Viral LGBT Diduga di THM Paragon, DPD PWMOI Pekanbaru Bidang Pendidikan Desi Novita Dukung Aksi Tokoh Masyarakat Riau Menutup Tempat Tersebut.

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Rabu, 4 Februari 2026 - 03:03 WIB

4057 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekanbaru: Berapa hari yang lalu beredar sebuah video pesta Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) berdurasi 28 detik yang viral di media sosial, diduga terjadi di Tempat Hiburan Malam (THM) Paragon sehingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat Kota Pekanbaru.

Dampak dari video tersebut, kemarin (2/2) berbagai elemen masyarakat dan beberapa organisasi serta gabungan mahasiswa, serta tokoh beberapa masyarakat Riau menggelar aksi damai di depan THM Paragon. Selasa (3/2/2026)

Terkait hal tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesian (DPD PWMOI) Kota Pekanbaru, Bidang Pendidikan, Desi Novita, ikut mendukung aksi demonstrasi yang dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat dan juga para tokoh masyarakat Riau didepan THM Paragon Pekanbaru, karna dinilai tidak sejalan dengan norma sosial dan nilai budaya Melayu yang selama ini dijunjung tinggi di Riau.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami mengecam keras dan menolak keberadaan LGBT di bumi Melayu Lancang Kuning, serta mendorong revisi peraturan daerah (Perda) untuk pembinaan, dan juga menegaskan menolak semua propaganda LGBT dan meminta perilaku tersebut dimasukkan dalam kategori perbuatan pidana”, tegas Desi Novita.

“Apabila hal ini terus dibiarkan, maka generasi muda khususnya anak-anak pelajar akan terpengaruh ke prilaku yang menyimpang”.

Desi menegaskan agar Walikota Pekanbaru memberikan sangsi tegas, berupa pencabutan izin, kalau ini dibiarkan akan merusak generasi muda khususnya anak-anak yang masih sekolah.

Lanjutnya, Kami sangat prihatin karena dengan maraknya LGBT di kota Pekanbaru sangat bertolak belakang dengan karakter kota Pekanbaru sebagai kota Melayu yang religius, karna Provinsi Riau sebagai negeri Melayu yang kuat keislamannya,” ujar Desi Novita

“Secara aktif DPD PWMOI Pekanbaru menolak pesta LGBT yang diduga terjadi di THM Paragon Pekanbaru, dengan alasan dapat merusak moral bangsa dan masa depan umat manusia khususnya masyarakat kota Pekanbaru, serta dunia pendidikan.

Lanjutnya, maraknya LGBT di THM Pekanbaru, dapat merusak akhlak generasi muda kita, tentunya tidak selaras dengan arah pembangunan Kota Pekanbaru yang telah dicanangkan pemerintah daerah yaitu menjadikan Pekanbaru sebagai kota berbudaya, maju, dan sejahtera, ucap Desi.

Kami berharap agar THM Paragon segera ditutup secara permanen, karna telah melakukan pelanggaran norma agama selain itu telah melakukan pelanggaran Perda, karna kerap kali tutup tidak sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan oleh Pemko Pekanbaru, kata Desi Novita

Dari pantauan awak media, tampak dilokasi demo pada (2/2) kemarin yaitu mantan Gubernur Riau, Edi Natar Nasution, Tokoh Riau, Hj. Azleni Agus, Koordinator aksi Ustad Sophian, Organisasi Kemelayuan, Elemen Mahasiswa dan Masyarakat. Demo tersebut dijaga ketat oleh pihak kepolisian untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. Demo berlangsung tertib dan damai, dan Pagar THM akhirnya berhasil digembok oleh masa aksi.

(Tim)

Berita Terkait

Dukung Swasembada Pangan, Babinsa Bonto Lebang Lakukan Pemantauan Lahan Sawah
Konflik APBK Aceh Singkil, Usai Di Mediasi, Oleh Wakil Gubernur Aceh
Dekat dengan Rakyat, Babinsa Bonto Lojong Sambangi Rumah Warga dalam Kegiatan Komsos
Semangat Kebersamaan, Babinsa dan Warga Kompak Perbaiki Jalan Tani
Wujudkan Generasi Qurani, Datuk Seri Muspidauan dan Panglima Muhammad Nasir Dukung Penuh Khatam Al-Quran Zuriat Marhum Pekan
Razia Gabungan dan Tes Urine Bersama Penegak Hukum Dalam Rangka Memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-62
Lakalantas di Desa Biangkeke Merenggut Nyawa, Kasatlantas Polres Bantaeng Angkat Bicara
Halal Bihalal LMB Nusantara : Satukan Laskar Melayu Se-Riau, Bukti Melayu Bangkit Menjaga Marwah

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 21:22 WIB

Plasma Disorot, Pembagian Dinilai Tak Proporsional: Dari 8 Koperasi di SK, Hanya 3 Terima Sertifikat

Jumat, 17 April 2026 - 16:46 WIB

Warga Transmigrasi Diduga Diintimidasi, Kasus Lahan Longkib Kian Memanas

Kamis, 16 April 2026 - 21:41 WIB

Batas Jabatan Kepsek SLTA Dilanggar, Pengawasan Cabdin Subulussalam Dipertanyakan

Kamis, 16 April 2026 - 21:19 WIB

Batas Jabatan Kepsek SLTA Dilanggar, Pengawasan Cabdin Subulussalam Dipertanyakan

Kamis, 16 April 2026 - 17:41 WIB

Mediasi yang Timpang di Longkib: Dari Forum Damai ke Desakan Evaluasi Camat dan Dugaan Keterlibatan Oknum Kades

Kamis, 16 April 2026 - 03:09 WIB

Mediasi Lahan Longkib Kandas, Warga Soroti Ketidakprofesionalan Oknum Camat

Rabu, 15 April 2026 - 17:47 WIB

Bupati Pakpak Bharat Tinjau Jalan Nasional Strategis di Perbatasan, Dorong Solusi Cepat dari Pemerintah Pusat

Selasa, 14 April 2026 - 14:46 WIB

Hak Angket nyeleneh”Dan Bayang Bayang jual Beli Pokir,Fungsi DPRK Dipertanyakan,Dari Pengawasan Ke Alat Ukur Politik

Berita Terbaru