BANTAENG, Teropong Barat.com, – Babinsa Desa Bonto Jai, Koramil 1410-01/Bissappu, Kodim 1410/Bantaeng, Pelda Andi Zulkalfian melaksanakan kegiatan pendampingan Hanpangan kepada warga binaannya dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional dan percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) di wilayah Desa Bonto Jai, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng. Minggu (31/05/2026)
Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan memantau secara langsung proses pengolahan tanah untuk pembibitan benih padi di area persawahan kelompok tani Desa Bonto Jai. Lahan yang diolah memiliki luas sekitar 1 hektare dan merupakan milik salah seorang petani setempat, yaitu Sdr. Saleh.
Dalam kegiatan tersebut, Pelda Andi Zulkalfian memberikan pendampingan sekaligus memastikan proses pengolahan lahan berjalan dengan baik. Kehadiran Babinsa di tengah-tengah petani merupakan bentuk kepedulian TNI AD dalam mendukung sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama ketahanan pangan daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pendampingan Hanpangan yang dilakukan Babinsa bertujuan untuk mendukung dan memantau secara langsung aktivitas pertanian masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana komunikasi yang efektif antara aparat kewilayahan dengan para petani guna mengetahui berbagai kendala yang dihadapi di lapangan.
Melalui kegiatan tersebut, Babinsa berharap dapat membantu meningkatkan produksi pangan lokal, khususnya komoditas padi yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Dengan pengolahan lahan dan pembibitan yang dilakukan secara optimal, diharapkan hasil panen yang diperoleh petani nantinya dapat meningkat.
Selain mendorong peningkatan produksi pertanian, pendampingan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui penerapan metode pertanian yang tepat dan efektif. Babinsa terus memberikan motivasi kepada para petani agar tetap semangat dalam mengelola lahan pertaniannya demi keberhasilan musim tanam yang sedang berlangsung.
Babinsa juga memastikan bahwa penggunaan teknologi dan metode pertanian yang diterapkan sesuai dengan anjuran penyuluh pertanian, sehingga dapat mendukung produktivitas lahan dan menghasilkan bibit padi yang berkualitas. Sinergi antara petani, penyuluh, dan aparat kewilayahan menjadi faktor penting dalam mewujudkan swasembada pangan.
Kegiatan pendampingan Hanpangan selesai dilaksanakan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat diharapkan dapat terus memberikan manfaat serta menjadi motivasi bagi para petani dalam meningkatkan hasil pertanian demi mendukung ketahanan pangan nasional. (Rehan)

















































