Perkuat Ketahanan Pangan Mahasiswa Umuslim Manfaatkan Material Tanah Sedimen untuk Budidaya Padi dan Hortikultura Dalam Polibag

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Jumat, 13 Maret 2026 - 03:08 WIB

40206 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIREUEN | Dalam upaya pemulihan ketahanan pangan pascabencana banjir, mahasiswa Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan melalui program mahasiswa berdampak 2026, melakukan pengabdian program pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian di Desa Cot Ara, Kabupaten Bireuen.

Dalam proses tersebut mahasiswa membantu pulihkan ketahanan pangan warga terdampak banjir desa Cot Ara melalui budidaya padi dan hortikultura dalam polibag dengan memanfaatkan material tanah sedimen banjir.

Menurut ketua tim pengabdian Prof. Dr. Halus Satriawan, S.P., M.Si, kelompok mahasiswa universitas almuslim yang terlibat sebanyak 50 mahasiswa terdiri dari 4 program studi yaitu Agroteknologi, Agribisnis, Kehutanan dan Ilmu Lingkungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan tersebut merupakan program nasional didanai Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, untuk mendorong mahasiswa terlibat langsung dalam upaya pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak bencana melalui pemberdayaan masyarakat dalam pemulihan dampak bencana di Sumatra Jelas Prof Halus Satriawan.

Untuk mendukung berjalannya proses pengabdian di lapangan mahasiswa didampingi tiga dosen pembimbing, Prof. Dr. Halus Satriawan, S.P., M.Si, Naya Desparita, S.P., M.Si dan Khairunnisak, S.Pd, M.Pd.

Kelompok mereka juga bermitra dengan kelompok Tani Tamita Beuna dan tim penggerak PKK Gampong Cot Ara, jelas Halus Satriawan.

“Kegiatan bertujuan membantu masyarakat memperkuat ketahanan pangan keluarga setelah banjir yang melanda wilayah ini. Kami mencoba menghadirkan solusi sederhana yang bisa langsung diterapkan oleh masyarakat,” kata Desta di sela kegiatan di Desa Cot Ara.

Adapun sejumlah kegiatan yang dilaksanakan pada pengabdian tersebut dimulai dari pembangunan sarana air, penyemaian benih, budidaya tanaman pangan dan hortikultura, produksi pupuk organik dan pemasaran hasil.

Program dimulai dengan koordinasi bersama perangkat desa dan kelompok masyarakat, kemudian dilanjutkan dengan pembangunan sumur bor sebagai sumber air untuk mendukung kegiatan pertanian dan kebutuhan warga.


Setelah sarana air tersedia, mahasiswa bersama masyarakat mengembangkan kegiatan budidaya tanaman hortikultura seperti cabai, terong, tomat, pakcoy, dan padi gogo melalui penyemaian dan penyiapan media tanam yang bersumber dari tanah sedimen banjir yang menutupi persawahan warga.

Selain itu, mahasiswa juga memperkenalkan teknologi sederhana pembuatan pupuk cair organik dari bonggol pisang yang difermentasi.

Pupuk tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan kesuburan tanaman sekaligus dibagikan kepada masyarakat.

“Kami ingin masyarakat dapat memanfaatkan bahan yang mudah ditemukan di sekitar untuk meningkatkan produktivitas pertanian secara ramah lingkungan,” ujar Desta dan Raja selaku koordinator mahasiswa.

Tidak hanya fokus pada pertanian, mahasiswa juga turut membantu perangkat desa melakukan pendataan warga terdampak banjir, sehingga proses penyaluran bantuan dapat berjalan lebih efektif.

Rektor universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan Dr.Marwan,MPd menyambut baik program yang dilaksankan mahasiswa dan dosen di desa Cot Ara, kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari peran perguruan tinggi dalam membantu masyarakat menghadapi dampak bencana, ujar Marwan.

Menurut Dr.Marwan,MPd “Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini kita harapkan mahasiswa dapat belajar langsung di lapangan tentang kondisi kemasyarakat pascabencana dan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pemulihan masyarakat,” harpnya.

Ia menambahkan, keterlibatan mahasiswa dalam program pemberdayaan masyarakat sangat penting karena mereka dapat menjadi agen perubahan yang menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan bagi masyarakat.

Program pemberdayaan ini mendapat respons positif dari masyarakat setempat. Selain menerima bantuan bibit tanaman, warga juga memperoleh pengetahuan baru mengenai teknik budidaya tanaman dan pemanfaatan pupuk organik.

Dengan adanya kegiatan program penguatan ketahanan pangan pascabencana banjir bandang melalui budidaya padi dan hortikultura dalam polibag berbasis material tanah sedimen, masyarakat desa Cot Ara diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan keluarga serta mengembangkan kegiatan pertanian secara mandiri dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Kepala LPPM UNIKI Pimpin Tim Ahli Pembangunan Sekolah Rakyat Pidie Jaya
Kapolres Bireuen Hadiri Wisuda Sarjana dan Magister Angkatan XXXVIII Universitas Islam Aceh
Kapolres Bireuen Turun ke Jalan, Atur Lalu Lintas Umbau Pengendara Tertib Utamakan Keselamatan
Kapolres Bireuen Ajak Pelajar Jauhi Bullying, Narkoba, Judol, dan Pinjol
Dua Mahasiswa UNIKI Raih Juara di MTQMN UNP 2026
Kapolres Bireuen Pimpin Latihan Dalmas, Tingkatkan Profesionalisme Personel Hadapi Gangguan Kamtibmas
Kapolres Bireuen Gelar Subuh Keliling, Ajak Masyarakat Cegah Narkoba, Bullying dan Hindari Judol
Dua prodi di Umuslim Lolos Hibah PP-PTS Kemendiktisaintek Skema B

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 01:16 WIB

Dari 52 Napi Kabur Maret 2025 Tersisa 6 Orang, Satu yang Baru Ditangkap Tewas, Kalapas: Kami Sudah Bawa Ambulans

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Jalan Nasional Berubah Jadi Sungai, Truk BBM Tertahan: Ironi Infrastruktur di Aceh Tenggara

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 04:18 WIB

Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pusat Kirim Alat Berat Rusak, Bupati Aceh Tenggara: Kami Sangat Kecewa dengan Vendor Pusat

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Video 4,6 Ribu Penonton Bongkar Borok Banjir Abadi Desa Kuning 1, Warga Aceh Tenggara Pilih Mengadu ke Gubernur Jawa Barat

Minggu, 25 Oktober 2026 - 00:49 WIB

Ada Apa dengan Asesmen Medis Lapas Kutacane, Buron dengan Riwayat Paru-Paru dan Lambung Dibiarkan Hingga Tewas Setelah Ditangkap

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:35 WIB

Banjir Susulan Rendam Desa Kuning I, Warga Aceh Tenggara Tagih Solusi Nyata Pemerintah

Berita Terbaru

SUBULUSSALAM

Dua Pelatih Subulussalam Kawal Keshia Solin Menuju Panggung Nasional

Selasa, 27 Okt 2026 - 22:43 WIB