PERGANTIAN PERADABAN DI INDONESIA, KENISCAYAAN SEJARAH

KAPERWIL JAWA TIMUR

- Redaksi

Selasa, 10 Maret 2026 - 09:34 WIB

4036 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

( Teropongbarat.con ) Pergantian peradaban merupakan realitas yang selalu mewarnai perjalanan umat manusia. Tidak ada satu pun peradaban yang abadi. Peradaban lahir, tumbuh, mencapai puncak kejayaan, kemudian melemah dan akhirnya digantikan oleh peradaban lain. Nusantara (yang kini dikenal sebagai Indonesia) juga tidak terlepas dari dinamika sejarah tersebut.

Sebelum datangnya pengaruh peradaban besar dari luar, masyarakat Nusantara telah mengenal sistem kepercayaan lokal yang oleh sebagian peneliti disebut sebagai Kapitayan. Sistem kepercayaan ini dipandang sebagai bentuk spiritualitas awal masyarakat Nusantara yang menekankan konsep ketuhanan yang transenden.

Memasuki awal milenium pertama, Nusantara mengalami perubahan besar dengan hadirnya pengaruh peradaban Hindu-Buddha dari India. Berdirilah berbagai kerajaan bercorak Hindu-Buddha seperti Kutai, Sriwijaya hingga Majapahit. Peradaban ini bertahan selama berabad-abad dan meninggalkan jejak yang kuat dalam seni, budaya dan struktur sosial masyarakat Nusantara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun sejarah kembali bergerak. Sejak sekitar abad ke-13, Islam berkembang pesat di Nusantara melalui jalur perdagangan, dakwah para ulama serta jaringan intelektual dunia Islam. Berdirilah berbagai kesultanan Islam seperti Samudera Pasai, Demak, Aceh, Banten, Ternate dan lainnya.

Kesultanan-kesultanan tersebut tidak berdiri sendiri. Mereka merupakan bagian dari jaringan peradaban Islam global yang saat itu dipimpin oleh Khilafah Islam yang berpusat di Turki Utsmani. Dengan kata lain, Nusantara pernah menjadi bagian dari peradaban Islam dunia yang luas dan berpengaruh.

Perubahan kembali terjadi ketika kekuatan kolonial Eropa datang. Belanda melalui pemerintahan Hindia Belanda secara bertahap menaklukkan dan menghapus kedaulatan kesultanan-kesultanan Islam di Nusantara. Penjajahan militer ini berlangsung selama ratusan tahun dan menggantikan peradaban Islam dengan sistem kolonial yang melayani kepentingan imperium Barat.

Setelah kemerdekaan, Indonesia memasuki fase baru yang banyak dipengaruhi oleh sistem sekuler kapitalistis. Sistem ini memisahkan agama dari kehidupan publik serta menjadikan kepentingan ekonomi dan kekuatan modal sebagai penentu utama arah kebijakan negara. Dalam praktiknya, sistem tersebut juga sangat dipengaruhi oleh kekuatan global, terutama negara-negara Barat seperti Amerika Serikat.

Jika menilik perjalanan sejarah tersebut, tampak jelas bahwa pergantian peradaban merupakan sunnatullah dalam sejarah manusia yang tidak mungkin dihindari. Peradaban datang dan pergi silih berganti. Tidak ada satu pun peradaban yang mampu bertahan selamanya.

Meskipun para pengusungnya menyatakan “Sudah finah!” ataupun “Harga mati!”, ketika sebuah peradaban melemah dan kehilangan fondasi yang menopangnya, maka peradaban lain akan bangkit menggantikannya dan mengambil peran dalam memimpin dunia.

Dalam perspektif Islam, perubahan fase kekuasaan ini bahkan telah dikabarkan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadits panjang riwayat Imam Ahmad:

“… Kemudian akan kembali khilafah di atas manhaj kenabian (Tsumma takūnu khilāfatan ‘alā minhājin nubuwwah).”

Hadits tersebut memberikan kabar, setelah berbagai fase kekuasaan dalam sejarah umat manusia, khilafah yang mengikuti metode kenabian akan kembali tegak. Dengan kata lain, kebangkitan kembali peradaban Islam bukan sekadar harapan, melainkan bagian dari kabar yang telah disampaikan oleh Rasulullah SAW.

Adapun di mana pusat kebangkitan itu akan terjadi tentu merupakan bagian dari takdir Allah SWT. Namun melihat berbagai faktor yang ada (terutama jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia serta sejarah panjang kesultanan Islamnya) Nusantara memiliki potensi besar untuk menjadi bagian penting dari kebangkitan tersebut.

Bahkan bukan mustahil kelak wilayah ini memainkan peran strategis dalam lahirnya kembali peradaban Islam yang memimpin dunia. Sebab sejarah telah membuktikan bahwa Nusantara pernah menjadi bagian dari jaringan besar peradaban Islam. Yang wajib diikhtiari, Muslimin Indonesia senantiasai memantaskan diri untuk mendapatkan pertolongan-Nya

Suatu keniscayaan, suatu saat nanti peradaban sekuler kapitalistis yang hari ini mendominasi dunia akan melemah dan digantikan oleh peradaban Islam yang kembali tegak di atas manhaj kenabian, sebuah peradaban yang menjadikan wahyu sebagai sumber hukum, keadilan sebagai asas pemerintahan dan rahmat bagi seluruh manusia sebagai tujuan utamanya. Tidak menutup kemungkinan, Indonesia jadi ibu kotanya.

Redaksi//

Teropongbarat.com

Investigasi 

Berita Terkait

Polres Binjai Tangkap Tiga Terduga Pengedar Narkoba,Barang Bukti Sabu dan Ekstasi Disita
Sat Lantas Polres Pematangsiantar Sosialisasi Pencegahan Laka Lantas di Gereja GKPB  
Tersangka Pembacokan Anggota Ormas Diduga Dilepas, Ketua GM Pujakesuma Batu Bara Angkat Bicara: Hukum Harus Tegak Lurus
Polres Langkat Tangkap Pria 49 Tahun Bersama 100 Butir Ekstasi di Tanjung Pura
Kemenimipas Salurkan Bantuan Donasi Jajaran untuk Terdampak Gempa Flores, Dirjenpas Tinjau Kerusakan Rutan Ruteng
Respon Laporan Warga,Satresnarkoba Polres Langkat Musnahkan Gubug yang Diduga Tempat Narkoba
Kemenimipas Salurkan Bantuan Donasi Jajaran untuk Terdampak Gempa Flores, Dirjenpas Tinjau Kerusakan Rutan Ruteng
Fenomena Desil Bansos: Tokoh Teluk Aru Soroti Ketidaksesuaian Data dan Fakta di Lapangan

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 10:07 WIB

Malam puncak peringatan HUT RI ke 81 dusun grenjengan desa Wates winangun kecamatan Sambeng begitu meriah 

Sabtu, 5 September 2026 - 08:40 WIB

Kecmatan grati kabupaten Pasuruan ada yang mau jadi penipu atas nama on

Sabtu, 5 September 2026 - 08:27 WIB

Babinsa Koramil 05 DM Laksanakan Komsos di Desa Blang Baro

Sabtu, 5 September 2026 - 08:23 WIB

Jaga Hubungan Baik, Babinsa Koramil 04 Beutong Laksanakan Komsos Dengan Warga Binaan 

Sabtu, 5 September 2026 - 08:20 WIB

Babinsa Koramil 03 Senagan Timur Hadiri Kegiatan Musrenbang Di Desa Binaan 

Sabtu, 5 September 2026 - 08:16 WIB

Babinsa Koramil 01/Kuala Bantu Petani Rawat Tanaman Sayur, Dorong Ketahanan Pangan Desa

Jumat, 4 September 2026 - 20:21 WIB

‎Terbukti Menipu Pencari Kerja! Oknum Dede Kasma di PT ZMIK Deltamas Cikarang Buat Rekrutmen Palsu, Anton Fahyudi Terlantar Jauh dan Siap Lapor Polisi

Jumat, 4 September 2026 - 14:51 WIB

Bonto Salluang Jadi Kampung Pancasila 2026, Bupati Bantaeng Apresiasi Sinergi TNI dan Pemerintah

Berita Terbaru