ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
LANGKAT,Teropong Barat.com – Musibah kebakaran menimpa kediaman Indra Ginting di Dusun IV Batu Guru B, Desa Panco Warno, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat, pada Sabtu (1/6/2026) dini hari. Kejadian ini menggugah empati Pimpinan DPRD Sumatera Utara, Ricky Anthony, untuk menyambangi korban dan memberikan bantuan secara langsung.
Peristiwa nahas tersebut diketahui legislator yang akrab disapa RA ini melalui laporan timnya di lapangan. Menanggapi informasi tersebut, RA didampingi timnya segera bergerak menuju lokasi kejadian pada Sabtu (6/6/2026) pagi untuk melihat kondisi rumah korban yang telah rata dengan tanah.
Dalam kunjungannya, selain menyerahkan bantuan berupa kebutuhan pokok dan tali asih, RA juga memberikan dukungan moril kepada keluarga Indra Ginting. Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban ekonomi keluarga yang kehilangan tempat tinggal.
“Begitu mendengar kabar musibah ini, saya dan tim segera bergerak. Kehadiran kami di sini sebagai bentuk kepedulian untuk meringankan beban keluarga, sekaligus memberikan semangat agar korban dapat bangkit kembali pasca musibah ini,” ujar RA saat meninjau lokasi.
Ia menambahkan, aksi sosial ini merupakan komitmen berkelanjutan yang diusung Partai NasDem untuk selalu hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang sedang tertimpa bencana.
Menanggapi kehadiran tersebut, Indra Ginting beserta keluarga menyampaikan apresiasi yang mendalam. Ia mengaku bantuan yang diberikan sangat berarti bagi keluarganya saat ini.
“Terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Kehadiran Bapak Ricky di tengah kesulitan kami saat ini sangat berarti, dan ini menjadi penyemangat baru bagi keluarga kami,” ungkap Indra dengan nada haru.
Berdasarkan keterangan di lapangan, peristiwa kebakaran tersebut diduga dipicu oleh korsleting arus listrik. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, akibat kobaran api yang menghanguskan seluruh bangunan, kerugian materiil yang dialami korban diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Pewarta:Lufti


















































