KARO, Teropongbarat.com||–
Upaya pelestarian seni dan budaya Karo terus mendapat dukungan dari berbagai kalangan. Salah satu langkah nyata kini hadir melalui program Live Music mingguan di Cafe Juma yang akan menjadi wadah bagi para seniman dan generasi muda untuk menampilkan bakat serta kreativitas mereka di bidang musik.
Program yang diinisiasi secara kolaboratif tersebut resmi diluncurkan sebagai ruang ekspresi bagi talenta-talenta lokal yang selama ini belum memiliki panggung yang memadai. Kehadiran kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit baru di dunia seni musik Karo sekaligus memperkuat eksistensi budaya daerah di tengah perkembangan zaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Cafe Juma yang berlokasi di Jalan Kabanjahe–Tiga Binanga, Kabupaten Karo, diproyeksikan menjadi pusat kegiatan kreatif yang konsisten menghadirkan pertunjukan musik setiap hari Minggu. Program ini mendapat dukungan profesional dari 3H Produksi guna memastikan pelaksanaan kegiatan berlangsung secara berkelanjutan.
Pelaksanaan Live Music mingguan tersebut juga menjadi bagian dari gerakan pelestarian budaya yang digagas oleh PSBK (Peduli Seni dan Budaya Karo). Organisasi ini selama ini aktif mendorong berbagai kegiatan seni sebagai sarana menjaga nilai-nilai budaya Karo agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda.
Sebagai pembuka rangkaian kegiatan, panggung Live Musik Seni Karo akan digelar pada Minggu, 21 Juni 2026, mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai di Cafe Juma. Acara ini terbuka untuk masyarakat umum tanpa dipungut biaya masuk.
Selain menikmati pertunjukan musik, pengunjung juga berkesempatan memperoleh berbagai doorprize menarik yang telah disiapkan panitia. Kehadiran hadiah tersebut diharapkan dapat menambah antusiasme masyarakat untuk hadir dan mendukung kegiatan seni budaya lokal.
Sejumlah musisi dan penyanyi berbakat asal Tanah Karo dipastikan tampil menghibur para penonton. Nama-nama yang akan meramaikan panggung antara lain Ringgo Bayang, Saul Tarigan, Raskita Tarigan, Randy Ginting, Lopiga Surbakti, dan Ika Tarigan. Sementara iringan musik akan dipimpin oleh Kopan Ginting yang dikenal memiliki pengalaman dalam membawakan aransemen musik khas Karo.
Salah satu pendiri PSBK, Ringgo Bayang, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar hiburan, melainkan bentuk nyata komitmen dalam menjaga warisan budaya daerah.
Menurutnya, seluruh pengurus dan pegiat seni yang tergabung dalam PSBK memiliki tekad yang sama untuk menjadikan Cafe Juma sebagai ruang kreatif yang mampu menampung bakat-bakat muda sekaligus menjadi sarana pelestarian seni budaya Karo.
“Ini adalah bentuk sinergi nyata. Kami bersama seluruh rekan-rekan di PSBK berkomitmen menjadikan Cafe Juma sebagai episentrum kreativitas positif sekaligus benteng pelestarian seni budaya Karo,” ujar Ringgo Bayang.
Kehadiran program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Selain menjadi wadah bagi generasi muda untuk berkarya, kegiatan seni yang berlangsung secara rutin dinilai mampu mengurangi pengaruh negatif terhadap kalangan remaja.
Tidak hanya itu, aktivitas seni budaya yang dikemas secara menarik juga diyakini dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan ekonomi kreatif dan sektor pariwisata berbasis budaya di Kabupaten Karo.
Melalui kolaborasi antara pelaku seni, komunitas budaya, dan masyarakat, program Live Music di Cafe Juma diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam menjaga identitas budaya Karo sekaligus menciptakan ruang kreatif yang produktif bagi generasi masa depan.
(Kia)


















































