NAGAN RAYA, ACEH – Minggu, 9 Agustus 2026 – Semangat gotong royong TNI bersama rakyat kembali terwujud nyata di pedalaman Aceh. Hari ini, personil Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari satuan Komando Distrik Militer (Kodim) 0116 Nagan Raya bersama puluhan warga Kecamatan Beutong Ateuh Benggalang Kabupaten Nagan Raya, bekerja keras menyelesaikan tahap akhir pembangunan jembatan gantung perintis.
Jembatan gantung vital ini, yang membentang di atas sungai besar dan menghubungkan area pemukiman dengan lahan pertanian, sudah lama dinanti-nantikan oleh warga. Dalam pengerjaan hari ini, fokus utama adalah pemasangan jaring pengaman (waring) di sepanjang kedua sisi jembatan untuk menjamin keamanan para penggunanya kelak.
Seorang prajurit TNI dan beberapa warga sedang bekerja sama memasang jaring kawat pengaman di sisi jembatan gantung berlantai kayu. Mereka berbagi tugas dengan harmonis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam gambar yang diambil di lokasi, terlihat keakraban dan kerja sama yang erat antara personil TNI dan warga. Sorang prajurit TNI berseragam lengkap (camouflage) terlihat mengoordinasikan pemasangan, sementara beberapa warga berbagi tugas, ada yang menahan jaring, ada yang mengikatnya ke kerangka jembatan yang dicat merah terang. Pekerjaan dilakukan secara manual di atas lantai kayu jembatan.
Sertu Gunawan Babinsa Poseamil Beutong Ateuh Benggalang menyampaikan, “Ini adalah wujud nyata dari kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kami hadir di sini bukan hanya untuk membangun fisik jembatan, tetapi juga untuk mempererat tali silaturahmi dan memberikan rasa aman serta harapan baru bagi masyarakat Betung Ateuh Benggalang.”
Pak Muhajir warga setempat menyampaikan, “Jembatan ini sangat penting bagi kami untuk akses ke sawah dan sekolah. Selama ini kami menggunakan rakit, yang berbahaya saat musim hujan. Dengan adanya jembatan ini, kami sangat terbantu. Kami berterima kasih kepada TNI atas bantuan tenaga dan bimbingannya.”
Pemasangan jaring pengaman ini adalah tahap krusial sebelum jembatan ini secara resmi akan diserahterimakan dan digunakan oleh warga. Diharapkan dalam beberapa hari ke depan, jembatan ini akan sepenuhnya siap untuk digunakan secara massal, memberikan akses mobilitas yang lebih baik, efisien, dan aman bagi seluruh masyarakat.













































