Banjir Susulan Kembali Hantui Kuning I, Sukri Win Bangsu Soroti Lambannya Penanganan BPJN Aceh

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:53 WIB

40238 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TENGGARA — Banjir susulan kembali menghantui Desa Kuning I, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara, Minggu malam (11/10/2026), sekitar pukul 21.30 WIB. Tingginya debit air, kondisi jembatan yang dinilai dangkal, hingga minimnya penerangan jalan di lokasi banjir menjadi persoalan yang memicu keresahan masyarakat.

Luapan air yang mencapai badan Jalan Nasional Kutacane–Medan tidak hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran bagi pengguna jalan yang melintas pada malam hari. Minimnya penerangan di sekitar lokasi semakin meningkatkan risiko bagi pengendara, terutama ketika badan jalan tertutup atau tergenang air.

Mantan anggota DPRK Aceh Tenggara sekaligus tokoh masyarakat Gayo, Sukri Win Bangsu, angkat bicara menyoroti persoalan banjir yang terus berulang tanpa solusi nyata. Ia menilai penanganan dari pihak terkait, khususnya Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, perlu segera dievaluasi dan ditindaklanjuti secara konkret.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, tingginya debit air yang diperparah oleh kondisi jembatan yang dinilai kurang memadai dalam mengalirkan air diduga menjadi faktor yang memperburuk luapan banjir ke badan jalan nasional dan kawasan permukiman warga.

Persoalan tersebut bukan hanya menyangkut infrastruktur, tetapi juga keselamatan masyarakat. Ketika banjir terjadi pada malam hari dengan penerangan jalan yang minim, pengendara menghadapi risiko lebih besar karena kondisi genangan dan hambatan di jalan sulit terlihat dengan jelas.

Dampak banjir juga dirasakan langsung oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Aktivitas perdagangan terganggu, pelanggan berkurang, dan kerugian ekonomi terus membayangi masyarakat yang menggantungkan hidup dari usaha sehari-hari.

“Jangan sampai masyarakat kecil terus menjadi korban dari persoalan yang berulang tanpa penyelesaian. Kami berharap BPJN Aceh segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan ini sebelum kerugian masyarakat semakin besar,” demikian sorotan Sukri.

Selain menyoroti penanganan banjir, Sukri juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap anggota DPRK Aceh Tenggara dari daerah pemilihan (Dapil) II yang menurutnya belum pernah mengunjungi masyarakat Desa Kuning I selama banjir berulang kali terjadi.

“Jangan hanya datang ketika membutuhkan suara kami. Justru saat masyarakat sedang menghadapi kesulitan seperti ini, inilah momen yang tepat bagi wakil rakyat untuk hadir, melihat langsung kondisi warga, dan mendengarkan keluhan masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap wakil rakyat menunjukkan kepedulian nyata dengan turun langsung ke lapangan, mendengarkan keluhan warga, serta mendorong percepatan penanganan banjir yang telah berulang kali merugikan masyarakat.

Sukri mendesak BPJN Aceh dan instansi berwenang segera mengevaluasi kondisi jembatan, kapasitas aliran air, serta kebutuhan penerangan jalan di kawasan rawan banjir Desa Kuning I. Penanganan harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan, bukan hanya ketika banjir terjadi.

Bagi warga Kuning I, persoalannya kini bukan hanya banjir yang terus berulang, melainkan juga keselamatan pengguna jalan, minimnya penerangan pada malam hari, dan ancaman terhadap mata pencaharian masyarakat kecil. Warga membutuhkan langkah nyata agar Jalan Nasional tidak terus menjadi jalur luapan air tanpa kepastian penyelesaian.

Berita ini diterbitkan sebagai bentuk penyampaian aspirasi masyarakat Desa Kuning I.

membuka ruang tanya jawab, konfirmasi, klarifikasi, serta hak jawab kepada BPJN Aceh dan pihak-pihak terkait guna menghadirkan pemberitaan yang berimbang, akurat, dan terpercaya. (*)

Berita Terkait

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita
Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pusat Kirim Alat Berat Rusak, Bupati Aceh Tenggara: Kami Sangat Kecewa dengan Vendor Pusat
Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam
Video 4,6 Ribu Penonton Bongkar Borok Banjir Abadi Desa Kuning 1, Warga Aceh Tenggara Pilih Mengadu ke Gubernur Jawa Barat
Ada Apa dengan Asesmen Medis Lapas Kutacane, Buron dengan Riwayat Paru-Paru dan Lambung Dibiarkan Hingga Tewas Setelah Ditangkap
Banjir Susulan Rendam Desa Kuning I, Warga Aceh Tenggara Tagih Solusi Nyata Pemerintah
Kandidat Bakal Calon Kades Kutambaru Bencawan Kecewa, Persoalan Domisili Muncul Jelang Penetapan
Galian C Berkedok Penanganan Banjir di Bambel Gabungan, Tanggul Setengah Jadi dan Hukum Dilabrak di Kali Alas

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:24 WIB

Polres Batu Bara Salurkan 105 Paket Sembako kepada Warga Terdampak Banjir di Gambus Laut

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:11 WIB

HOAX! Kalapas Labuhan Ruku Tegaskan Isu RZ Kelola Narkoba di Dalam Lapas Tidak Benar, Lapas Labuhan Ruku Zero Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Reses Tahap III DPRD Batu Bara di Dapil II, Rusli Tampung Aspirasi 10 Kepala Desa

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Semarak Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H Di Masjid At-Taubah

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Ops Patuh Rinjani 2026 Resmi Dimulai, Polda NTB Kerahkan 578 Personel Gabungan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:39 WIB

HOAX! Kalapas Labuhan Ruku Tegaskan Isu RZ Kelola Narkoba di Dalam Lapas Tidak Benar, Lapas Labuhan Ruku Zero Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:33 WIB

Polres Batu Bara Gelar Police Go To School Serentak di Sekolah, Edukasi Pelajar tentang Bahaya Narkoba dan Kenakalan Remaja

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Kapolres Batu Bara Bantu Bangun Kembali Rumah Warga Korban Puting Beliung, Salurkan Peralatan Rumah Tangga dan Sembako

Berita Terbaru