Harmonisasi PT Socfindo dan Warga Lae Butar: Dari Hutan Belantara Menjadi Magnet Ekonomi

REDAKSI ACEH SINGKIL

- Redaksi

Kamis, 9 Juli 2026 - 20:38 WIB

40216 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Singkil. TROPONG BARAT. com – Jauh sebelum pemukiman padat terbentuk di wilayah Gunung Meriah, hamparan kebun di wilayah Rimo dan Lae Butar sudah dibuka oleh perusahaan asing pada era Hindia Belanda sekitar tahun 1938, yang kemudian dinasionalisasi menjadi joint venture PT Socfindo.

Kini, lanskap sosiologis itu telah berubah. Wilayah yang dulunya hutan belantara telah menjelma menjadi pusat ekonomi baru. Keberadaan PT Socfindo terbukti menjadi magnet bagi para pendatang dari berbagai daerah untuk membangun kehidupan, mulai dari membuka usaha warung hingga penyediaan jasa tepat di batas kebun.

Pertumbuhan penduduk yang pesat ini membuat pemukiman warga kini mengepung dan menempel langsung dengan area operasional pabrik.
Meski secara hukum perkebunan hadir lebih awal, PT Socfindo memilih pendekatan humanis. Perusahaan memandang kepadatan pemukiman di Ring Satu bukan sebagai hambatan, melainkan sebagai mitra strategis untuk tumbuh bersama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Komitmen ini diwujudkan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang terukur. Di sektor ketahanan pangan dan ekonomi, perusahaan menyalurkan bantuan 10 ekor kambing kepada pemuda Desa Lae Butar serta menggelar pelatihan Best Management Practice (BMP) bagi kelompok tani kelapa sawit lokal. Tak hanya itu, bantuan alat panen dan alat semprot juga dibagikan demi menggenjot produktivitas petani.

Di sisi lain, kepekaan sosial juga ditunjukkan melalui kebijakan non-formal yang menyentuh urusan dapur warga. Manajemen secara terbuka mengizinkan masyarakat lokal masuk ke area kebun (di luar blok aktif) untuk mencari daun pakis, jamur sawit, lidi untuk sapu, hingga menggembala ternak. Demi mendukung para pemetik pakis tradisional, perusahaan bahkan sengaja tidak menyemprot habis tanaman pakis di area tertentu.

“Salah satu program kita yaitu dengan memberikan izin warga masuk ke lokasi perkebunan untuk mencari daun pakis, jamur sawit dan lidi sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar,” ungkap Erik Obaza Barus dalam sesi wawancara, Rabu (8/7).

Langkah konkrit ini menjadi bukti bahwa jalannya roda industri tidak harus menyingkirkan masyarakat lokal, melainkan bisa saling menopang demi kemandirian ekonomi bersama.

(Bima Pohan)

Berita Terkait

Sambut Hari Listrik Nasional, PLN Berikan Kemudahan Tambah Daya Listrik bagi Pelanggan
Peningkatan SDM Masyarakat dan Masadepan Indonesia berada ditangan Presiden RI
Wakil Bupati Batu Bara Ajak Guru Bersatu Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Perangi Narkoba*
Wali Kota Tanjungbalai Dukung Kegiatan ANANDA BERSINAR Goes To School, Wujudkan Generasi Emas Tanjungbalai Yang Sehat, Cerdas dan Bersih Dari Narkoba
Wali Kota Tanjungbalai Hadiri Pemusnahan Bersama Barang Menjadi Milik Negara (BMMN) dan Barang Bukti Yang Berkekuatan Hukum Tetap oleh Bea dan Cukai serta Kejari Tanjungbalai
Ceria dan Edukatif! Polisi Satwa Korsabhara Polri Kenalkan K-9 dan Kuda Turangga ke Anak-Anak TK Islam Amaryllis*
KAPAL POLISI XXI-2007 DITPOLAIRUD POLDA NTB SALURKAN 1,7 TON AIR BERSIH UNTUK MASYARAKAT PESISIR SEKOTONG
Respons Cepat Kericuhan Mapolda Ketum AKPERSI Apresiasi Kapolrestabes Palembang

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 01:16 WIB

Dari 52 Napi Kabur Maret 2025 Tersisa 6 Orang, Satu yang Baru Ditangkap Tewas, Kalapas: Kami Sudah Bawa Ambulans

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Jalan Nasional Berubah Jadi Sungai, Truk BBM Tertahan: Ironi Infrastruktur di Aceh Tenggara

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 04:18 WIB

Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pusat Kirim Alat Berat Rusak, Bupati Aceh Tenggara: Kami Sangat Kecewa dengan Vendor Pusat

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Video 4,6 Ribu Penonton Bongkar Borok Banjir Abadi Desa Kuning 1, Warga Aceh Tenggara Pilih Mengadu ke Gubernur Jawa Barat

Minggu, 25 Oktober 2026 - 00:49 WIB

Ada Apa dengan Asesmen Medis Lapas Kutacane, Buron dengan Riwayat Paru-Paru dan Lambung Dibiarkan Hingga Tewas Setelah Ditangkap

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:35 WIB

Banjir Susulan Rendam Desa Kuning I, Warga Aceh Tenggara Tagih Solusi Nyata Pemerintah

Berita Terbaru

SUBULUSSALAM

Dua Pelatih Subulussalam Kawal Keshia Solin Menuju Panggung Nasional

Selasa, 27 Okt 2026 - 22:43 WIB