Proyek P3-TGAI Desa Wedoro Grobogan Disorot: Pekerjaan Retak Dan Keropos, Dugaan Paket Dibeli Warga Lain Desa  

KAPERWIL JAWA TIMUR

- Redaksi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:44 WIB

4038 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Grobogan // Teropongbarat.com (26 Agustus 2026) — Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Wedoro, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, kini menjadi sorotan masyarakat. Program yang bersumber dari APBN melalui Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, ini seharusnya meningkatkan fungsi jaringan irigasi sekaligus memberdayakan masyarakat petani. Namun pantauan di lapangan menunjukkan hasil yang memprihatinkan.

TEMUAN DI LAPANGAN

Pantauan langsung di lokasi pada Rabu (26/8/2026) memperlihatkan sejumlah kejanggalan pada kualitas pekerjaan:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pasangan batu pada sejumlah titik tampak retak dan pecah

Lantai adukan terlihat rusak dan keropos

Bagian plesteran pengerjaannya belum rapi dan terkesan asal jadi

Kondisi ini menjadi perhatian serius karena kualitas pembangunan irigasi berkaitan langsung dengan kebermanfaatan jangka panjang bagi petani sebagai penerima manfaat. Pekerjaan yang retak dan keropos sejak awal dibangun tidak akan bertahan lama dan justru merugikan rakyat.

TENTANG PROGRAM P3-TGAI

Secara umum, program ini bertujuan memperbaiki jaringan irigasi tersier yang rusak atau mengalami pendangkalan, sehingga aliran air ke persawahan dapat berjalan lebih lancar. Dampak yang diharapkan:

Teknis: Meningkatkan intensitas tanam dan produktivitas pertanian

Ekonomi: Memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat desa melalui pola pelaksanaan swakelola

Ketahanan Pangan: Mendukung musim tanam pertama dan kedua bagi petani

Penentuan lokasi dan kelembagaan penerima P3-TGAI mengacu pada Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 1776/KPTS/Mn/2026.

DUGAAN JUAL BELI PAKET PROYEK

Di luar masalah kualitas, muncul sorotan yang lebih mendasar terkait proses perolehan program. Terdapat dugaan kuat bahwa paket P3-TGAI tersebut diperoleh melalui pihak tertentu yang diduga berkaitan dengan praktik “jual beli paket”.Untuk mengonfirmasi hal ini, awak media menghubungi Kepala Desa Wedoro. Beliau membenarkan pekerjaan sedang berlangsung, namun menyebut bukan pemerintah desa yang mencari paket tersebut:

“Yang mencari sekaligus membeli paket tersebut adalah warga Desa Genengadal, Kecamatan Toroh, berinisial AZ.” — Kepala Desa Wedoro

Keterangan ini memunculkan pertanyaan penting: mengapa warga dari desa lain yang mengerjakan proyek di Desa Wedoro? Dan apakah benar terjadi transaksi pembelian paket? Hal ini perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak yang disebut agar proses perolehan program dapat diketahui secara utuh dan transparan.

PERLU PEMERIKSAAN MENYELURUH

Terkait kualitas pekerjaan, diperlukan penjelasan resmi dari pihak pelaksana maupun kelembagaan P3A selaku penerima program. Pemeriksaan teknis oleh pihak berwenang juga mutlak diperlukan untuk memastikan kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi, volume, kualitas material, serta ketentuan teknis P3-TGAI.

Dengan demikian, program yang menggunakan anggaran negara tersebut diharapkan benar-benar menghasilkan jaringan irigasi berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat petani, bukan sebaliknya — menjadi komoditas yang diperjualbelikan dan dikerjakan asal jadi.

Pemberitaan ini mengedepankan asas keberimbangan dan praduga tak bersalah. Setiap pihak yang disebut atau berkaitan dengan informasi ini memiliki hak untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab sesuai fakta serta ketentuan jurnalistik yang berlaku.

Redaksi//

Teropongbarat.com

Investigasi 

Berita Terkait

Pangdam I/BB Resmikan Jembatan Perintis Tumpatan Nibung Deli Serdang, Buka Akses Warga
BPAN Temukan Indikasi Ketidakterbukaan Pengelolaan Lahan Pasar Babakan, Pedagang Diminta Tahan Bayar Iuran
SENGKETA 13.990 M² MEMANAS! LIMA KALI MEDIASI BUNTU, AMBB DESAK BOSOWA BUKA TERANG ASAL-USUL TRANSAKSI LAHAN
SERAGAM JADI TAMENG, DOKUMEN PALSU JADI SENJATA! MAYOR TNI AL EDY RAMPAS MOBIL WARGA TENGAH MALAM — LALAI KLAIM: “ATAS PERINTAH JENDERAL
Wartawan Tambun Pos Diduga Diancam & HP Direbut Saat Meliput di Tirto Pekalongan — Aparat Diminta Segera Usut
Residivis Narkoba Kembali Diringkus di Pantai Cermin
Avanza Ditabrak Kereta Api di Sei Bamban, Satu Orang Meninggal Dunia dan Dua Luka-luka
Sekpri Wabup Sumedang Mengaku Jadi Korban Dugaan Kekerasan di Rumah Dinas

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:34 WIB

Pangdam I/BB Resmikan Jembatan Perintis Tumpatan Nibung Deli Serdang, Buka Akses Warga

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:22 WIB

BPAN Temukan Indikasi Ketidakterbukaan Pengelolaan Lahan Pasar Babakan, Pedagang Diminta Tahan Bayar Iuran

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:45 WIB

SERAGAM JADI TAMENG, DOKUMEN PALSU JADI SENJATA! MAYOR TNI AL EDY RAMPAS MOBIL WARGA TENGAH MALAM — LALAI KLAIM: “ATAS PERINTAH JENDERAL

Jumat, 28 Agustus 2026 - 07:45 WIB

Wartawan Tambun Pos Diduga Diancam & HP Direbut Saat Meliput di Tirto Pekalongan — Aparat Diminta Segera Usut

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:39 WIB

Residivis Narkoba Kembali Diringkus di Pantai Cermin

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:08 WIB

Avanza Ditabrak Kereta Api di Sei Bamban, Satu Orang Meninggal Dunia dan Dua Luka-luka

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:26 WIB

Sekpri Wabup Sumedang Mengaku Jadi Korban Dugaan Kekerasan di Rumah Dinas

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:09 WIB

Selembar Sertipikat, Menjaga Amanah Tanah Wakaf untuk Generasi Mendatang

Berita Terbaru

BIREUEN

Mahasiswa Baru Fakultas Teknik Umuslim Ikuti PKKMB

Jumat, 28 Agu 2026 - 12:37 WIB

TNI

Babinsa Laksanakan Komsos dengan Warga Desa Binaan

Jumat, 28 Agu 2026 - 12:16 WIB