BANTAENG TEROPONG BARAT CO, – Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A. adalah Imam Besar Masjid Istiqlal, Jakarta membawakan ceramah Maulid Nabi Muhammad Saw di Pondok Pesantren As’adiyah Dapoko, Desa Ulu Galung, Kecamatan Eremerasa. Sabtu (4/11/2023).
Sebelumnya ia membawakan ceramah Maulid Nabi di Ponpes As’adiyah Mabbarakka Bulukumba Desa Palambarae, Kecamatan Gantarang.
Rombongan Ketua Umum PP. As’adiyah dan Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta tersebut disambut dengan sholawat badar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Peringatan Acara Maulid Akbar Nabi Besar Muhammad SAW 1445 Hijriyah/2023 Masehi mengusung tema “Meneladani Nabi Sebagai Pendidik Yang Sukses”.

Dr. KM. Hamzah Israil, S.Pd.I., M.A selaku Pimpinan Pondok Pesantren As’adiyah Dapoko/Kepala SMP IT), mengatakan bahwa peringatan Maulid akbar rutin dilaksanakan di pondok pesantren As’diyah Dapoko di setiap tahunnya.
Dihadapan Prof Dr Nasaruddin Umar, Dr. KM Hamzah Izrail mengupas kilas balik sejarah singkat pondok pesantren As’adiyah Dapoko, “sudah berdiri selama 16 tahun akan tetapi tidak pernah cukup ruangan karena semakin banyaknya peminat untuk menimbah ilmu disini,” ucapnya.
Dia juga melaporkan pembangunan lantai 3 itu berdiri dengan swadaya masyarakat Desa Ulugalung dan Alhamdulillah sudah berdiri meskipun belum 100% selesai, ungkapnya.
Tak sampai disitu, pondok pesantren As’diyah Dapoko dari 3 tingkatan belum cukup tempat untuk memondok para santri/santriwati olehnya itu diminta dukungan agar bisa memadainya, tandasnya.
Sementara itu, Hikmah maulid Nabi Muhammad SAW yang dibawakan oleh Anre Gurutta Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A mengatakan Nabi Muhammad Saw sebagai seorang pendidik, murid biasa disebut orang yang bersungguh-sungguh mencari ilmu Allah yang sangat luhur dan sakral.

Didalam agama Hindu, kata Prof Nazaruddin guru itu adalah cahaya yang mengusir kegelapan sama halnya dengan Mursid sang pemberi petunjuk akan tetapi itu adalah orang yang mendapatkan hidayah langsung dari Allah SWT.
“Sekolah adalah tempat untuk mencari ilmunya guru, Sebelum mencari ilmu kita harus melakukan pembersihan diri dan pembersihan batin dengan cara berwudhu,” jelas Prof Nasaruddin.
Lebih lanjut dia mengatakan semakin banyak jabatan kita, wujud wajah kita juga berbeda dengan kata lain depan keluarga kita berwajah malaikat, namun depan orang lain berwajah iblis. Olehnya itu untuk membersihkan wajah iblis itu dengan simbol membasuh muka/berwudhu, terangnya.

Tak hanya ceramah, kehadiran Nasaruddin Umar sekaligus dirangkaikan dengan pelantikan pengurus yayasan pendidikan H. Muh. Anas periode 2023-2028.
Di akhir ceramahnya,Nasaruddin Umar mendoakan kemajuan Pondok Pesantren As’diyah Dapoko.
Turut hadir dalam acara diantaranya H. Muhammad Ahmad Jailani, S.Ag., MA. (Kakan Kemenag Kab. Bantaeng), Dr. Gafrawi Kadir (Ketua Majelis Ulama Indonesia Kab Bantaeng) H. Nurdin, SKM (Kabag Kesra Kab. Bantaeng)H. Suyadi M, S.Sos (Camat Eremerasa), Letda Inf Harpil (Danramil 1410-02/Eremerasa), Dr. KM. Hamzah Israil, S.Pd. I., MA. (Pimpinan Pondok Pesantren As’adiyah Dapoko/Kepala SMP IT), Dra. Hj. A. Sugiarti Mangun Karim, M.Si (Anggota DPRD Kab. Bantaeng) dan Sahruddin Dg Rido, S.Sos., M.M (ketua Ikakas Kab. Bantaeng). (Opick)

















































