ACEH SINGKIL.TROPONG BARAT. com –
Akses transportasi udara masyarakat Kabupaten Aceh Singkil menuju Kota Medan kembali tersedia melalui penerbangan perintis rute Singkil–Medan dan Medan–Singkil pada tahun anggaran 2026.
Layanan penerbangan yang dioperasikan Susi Air melalui Bandara Syekh Hamzah Fansuri ini menjadi salah satu alternatif transportasi cepat bagi masyarakat, terutama untuk mendukung kebutuhan pemerintahan, pendidikan, kesehatan, perdagangan hingga sektor pariwisata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas Perhubungan Aceh Singkil, Syam’un, mengatakan keberadaan penerbangan perintis sangat membantu masyarakat karena dapat memangkas waktu perjalanan dibandingkan menggunakan jalur darat.
“Penerbangan perintis ini sangat membantu masyarakat karena dapat memangkas waktu perjalanan dibandingkan menggunakan jalur darat. Kita berharap layanan ini terus berjalan dan dimanfaatkan masyarakat,” ujar Syam’un, Sabtu (8/8/2026).
Berdasarkan jadwal penerbangan tahun 2026, rute Medan–Singkil dilayani setiap Kamis dengan keberangkatan pukul 12.50 WIB, dengan tarif sebesar Rp563.430. Sementara penerbangan Singkil–Medan dijadwalkan berangkat pukul 13.50 WIB, dengan tarif Rp450.780.
Para penumpang juga mendapatkan fasilitas bagasi gratis hingga 10 kilogram.
Meski demikian, frekuensi penerbangan yang hanya sekali dalam sepekan masih menjadi tantangan. Kondisi tersebut dinilai belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi dan membutuhkan akses rutin ke Medan.
Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil berharap frekuensi penerbangan perintis tersebut dapat ditambah sesuai kebutuhan serta tingkat permintaan masyarakat.
Syam’un menegaskan, tingkat keterisian penumpang menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan layanan penerbangan perintis ke Aceh Singkil.
“Semakin tinggi tingkat pemanfaatannya, tentu menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menjaga keberlanjutan pelayanan penerbangan ke Aceh Singkil,” katanya.
Dengan kembali tersedianya penerbangan perintis tersebut, masyarakat Aceh Singkil diharapkan dapat memanfaatkan layanan udara ini secara optimal. Selain mempercepat mobilitas, keberadaan jalur penerbangan juga diharapkan mampu membuka peluang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi, pelayanan publik, serta pengembangan pariwisata di Aceh Singkil.
(Bima Pohan)













































