Bandung,Teropong Barat.com Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Langkat, Tiorita Br Surbakti, SH, terus mendorong transformasi tata kelola pemerintahan Kabupaten Langkat agar semakin terintegrasi dan berbasis data. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mempelajari langsung penerapan Satu Data dan pemanfaatan teknologi geospasial yang dikembangkan Pemerintah Kota Bandung.
Langkah strategis tersebut dilakukan Tiorita melalui kunjungan kerja bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Langkat ke Pendopo Kota Bandung, Rabu (16/9/2026). Rombongan Pemkab Langkat disambut langsung Wali Kota Bandung H. Muhammad Farhan, SE, bersama jajaran perangkat daerah Pemerintah Kota Bandung.
Pertemuan tersebut menjadi momentum bagi Pemkab Langkat untuk menggali pengalaman dan praktik pengelolaan data pemerintahan dari Kota Bandung, khususnya dalam membangun sistem data yang terintegrasi, akurat, mutakhir, dan dapat digunakan sebagai basis perencanaan pembangunan serta pengambilan kebijakan.
Tiorita mengatakan, penguatan Satu Data merupakan kebutuhan penting dalam mewujudkan pemerintahan yang mampu bekerja secara lebih terukur dan tepat sasaran.
“Data yang baik menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun perencanaan dan mengambil kebijakan. Karena itu, kami ingin melihat secara langsung bagaimana pengelolaan Satu Data di Kota Bandung, kemudian mengambil hal-hal yang relevan untuk dikembangkan di Kabupaten Langkat,” ujar Tiorita.
Menurutnya, penerapan Satu Data tidak hanya menjadi tanggung jawab satu perangkat daerah, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh OPD. Kesamaan standar, integrasi sistem, kualitas data, serta kemampuan sumber daya manusia menjadi bagian penting agar data pemerintah dapat digunakan secara optimal.
Selain Satu Data, Tiorita bersama jajaran juga mempelajari pemanfaatan informasi geospasial dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.
Teknologi geospasial memungkinkan pemerintah mengintegrasikan data dengan informasi berbasis lokasi atau kewilayahan. Pemanfaatannya dapat mendukung perencanaan pembangunan, pengelolaan wilayah, pelayanan publik, pemetaan potensi daerah, hingga pengambilan keputusan secara lebih efektif.
“Geospasial juga sangat penting bagi Langkat karena kita memiliki wilayah yang luas dengan karakteristik dan potensi yang berbeda-beda. Informasi berbasis kewilayahan akan membantu pemerintah melihat kondisi daerah secara lebih utuh,” jelasnya.
Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Langkat dan Pemkot Bandung juga bertukar pengalaman mengenai penguatan kolaborasi antarperangkat daerah, standardisasi data, pemanfaatan teknologi informasi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Tiorita menegaskan, berbagai pengalaman yang diperoleh dari Kota Bandung akan menjadi bahan pembelajaran bagi Pemkab Langkat untuk mengembangkan sistem yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik daerah.
“Kita belajar dari daerah lain untuk mendapatkan referensi. Selanjutnya kita sesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi Kabupaten Langkat, sehingga penerapannya benar-benar memberikan manfaat bagi pemerintahan dan masyarakat,” katanya.
Usai pertemuan di Pendopo Kota Bandung, rangkaian kunjungan kerja Pemkab Langkat dilanjutkan dengan mengunjungi Dekranasda Kota Bandung Patrakomala.
Dalam kunjungan tersebut, Tiorita didampingi Kaban Bappedalitbang Rina Wahyuni Marpaung, Kadis Kominfo Wahyudiharto, Plt. Kadis PUTR Arie Ramadhany, Kadis Perindag Ikhsan Aprija, Kadis Kesehatan Juliana, Kadis PPKB/PPA Indri Nugraheni, Plt. Kadis Capil Sri Yunita Br Sitepu, Plh. Kadis Pendidikan Sinarta Sitepu, Plh. Kabag Prokopim M. Nawawi, serta Kabid Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketapang Martin Ginting.
Melalui kunjungan dan pertukaran pengalaman tersebut, Pemkab Langkat diharapkan mampu mengadaptasi berbagai praktik dan inovasi yang relevan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis data dan teknologi.
Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Tiorita dalam mendorong pemerintahan Kabupaten Langkat yang semakin terintegrasi, efektif, transparan, dan mampu menjadikan data sebagai fondasi dalam perencanaan pembangunan serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
(Redaksi)


















































