Menjaga Kesadaran Lingkungan Dimulai dari Kebiasaan Mengurangi Penggunaan Plastik Oleh: Dinda Rosanti Salsa Bela, S.IP., M.I.P. Dosen Ilmu Pemerintahan

- Redaksi

Senin, 24 November 2025 - 09:59 WIB

4073 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 


Oponi-Teropongbarat.com||Sebagai seorang akademisi di bidang ilmu pemerintahan, saya sering merenungkan bagaimana sebuah negara mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat, khususnya terkait isu lingkungan. Di tengah perkembangan teknologi dan dinamika sosial, ada satu persoalan yang tidak pernah selesai dibahas dan justru semakin mendesak yaitu soal sampah plastik. Persoalan ini bersifat terus-menerus, lintas generasi, dan menjadi ancaman nyata bagi keberlanjutan ekologis maupun kesehatan manusia. Hal ini terjadi bukan hanya di Indonesia, tetapi juga menjadi ancaman seluruh dunia mengingat sampah yang berasal dari plastik memang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa melebur. Plastik yang kita gunakan hari ini mungkin memberi kenyamanan sesaat, tetapi dampaknya terhadap bumi bertahan puluhan hingga ratusan tahun.
Indonesia sendiri termasuk salah satu negara dengan jumlah sampah plastik terbesar dunia. Sementara kemampuan pengelolaannya masih terbatas, pola konsumsi kita terus bergerak menuju instan, cepat, dan praktis. Setiap hari, plastik sekali pakai diambil untuk digunakan sebentar lalu dibuang. Padahal plastik tersebut tidak pernah benar-benar hilang. Ia terbawa angin, terseret air, masuk ke sungai, bermuara ke laut, dan akhirnya kembali ke tubuh kita sebagai mikroplastik. Persoalan ini bukan lagi sekadar isu kebersihan, tetapi sudah menjadi isu kesehatan publik yang membutuhkan perhatian serius.
Namun perubahan tidak selalu harus dimulai dari kebijakan besar atau intervensi struktural. Banyak perubahan justru dimulai dari tindakan kecil yang bisa dilakukan setiap orang. Membawa tumblr saat bekerja atau mengajar, misalnya, mampu mengurangi satu gelas plastik setiap harinya. Jika kebiasaan ini dilakukan oleh jutaan orang, jumlah sampah yang terhindarkan akan sangat besar. Begitu juga dengan membawa tas belanja sendiri ketika berbelanja. Satu tas kain dapat menggantikan ratusan kantong plastik setahun, melatih kesadaran kita untuk menjadi konsumen yang lebih bertanggung jawab. Bahkan dalam pilihan gaya hidup, kita bisa memilih produk seperti pakaian, sepatu, dan perlengkapan lain yang terbuat dari bahan ramah lingkungan atau hasil daur ulang. Seleksi kecil ini tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga membantu mengurangi tekanan terhadap industri fast fashion yang dikenal sebagai penyumbang limbah besar di dunia.
Jika ditinjau dari perspektif pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), langkah kecil yang tampak sederhana ini sesungguhnya berkontribusi pada pencapaian tujuan global. SDGs tidak hanya menargetkan negara dan lembaga, tetapi juga mengajak setiap individu sebagai bagian dari warga global untuk terlibat. Pengurangan penggunaan plastik adalah bagian dari Tujuan 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, Tujuan 13 tentang aksi terhadap perubahan iklim, serta berkaitan erat dengan Tujuan 14 dan 15 yang menyoroti pentingnya menjaga ekosistem laut dan darat. Dengan kata lain, tindakan kecil yang kita lakukan setiap hari sebenarnya adalah bentuk partisipasi nyata dalam upaya menjaga keberlanjutan bumi.
Namun inti dari semua ini adalah kesadaran. Kesadaran menjadi modal sosial yang sangat penting. Pemerintah dapat membuat regulasi, menjalankan kampanye, dan menyediakan fasilitas, tetapi tanpa kesadaran individu, perubahan perilaku akan berjalan lambat. Dalam konteks komunikasi pemerintahan yang saya ajarkan, pembentukan perilaku masyarakat tidak bisa hanya dilakukan melalui pendekatan instruktif, tetapi perlu menghadirkan narasi, edukasi, dan keteladanan. Sebagai dosen, kita tidak hanya menyampaikan teori di kelas, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menanamkan nilai dan memperlihatkan praktik baik melalui tindakan kita sendiri. Membawa tumblr, memilih tidak mengambil kantong plastik, atau mengenakan produk ramah lingkungan adalah bentuk kecil dari keteladanan itu.
Kesadaran lingkungan memang tidak muncul seketika. Ia tumbuh pelan-pelan melalui informasi yang benar, kebiasaan yang dibangun, dan pilihan yang dilakukan secara konsisten. Namun justru tindakan kecil itulah yang kemudian menggerakkan perubahan besar dalam jangka panjang. Bumi tidak meminta kita melakukan sesuatu yang luar biasa, tetapi meminta kita melakukan sesuatu yang sederhana, berkelanjutan, dan penuh kepedulian. Sampah akan selalu menjadi persoalan yang tidak pernah tuntas jika kita tidak mengubah cara hidup. Karena itu, penting untuk memulai dari diri sendiri, dari hal yang paling mudah, dari satu tas belanja yang kita bawa hari ini, dari satu keputusan kecil untuk tidak menggunakan plastik ketika tidak diperlukan.
Pada akhirnya, menjaga lingkungan bukan sekadar tugas pemerintah atau lembaga internasional, melainkan tanggung jawab bersama. Dan masa depan bumi sesungguhnya sedang ditentukan oleh pilihan-pilihan kecil yang kita buat hari ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

Dukung Sensus Ekonomi, LAMR Kepulauan Meranti Sambut Hangat Kunjungan Kepala BPS
Perkuat Sinergi Penegakan Hukum, Lapas Kelas IIA Binjai Hadiri Pemusnahan Barang Bukti Inkracht di Kejari Binjai
APBK Aceh Singkil 2026 Akhirnya Disahkan
Pungutan Perpisahan Sekolah Bisa Jadi Pungli: Ketua Bidang Pendidikan PWMOI Pekanbaru Desi Novita: Stop Bebani Orang Tua!
Babinsa Hadir di Tengah Petani, Panen Padi di Dusun Pundingin I Makin Semangat
Terima Rekomendasi LKPJ 2025,Pemkab Langkat Fokus Perbaiki Layanan dan Tuntaskan Masalah Lahan
Pulihkan Pelayanan Pascabanjir,PT MTT Serahkan Bantuan Mobiler untuk Kelurahan Kampung Lama
KBPP Polri Sumut Surati Kapolri Untuk Perpanjangan Waktu Calon Ketua Umum Pada Munas VI

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 18:35 WIB

Pemdes Gunung Cut Jemput Aspirasi Warga ke Posko TMMD ke-128 Kodim Abdya

Kamis, 23 April 2026 - 18:29 WIB

Satgas TMMD ke-128 Kodim Abdya Mulai Bongkar RTLH di Gunung Cut, 5 Unit Ditargetkan Direhab

Kamis, 23 April 2026 - 18:25 WIB

Air Mata Bahagia Nurhabibah, Rumahnya Direhab Satgas TMMD Kodim Abdya

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 17:22 WIB

YARA Subulussalam Kecam Kebijakan Wali Kota Hapus Anggaran BPJS Tenaga Kerja

Sabtu, 26 Juli 2025 - 14:04 WIB

Harga Beras Meroket, 800 Ton Beras Miskin Bulog Subulussalam Mangkrak di Gudang Belum Tersalurkan

Sabtu, 26 Juli 2025 - 10:01 WIB

Dinas Pangan Subulussalam Luncurkan Gerakan Pangan Murah, Redam Inflasi dan Jaga Stabilitas Harga

Jumat, 25 Juli 2025 - 14:27 WIB

PT Laot Bangko di Ujung Tanduk: DPRK Subulussalam Desak Penghentian Operasional

Selasa, 1 Juli 2025 - 15:38 WIB

Darul Makmur Tancap Gas: Peningkatan Jalan Usaha Tani, Kambing Otawa Jadi Bintang Baru Desa

Berita Terbaru

ACEH BARAT DAYA

Pemdes Gunung Cut Jemput Aspirasi Warga ke Posko TMMD ke-128 Kodim Abdya

Kamis, 23 Apr 2026 - 18:35 WIB

ACEH BARAT DAYA

Air Mata Bahagia Nurhabibah, Rumahnya Direhab Satgas TMMD Kodim Abdya

Kamis, 23 Apr 2026 - 18:25 WIB