Poto dokumentasi putus nya jalan provinsi Muara setulan menuju Gelombang Agara Tak Bisa dilewati sarana transportasi setempat sabtu (21/12)2024 (poto/teropong barat com/sadikin)
Kutacane, teropong Barat Com – Jalan Nasional Provinsi Muara Situlen -Gelombang Putus total akibat jembatan Penghubung Kane Mende-Bukit Bintang Indah Kecamatan Leuser Aceh
Tenggara hanyut disapu Banjir Bandang.sabtu (21/12)2024.
Dalam peristiwa banjir Bandang tersebut Hubungan Ibu kota kecamatan dengan 15 desa di Kecamatan Leuser Aceh Tenggara itu putus total setelah satu unit jembatan hanyut diterjang banjir yang terjadi akibat ganasnya aliran sungai Muara setulen setempat tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Peristiwa kronologis Putusnya jembatan di ruas jalan Provinsi Muara Situlen (Aceh Tenggara) – Gelombang (Kota Subulussalam) tepatnya di wilayah yang menghubungkan Kute Kane Mende – Gajah Mati Bukit Bintang Indah tersebut, membuat akses dari dan ke sebagian besar wilayah Kecamatan Leuser lumpuh total, akibat tak bisa dilewati kendaraan roda dua, tiga dan roda empat sebagai alat transportasi itu.
Sementara itu bahwa kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Agara, M.Asbi Selian kepada wartawan Sabtu (22/12)2024 membenarkan putus totalnya hubungan belasan desa di wilayah pegunungan tersebut,sehingga akibat jembatan penghubung Desa Kane Mende – Bukit Bintang Indah di ruas jalan Provinsi Muara Situlen – Gelombang hanyut terseret banjir bandang setempat, ucapanya.
Lebih lanjut bahwa sampai saat ini, ujar Asbi Selian didampingi Camat Leuser, Dian Iskandar, warga Kecamatan Leuser yang hendak bepergian ke ibukota kecamatan dan ke wilayah Kecamatan Babul Makmur, serta sebaliknya, terpaksa antrean dan sebagian lagi menunda perjalanan karena jalan tak bisa lagi dilewati kendraan bermotor sebagai sarana alat transportasi tersebut.
Selanjutnya bahwa Warga Kecamatan Leuser terlihat antre menunggu mopen dan mobar di seberang badan ruas jalan provinsi yang hanyut diterjang banjir bandang tersebut.
Oleh karena itu bahwa “Kepala UPTD 10 Nawawi telah menyampaikan laporan terkait jalan provinsi yang putus di Kecamatan Leuser tersebut, jadi kita tinggal menunggu kabar dari PUPR Provinsi Aceh, jika sudah ada kabarnya, kita juga akan menurunkan alat berat membantu perbaikan secara darurat agar bisa dilewati kendaraan bermotor,” tegas Asbi Selian.menambahkanya lagi.
Pada peristiwa banjir ini juga bahwa selain membuat jembatan di ruas jalan provinsi di Kecamatan Leuser hanyut, terang Kalaksa, hujan deras cukup tinggi itu serta dengan intensitas tinggi tersebut juga membuat ruas jalan nasional di Kuning Kecamatan Bambel terendam air, akibat jebolnya tanggul pengaman sungai di Lawe Kinga di kawasan Lawe Hijo.kutacane Agara itu.
Sementara itu lagi bahwa Camat Leuser, Dian Iskandar didampingi Sekcamnya Leuser, Usman kepada wartawan menambahkan, jembatan hanyut, dan jalan provinsi yang putus total di Kecamatan Leuser, diawali dengan guyuran hujan deras di bagian hulu sungai kecil.
Sehibgga bahwa akibatnya, jembatan yang menghubungkan Kute Kane Mende- Gajah Mati Bukit Bintang Indah yang terletak di ruas jalan Provinsi tersebut, putus total dan hubungan 15 desa dengan ibukota Kecamatan LeuserAgara itu putus total.
Terkait peristiwa musibah banjir saat ini warga Leuser sangat membutuhkan perhatian Pemerintah untuk memperbaiki jembatan yang hanyut tersebut, karena jika tak segera ditangani, dikhawatirkan akan membuat harga kebutuhan pokok melambung dan harga pertanian serta hasil perkebunan warga anjlok ke titik urat nadi terendah demikan hasil liputan laporan melaporkan sementara sabtu 21 Desember akhir tahun 2024 Jelang tahun baru 2025 ini dari kuta cane Aceh Tebggara (sadikin)

















































