ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
LANGKAT,Teropong Barat.com — Guna memperkuat ketahanan energi nasional dan menambah pasokan gas di Sumatera Utara, EMP Gebang Limited resmi memulai kegiatan pemboran Sumur Pengembangan Lapangan Secanggang (SCGD-02) di Desa Bubun, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Seremoni tajak sumur (spud-in) dilaksanakan pada Rabu (12/8/2026) dengan dihadiri perwakilan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas), SKK Migas, Pemerintah Kabupaten Langkat, kepolisian setempat, serta tokoh masyarakat desa setempat.
Pengembangan Lapangan Secanggang diproyeksikan memiliki potensi produksi gas sebesar 40 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) dari dua sumur pemboran, yakni SCGD-02 dan SCGD-01.
General Manager EMP Gebang Limited, Fuminori Kaneko, menjelaskan bahwa pemboran dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada 15 Agustus 2026 setelah melalui serangkaian kajian teknis, perizinan, dan koordinasi dengan berbagai pihak.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Kementerian ESDM, SKK Migas, Pemprov Sumut, Pemkab Langkat, Forkopimda, serta masyarakat setempat yang terus memberikan dukungan bagi kelancaran operasi perusahaan,” ujar Fuminori.
Sementara itu, Vice President of Overseas Business Division JAPEX, Satoshi Kanno, menyebutkan hasil produksi gas alam dari Lapangan Secanggang nantinya akan dialirkan melalui jaringan pipa yang sudah ada di Sumatera Utara. Gas tersebut dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan PLN, Perusahaan Gas Negara (PGN), serta industri pupuk lokal.
“Kami berharap pasokan gas ini dapat mendukung pertumbuhan industri lokal serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Satoshi.
Investasi dan Kebangkitan Blok Gebang
Wakil Direktur Utama PT Energi Mega Persada Tbk, Edoardus Ardianto, menilai langkah eksplorasi dan eksploitasi ini merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga ketahanan energi nasional sekaligus memicu pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala SKK Migas Sumbagut, Sebastian Julius, menambahkan bahwa pemboran sumur SCGD-02 menjadi langkah strategis untuk mengejar target produksi dan lifting minyak dan gas bumi nasional.
Dari sisi regulator, Ditjen Migas Kementerian ESDM melalui Subkoordinator Keselamatan Pekerja Hulu Migas, Jungjungan Mulia, mengapresiasi langkah EMP dan JAPEX dalam mengaktifkan kembali aktivitas produksi di Blok Gebang.
“Lapangan Arbei terakhir berproduksi pada tahun 2014. Praktis setelah itu belum ada kegiatan produksi di Blok Gebang.
Kami mengapresiasi komitmen ini dan mengingatkan agar aspek keselamatan (safety) pekerja, instalasi, dan lingkungan tetap menjadi prioritas utama,” tegas Jungjungan.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Langkat. Membacakan sambutan Plt. Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti, Asisten II Setdakab Langkat, Hermansyah, berharap proyek ini membawa dampak positif bagi investasi dan kesejahteraan warga Langkat.
“Semoga momentum tajak sumur ini menjadi awal tumbuh berkembangnya investasi, masyarakat semakin sejahtera, dan lingkungan tetap terjaga,” ujarnya.
Dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut, perusahaan juga menggelar doa bersama, pemotongan hewan kurban, santunan untuk anak yatim, serta prosesi adat tepung tawar bersama masyarakat sekitar wilayah operasi.
(Redaksi)














































