BANTAENG – Komitmen dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan terus ditunjukkan oleh Kodim 1410/Bantaeng. Komandan Kodim (Dandim) 1410/Bantaeng, Letkol Arh M. Husni Hidayat Muchlis, S.E., meninjau langsung rencana lokasi pembangunan jembatan beton dan jembatan gantung di dua titik strategis di Kabupaten Bantaeng. Senin (08/06/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya TNI AD dalam mendukung program pembangunan nasional yang berorientasi pada peningkatan konektivitas wilayah, khususnya di daerah yang masih menghadapi keterbatasan akses akibat kondisi geografis.
Dalam peninjauan tersebut, Dandim 1410/Bantaeng didampingi oleh Danramil 1410-02/Eremerasa, Dansubdenzibang Bantaeng, serta personel Staf Teritorial Kodim 1410/Bantaeng. Tim meninjau dua lokasi yang direncanakan menjadi titik pembangunan infrastruktur penghubung yang dinilai sangat dibutuhkan masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lokasi pertama berada di Kampung Pa’bentengan, Dusun Libboa, Desa Pa’bumbungan, tepatnya di aliran Sungai Dapacceka. Di lokasi ini direncanakan pembangunan jembatan beton yang akan menghubungkan Dusun Pa’jukukang, Desa Kampala, Kecamatan Eremerasa, dengan wilayah sekitarnya. Keberadaan jembatan tersebut diharapkan mampu mempermudah mobilitas warga sekaligus mempercepat akses pelayanan dan distribusi hasil pertanian.


Sementara itu, lokasi kedua yang ditinjau berada di Dusun Turungang Tangkulu, Desa Bontomaccini, Kecamatan Sinoa. Di wilayah ini akan dibangun jembatan gantung yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari dan meningkatkan keselamatan saat melintasi sungai.
Di sela kegiatan, Dandim 1410/Bantaeng Letkol Arh M. Husni Hidayat Muchlis menegaskan bahwa pembangunan jembatan merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat pedesaan.
“Keberadaan jembatan beton dan jembatan gantung nantinya diharapkan mampu memberikan kemudahan akses bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk bagi anak-anak yang berangkat ke sekolah, petani yang mengangkut hasil panennya, maupun warga yang membutuhkan akses pelayanan dasar. Infrastruktur yang memadai akan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Peninjauan lapangan ini juga menjadi wujud sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan instansi teknis terkait dalam memastikan bahwa lokasi yang dipilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta memenuhi aspek kelayakan teknis sebelum pembangunan dilaksanakan.
Program pembangunan jembatan beton dan jembatan gantung tersebut merupakan program prioritas Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang menitikberatkan pada penguatan konektivitas wilayah terpencil dan terisolasi.
Program ini bertujuan membuka akses pendidikan bagi anak-anak sekolah, mendukung mobilitas masyarakat, serta memperlancar jalur distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi warga tanpa harus menghadapi risiko menyeberangi sungai yang berbahaya. (Rehan)


















































