Bulan Bung Karno: I Made Cahyana Negara Wariskan Semangat Proklamasi, Tegaskan Pengabdian Tanpa Batas untuk Rakyat Banyuwangi  

KAPERWIL JAWA TIMUR

- Redaksi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 05:35 WIB

4023 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI // Menyambut peringatan Bulan Bung Karno, momen bersejarah bagi bangsa Indonesia, I Made Cahyana Negara, S.E. — Ketua Dewan Kehormatan sekaligus Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi dari DPC PDI Perjuangan — menyampaikan pernyataan politik yang tegas dan berakar kuat dari pemikiran besar Proklamator Ir. Soekarno.

Dalam pesan yang disampaikan melalui pamflet resmi bertema merah semangat, I Made Cahyana Negara menegaskan bahwa semangat Bung Karno bukan sekadar kenangan sejarah, melainkan kompas arah perjuangan masa kini.

“Mewarisi Semangat Proklamasi, Mengabdi untuk Rakyat dan Nusa Bangsa”, menjadi landasan utama yang ia pegang sebagai amanah politik dan tugas negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai pemimpin lembaga legislatif sekaligus penjaga etika dan kehormatan partai di tingkat daerah, I Made Cahyana Negara menekankan kembali ajaran pokok Bung Karno: Bahwa politik adalah pengabdian, bukan ladang kepentingan pribadi atau golongan.

“Bung Karno pernah mengajarkan: ‘Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.’ Di Banyuwangi, semangat ini harus kita nyatakan dalam tindakan nyata,” ujarnya.

Menurutnya, amanah yang diemban sebagai Ketua DPRD dan Ketua Dewan Kehormatan DPC PDIP Banyuwangi adalah bukti kesetiaan terhadap Tritunggal Marhaenisme: Nasionalisme, Internasionalisme, dan Demokrasi Terpimpin yang berkeadilan sosial.

“Bagi kami di PDI Perjuangan, Banyuwangi bukan sekadar wilayah administrasi, melainkan bagian tak terpisahkan dari tubuh Indonesia yang merdeka. Kita tidak boleh membiarkan kesenjangan tumbuh di tanah yang subur ini. Seperti kata Bung Karno: ‘Negara yang besar adalah negara yang menghormati rakyatnya.’ Maka, setiap kebijakan, setiap keputusan di DPRD harus berpijak pada kepentingan rakyat kecil, kaum marhaen,” tegasnya dengan nada penuh keyakinan.

Ia juga mengingatkan bahwa Bulan Bung Karno adalah momen untuk meneladani karakter berani, jujur, dan berdaulat. Menjadi penjaga kehormatan partai berarti menjaga agar partai tetap berjalan di atas rel perjuangan, tidak menyimpang dari tujuan awal: Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

“Politik bagi kami bukan seni kemungkinan, melainkan seni pengabdian. Seperti ajaran Bung Karno: ‘Janganlah hidupmu untuk mati sia‑sia, tapi hiduplah untuk sesuatu yang abadi.’ Pengabdian di Banyuwangi adalah jalan kami menuju keabadian itu,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, I Made Cahyana Negara mengajak seluruh elemen masyarakat, kader partai, dan seluruh pejabat di Banyuwangi menjadikan semangat Proklamasi sebagai kekuatan utama menghadapi tantangan zaman. Menurutnya, persatuan adalah kunci, dan kemakmuran rakyat adalah tujuan akhir yang tidak boleh ditawar.

Dengan latar pemandangan ikonik Banyuwangi dan peta kebesaran Nusantara dalam pamflet tersebut, pesan ini menjadi deklarasi politik yang kuat: Di bawah panji Bung Karno, Banyuwangi tegak berdiri kokoh sebagai daerah yang berdaulat, berkeadilan, dan terus berjuang bersama rakyat.

Redaksi//

Teropongbarat.com

Investigasi 

Berita Terkait

Profesor Sutan Nasomal Sangat Yakin Presiden Prabowo Tutup Semua Pintu Setan Hanya Pintu Keadilan Untuk Rakyat Indonesia!!!
Pelarian Terduga Kasus Penipuan Akhirnya Diciduk Tim URC Polres Pasuruan Kota
Teguhkan langkah, satukan semangat demi menggapai masa depan yang gemilang”
ANGGOTA KORAMIL 411-04/TMJ KODIM 0411/KM, DAN BHABINKAMTIBMAS POLSEK TRIMURJO BESERTA PENYULUH PERTANIAN LAPANGAN(PPL) MENGHADIRI UNDANGAN PELUNCURAN PRODUK SHENZI PLUS 400 SC, MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN NASIONAL
Operasi Tes Urin di Titik-titik vital Pintu Masuk Pelabuhan Jamrud, Satreskoba KP3 Amankan 5 Orang Positif Narkoba dan Sita 6 Dus Rokok Ilegal 
Tidak Ada Titik Temu Mediasi Sengketa Tanah Desa Kidal “Jangan Jadikan Kesalahan Administrasi Sebagai Alat Untuk Membatalkan Hak Warga”
Meningkat 206%, Menteri Nusron Apresiasi Peran Nazir dalam Percepatan Sertipikasi Tanah Wakaf
Serahkan Lebih dari 1.000 Sertipikat Tanah Wakaf dalam ICOP 2026, Menteri Nusron Minta Penerima Jadi Pionir Percepatan

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 12:45 WIB

Kehadiran Babinsa di Rumah Duka Jadi Bukti Nyata Kepedulian TNI kepada Keluarga Prajurit

Senin, 15 Juni 2026 - 08:27 WIB

Babinsa giat Komsos dengan Aparat Desa

Senin, 15 Juni 2026 - 08:25 WIB

Komsos Babinsa tujuan menciptakan kedekatan bersama warga binaan

Senin, 15 Juni 2026 - 08:23 WIB

Babinsa Posramil Beutong Ateuh Banggalang Melaksanakan Komunikasi Sosial Dengan Masyarakat desa binaan  

Senin, 15 Juni 2026 - 08:19 WIB

Babinsa koramil 04/Beutong Bantu pemasangan Besi pondasi Rumah warga Desa Binaan nya

Senin, 15 Juni 2026 - 08:13 WIB

Babinsa Posramil Beutong Ateuh Banggalang Melaksanakan Kerja Bakti Bersama Warga Desa Blang Puuk

Senin, 15 Juni 2026 - 08:10 WIB

Satgas Jembatan Gantung Perintis Garuda Bersama Warga Cor Angker, Perkuat Konstruksi Jembatan Penghubung Dua Desa

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:12 WIB

Dekat dengan Rakyat, Babinsa Bonto Karaeng Sambangi Warga Binaan di Tombolo Eja

Berita Terbaru

TNI

Babinsa giat Komsos dengan Aparat Desa

Senin, 15 Jun 2026 - 08:27 WIB