Karo ||Teropongbarat.com – Pembinaan Komunikasi (Binkom) Cegah Konflik Sosial resmi digelar pada Selasa, 2 Juni 2026. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 09.00 WIB di GOR Patriot Makodim, Jalan Jamin Ginting, Desa Raya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kerukunan serta menjaga stabilitas keamanan di tengah masyarakat. Antusiasme warga terlihat sangat tinggi. Ratusan orang memenuhi lokasi acara dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dari awal hingga selesai.
Acara dipimpin langsung oleh Kolonel Inf Fernando Batubara selaku ketua tim. Turut hadir berbagai unsur instansi dan organisasi kemasyarakatan. Di antaranya Dandim 0205/TK Letkol Inf Robert Panjaitan, jajaran Kesbangpol Kabupaten Karo, serta Gelora Fajar Purba. Selain itu, hadir pula Kasat Reskrim AKP Eriks R Nainggolan, perwakilan LSM, dan awak media se-Kabupaten Karo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Dandim 0205/TK Letkol Inf Robert Panjaitan menegaskan kegiatan ini adalah langkah strategis. Tujuannya membangun komunikasi, koordinasi, dan sinergitas antar seluruh komponen bangsa. Hal ini menyatukan aparat pemerintah, TNI-Polri, serta elemen masyarakat untuk mencegah potensi konflik sosial.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga situasi tetap kondusif. “Mencegah konflik sosial merupakan tugas kita bersama. Potensi konflik bisa muncul dari berbagai sektor, sehingga dibutuhkan soliditas dan kekompakan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Dandim berharap kegiatan serupa bisa dilaksanakan rutin. Hal ini agar wilayah Kabupaten Karo tetap aman, nyaman, dan kondusif. Ia juga menekankan peran besar masyarakat dalam pencegahan konflik. Kerja sama lintas elemen dan solusi tepat menjadi kunci agar keamanan wilayah selalu terjaga.
Sesi acara berlanjut dengan pemaparan materi dari para narasumber. Kasatreskrim Polres Karo, AKP Eriks Raydikson Nainggolan, menyampaikan materi terkait aspek hukum dalam pencegahan konflik. Sementara itu, Kepala Bakesbangpol, Gelora Fajar Purba, memaparkan strategi peran masyarakat menjaga stabilitas daerah.
Seluruh rangkaian acara berjalan tertib dan lancar. Kehadiran peserta yang padat menunjukkan semangat bersama memperkuat sinergi. Hal ini mencerminkan kesadaran kolektif warga demi mencegah konflik sosial dan mewujudkan daerah yang damai.
Kolonel Inf Fernando Batubara menjelaskan bahwa potensi konflik masih sering terjadi meski penanganan pemerintah sudah berjalan cepat. Oleh karena itu, Binkom ini menjadi langkah intervensi penting. Metode ceramah dan pembagian tanggung jawab diterapkan agar konflik tidak meluas dan merugikan banyak pihak.
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan persuasif dan kearifan lokal dalam menyelesaikan masalah. Masyarakat diimbau mengantisipasi konflik sejak dini dan tidak mudah terprovokasi isu belum jelas kebenarannya, terutama di era digital. Peran tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat juga sangat dibutuhkan sebagai penyejuk kehidupan sosial.
Kegiatan ini pada intinya ingin meningkatkan kesadaran dan peran aktif seluruh warga. Diharapkan komunikasi dan kerja sama antara masyarakat dan aparat keamanan semakin kokoh. Akhirnya, keamanan serta ketertiban yang kondusif bisa terwujud di seluruh wilayah hukum Kodim 0205
(Kia)


















































