Lewat Program MENTARA, Bea Cukai Aceh Dorong Lingkungan Kerja Sehat dan Produktif

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 00:42 WIB

4091 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh, 3 Oktober 2025 – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Aceh terus menunjukkan komitmen dalam mewujudkan lingkungan kerja yang sehat dan produktif dengan menghadirkan layanan konseling melalui Tim MENTARA (Mental Terjaga, Asa Terpelihara). Komitmen ini diwujudkan dalam kegiatan Sosialisasi Layanan Konseling dan Perkenalan Konselor MENTARA yang diselenggarakan pada Rabu, 1 Oktober 2025 di Learning Corner Satelite (LCS) Kanwil DJBC Aceh serta secara daring melalui kanal resmi Kementerian Keuangan.

Program MENTARA ditujukan bagi pegawai di lingkungan Kanwil Bea Cukai Aceh sebagai upaya membangun lingkungan kerja yang sehat, suportif, dan produktif. Kehadiran layanan konseling ini menjadi bagian dari strategi internal untuk mendukung kesejahteraan pegawai, sekaligus mencerminkan keseriusan institusi pemerintah dalam memberi perhatian pada isu kesehatan mental.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Bagian Umum Kanwil Bea Cukai Aceh, Rhena Desanti, menjelaskan bahwa pembentukan Tim MENTARA bertujuan menghilangkan stigma terhadap kesehatan mental sekaligus memberi dukungan nyata untuk menjaga keseimbangan diri. Menurutnya, kesehatan mental memiliki peran besar dalam menentukan kualitas kerja maupun kualitas hidup seseorang. “Melalui layanan ini, kami ingin menciptakan ruang aman untuk berbagi, mencari bantuan, dan tetap menjaga keseimbangan diri. Semangat ini juga dapat menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik,” ungkap Rhena.

Tim MENTARA sendiri resmi dibentuk pada 27 Agustus 2025. Tim ini memiliki peran beragam, mulai dari penyediaan konselor pendamping, edukasi tentang kesehatan mental, hingga kerja sama dengan akademisi Universitas Syiah Kuala untuk memberikan dukungan profesional. Langkah ini memperlihatkan bahwa isu kesehatan mental kini semakin mendapatkan perhatian serius, bahkan di lingkungan instansi pemerintah.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan mental merupakan kebutuhan yang tidak bisa diabaikan. Tekanan hidup dan pekerjaan dapat dialami siapa saja, dan mencari bantuan adalah langkah berani untuk kembali sehat dan produktif. Dengan semakin terbukanya ruang konseling dan edukasi, diharapkan lahir lingkungan yang lebih harmonis, inklusif, dan mendukung kesejahteraan bersama.

Berita Terkait

Banding Jaksa Ditolak, Warga Kampong Menang atas Sengketa Lahan dengan PT Laot Bangko
SEKDA Aceh Jebak Muallem dengan Kebijakan JKA
Inilah 75 Khatib Jumat Banda Aceh
Isu “Pengungsi Rekayasa” di Bireuen, Kapolda Aceh Turun Tangan
Oknum Mencatut Nama Ketua PWI Aceh untuk Modus Permintaan Uang, Masyarakat Diminta Waspada
Polda Aceh Gelar Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Babuttaqwa
Rehabilitasi Gedung Rawat Jalan Lama RSJ Aceh Telan Anggaran Rp4,8 Miliar, Diharapkan Tingkatkan Layanan Kesehatan
Webinar GAMIES Aceh bahas saatnya UMKM Melek Hak Kekayaan Intelektual (HKI)

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 16:55 WIB

Jelang Kenduri Bungong Kayee, Satgas TMMD Bergerak Cepat

Jumat, 24 April 2026 - 15:45 WIB

Air Mata Haru Iringi Kunjungan Satgas TMMD ke Rumah Lansia

Jumat, 24 April 2026 - 15:35 WIB

Kisah Haru di Gunung Cut, TMMD Wujudkan Impian Warga

Jumat, 24 April 2026 - 14:16 WIB

Gotong Royong TNI-Warga Rehab Rumah Lansia

Jumat, 24 April 2026 - 14:03 WIB

Program TMMD 128 Percepat Pembangunan, Rumah Lansia di Gunung Cut Jadi Prioritas

Kamis, 23 April 2026 - 18:35 WIB

Pemdes Gunung Cut Jemput Aspirasi Warga ke Posko TMMD ke-128 Kodim Abdya

Kamis, 23 April 2026 - 18:29 WIB

Satgas TMMD ke-128 Kodim Abdya Mulai Bongkar RTLH di Gunung Cut, 5 Unit Ditargetkan Direhab

Kamis, 23 April 2026 - 18:25 WIB

Air Mata Bahagia Nurhabibah, Rumahnya Direhab Satgas TMMD Kodim Abdya

Berita Terbaru