LANGKAT,Teropong Barat.com| Jajaran Polres Langkat berhasil mengungkap misteri penemuan jasad bayi laki-laki di aliran Sungai Kebun Gergas, Kecamatan Wampu. Hanya dalam waktu kurang dari 24 jam, polisi mengamankan seorang wanita berinisial R (33) yang diduga sebagai pelaku pembuangan bayi tersebut.
Keberhasilan ini mendapat apresiasi dari tokoh agama setempat. Ketua MWC Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Wampu, Ustadz Heru Ramadhani, S.Pd.I., menyampaikan terima kasih atas kinerja kepolisian.
“Terima kasih kepada pihak Polres Langkat dan jajaran yang telah mengungkap kasus ini dengan cepat. Kami juga mengapresiasi masyarakat yang sudah proaktif membantu memberikan informasi kepada pihak kepolisian,” ujar Ustadz Heru saat dikonfirmasi, Jumat (16/1/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
*Kronologi dan Penangkapan*
Peristiwa ini bermula pada Rabu (14/1/2026) sekitar pukul 09.30 WIB, saat warga menemukan jasad bayi mengapung di sungai. Tim Unit Pidum Sat Reskrim bersama Tim Inafis Polres Langkat segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah ke RSU Bhayangkara Medan untuk proses autopsi.
Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Ghulam Yanuar Lutfi, menjelaskan bahwa penyelidikan dilakukan secara maraton dengan memeriksa sejumlah saksi kunci.
“Dari pendalaman di lapangan, kami mendapat petunjuk mengenai keberadaan seorang perempuan yang sebelumnya diketahui hamil namun tidak lagi terlihat membawa bayinya,” ungkap AKP Ghulam
.
Berdasarkan bukti permulaan yang cukup, petugas meringkus S di sebuah area perkebunan sawit pada Rabu malam sekitar pukul 19.00 WIB. Saat ini, terduga pelaku telah dibawa ke Mapolres Langkat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
*Komitmen Penegakan Hukum*
Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo, menegaskan bahwa penanganan kasus ini dilakukan secara profesional dengan mengedepankan scientific crime investigation.
“Setiap nyawa yang hilang, terlebih bayi yang tidak berdaya, adalah tragedi kemanusiaan. Kami berkomitmen menegakkan hukum secara adil dan transparan,” tegas AKBP David.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kepekaan terhadap lingkungan sekitar. “Sinergi antara masyarakat dan Polri adalah kunci utama dalam menjaga ketertiban umum,” pungkasnya.
(Redaksi)
















































