PIDIE JAYA — Menumbuhkan minat baca sejak dini menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Periode XXIX Universitas Syiah Kuala (USK) 2026 Kelompok 59. Melalui program “Gerakan Literasi”, para mahasiswa mengajak anak-anak Gampong Meunasah Kumbang, Kecamatan Ulim, Kabupaten Pidie Jaya, untuk menjadikan membaca sebagai kebiasaan yang menyenangkan.
Kegiatan yang digelar pada Sabtu, 25 Juli 2026, tersebut diwujudkan melalui penyerahan donasi buku sekaligus pengembangan Pojok Baca sebagai ruang belajar dan membaca bagi anak-anak di gampong.

Program ini terlaksana melalui kolaborasi mahasiswa KKN Kelompok 59 dengan UPT Perpustakaan dan E-Learning USK yang turut memberikan dukungan berupa donasi buku. Mahasiswa KKN juga menyumbangkan sejumlah buku sebagai bentuk kepedulian terhadap ketersediaan bahan bacaan yang layak dan menarik bagi anak-anak.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyerahan buku kepada Keuchik Gampong Meunasah Kumbang sebagai perwakilan aparatur gampong. Buku-buku tersebut selanjutnya ditempatkan di Pojok Baca agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh anak-anak dan masyarakat.
Suasana semakin semarak ketika mahasiswa mengajak anak-anak memilih sendiri buku yang mereka sukai. Setelah membaca bersama, mereka kemudian diminta menceritakan kembali isi buku yang telah dibaca.
Kegiatan sederhana itu tidak hanya mendorong anak untuk membaca, tetapi juga melatih kemampuan memahami isi bacaan, mengingat informasi, menyusun cerita, sekaligus membangun keberanian untuk berbicara di depan teman-temannya.
Pojok Baca juga dipercantik dengan berbagai hiasan. Salah satunya memanfaatkan karya origami yang sebelumnya dibuat anak-anak melalui program “Satu Kertas, Seribu Kreasi: Pelatihan Origami untuk Anak-anak.” Pelibatan anak dalam menghias ruang baca diharapkan menumbuhkan rasa memiliki sehingga mereka ikut menjaga dan memanfaatkannya.
Antusiasme anak-anak terlihat sepanjang kegiatan. Mereka tidak hanya datang untuk membaca, tetapi juga aktif memilih buku, berdiskusi, dan menceritakan kembali apa yang telah mereka dapatkan dari bacaan.
Bagi mahasiswa KKN Kelompok 59, Gerakan Literasi bukan sekadar kegiatan sesaat selama masa pengabdian. Mereka berharap Pojok Baca dapat terus dimanfaatkan setelah program KKN berakhir dan menjadi ruang belajar yang tumbuh bersama masyarakat.
Dengan tambahan koleksi buku dan ruang baca yang nyaman, Pojok Baca diharapkan mampu menjadi langkah kecil yang memberi dampak panjang dalam membangun budaya membaca di Gampong Meunasah Kumbang.
Sebab, dari sebuah buku yang dibaca hari ini, bisa lahir pengetahuan, keberanian, bahkan cita-cita besar seorang anak di masa depan.(Anton Steventin).















































