyempurnakan ilmu.
Dia mengajak para pengurus IPIM untuk bersama-sama mendukung visi Bupati dan Wakil Bupati Bantaeng Bangkit, Maju, Mandiri dan Religius ini dapat direalisasikan dengan mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan seperti halnya yang dilakukan oleh Pengurus IPIM Kabupaten Bantaeng.
Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan pelatihan dengan menghadirkan narasumber Drs. H. Abd Karim Bagada,.MM (Ketua Baznas Bantaeng), Drs. Muslimin, HR,.MM (Ketua PD IPIM Kabupaten Bantaeng), H.Bahri Waru,.S.Ag (Qori Internasional) dan Dr. KH. Maskur Yusuf,.M.Ag (Ketua PW IPIM Sulsel). (Opick)

















































