Satu Barisan, Satu Jiwa: MADAS DPC Banyuwangi Perkuat Fondasi Persaudaraan dan Sinergi Sosial

KAPERWIL JAWA TIMUR

- Redaksi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:57 WIB

4085 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI // Teropongbarat.com  Deru semangat persatuan membahana di Bumi Blambangan saat keluarga besar Ormas Madura Asli (MADAS) DPC Banyuwangi menggelar ajang silaturahmi akbar. Lebih dari sekadar pertemuan rutin, agenda ini menjadi momentum “recharge” semangat bagi seluruh kader untuk memperkokoh militansi dan mempererat tali tretan dhibi’ dalam satu bingkai organisasi.Suasana hangat menyelimuti lokasi acara. Tawa canda dan diskusi gayeng antar pengurus serta anggota dari berbagai pelosok Banyuwangi menciptakan atmosfer kekeluargaan yang kental. Namun di balik kehangatan itu, terselip komitmen baja untuk membawa MADAS menjadi organisasi yang disegani sekaligus dicintai masyarakat.

Visi Strategis “Bang Hendri”

Ketua DPC MADAS Banyuwangi yang akrab disapa Bang Hendri, dalam orasi organisasinya, menekankan bahwa kekuatan MADAS tidak terletak pada jumlah, melainkan pada kedalaman rasa persaudaraan. Ia memaparkan langkah-langkah strategis (statement organisasi) yang harus dipedomani setiap anggota.“Persaudaraan adalah urat nadi kita. Tanpa kekompakan, kita hanya sekadar kumpulan orang. Namun dengan sinergi, MADAS Banyuwangi akan menjadi kekuatan besar yang kehadirannya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” tegas Bang Hendri dengan nada penuh optimisme.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pesan Senior: Kejujuran dan Loyalitas Harga Mati Suasana semakin khidmat saat para tokoh senior memberikan petuah organisasinya. H. Ach Sultoni mengingatkan bahwa organisasi yang sehat lahir dari hati yang bersih. Beliau mendorong agar MADAS tidak eksklusif, melainkan harus turun ke jalan melalui aksi-aksi sosial.

“Kekompakan dan kejujuran adalah harga mati. Kita harus mengedepankan gotong royong agar MADAS tidak hanya besar namanya, tapi nyata baktinya bagi masyarakat yang membutuhkan,” tutur H. Sultoni.

Nada bicara yang lebih lugas datang dari Romo Kirun. Dengan gaya bicaranya yang khas, ia membakar semangat anggota untuk memiliki rasa memiliki (sense of belonging) yang tinggi terhadap organisasi.

“Besar kecilnya MADAS ada di tangan kalian! Jangan mencari hidup di MADAS, tapi berpikirlah bagaimana cara menghidupkan MADAS. Kuncinya cuma dua: keterbukaan dan kejujuran,” tegas Romo Kirun disambut tepuk tangan riuh para anggota.

Garda Depan dan Doa Keberkahan

Inovasi organisasi juga disuarakan oleh Bang Ambon. Ia mengusulkan langkah konkret untuk memperkuat marwah organisasi melalui pembentukan satuan tugas khusus.

“MADAS Banyuwangi harus punya SATGAS. Mereka akan menjadi garda terdepan, benteng pertahanan soliditas, sekaligus penggerak utama dalam setiap aksi kemanusiaan di lapangan,” cetusnya.

Acara ditutup dengan getaran doa yang dipanjatkan oleh H. Kasiyono. Dalam untaian doanya, ia memohon perlindungan bagi seluruh keluarga besar MADAS agar senantiasa diberi keselamatan dan kemudahan dalam mengabdi kepada masyarakat.

Harapan Baru

Melalui pertemuan ini, MADAS DPC Banyuwangi berhasil menyatukan persepsi. Kini, mereka tidak hanya pulang membawa kenangan kebersamaan, tetapi juga membawa amunisi semangat baru untuk menjadikan organisasi ini sebagai pilar sosial yang kokoh di Banyuwangi. MADAS: Solid, Kompak, Bermanfaat!

Redaksi

Teropongbarat.com

(Tiem)

Berita Terkait

‎Terbukti Menipu Pencari Kerja! Oknum Dede Kasma di PT ZMIK Deltamas Cikarang Buat Rekrutmen Palsu, Anton Fahyudi Terlantar Jauh dan Siap Lapor Polisi
Diduga Mengantuk, Truk Tangki Hantam Rumah Warga di Perbaungan Sergai
Tim URC Sergai Tangkap 2 Pelaku Pencurian Meteran Air
Tanpa Plat Nomor Tetap Dilayani — Truk Berjejer Isi Solar Subsidi Di Bawen, Supir Sebut Pemilik Armada GN, Pengawasan Dipertanyakan
Pengamat: Laporan terhadap Budi Arie Dinilai Kurang Tepat, Hanya Berangkat dari Penggunaan Kata “Seandainya”Bukan Dugaan Makar
Tito Ahmad Dorong Pemerintah Perkuat Perlindungan dan Kepastian bagi Driver Online
vonis publik bukan putusan hukum! guru ngaji masih terduga dalam kasus pencabulan
Bersama Bupati dan Dandim 1015, Kapolres Kotim Pantau pembuatan Sekat Kanal di kawasan Bandara, cegah Karhutla meluas.

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 20:21 WIB

‎Terbukti Menipu Pencari Kerja! Oknum Dede Kasma di PT ZMIK Deltamas Cikarang Buat Rekrutmen Palsu, Anton Fahyudi Terlantar Jauh dan Siap Lapor Polisi

Jumat, 4 September 2026 - 14:54 WIB

Sentuhan Kasih di Hari Jadi: Polwan Polres Bantaeng Berbagi Kebahagiaan dengan Siswa SD Terpencil

Jumat, 4 September 2026 - 13:55 WIB

Diduga Mengantuk, Truk Tangki Hantam Rumah Warga di Perbaungan Sergai

Kamis, 3 September 2026 - 19:16 WIB

Tim URC Sergai Tangkap 2 Pelaku Pencurian Meteran Air

Rabu, 2 September 2026 - 22:27 WIB

Dipicu Utang Rp 6 Juta dan Miras, Pria di Bantaeng Tega Habisi Nyawa RA Pakai Parang

Rabu, 2 September 2026 - 08:47 WIB

vonis publik bukan putusan hukum! guru ngaji masih terduga dalam kasus pencabulan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Empat Bulan Buron, Pelaku Pencurian Microbus Senilai Rp110 Juta Ditangkap Tim URC Polres Sergai

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:34 WIB

Pangdam I/BB Resmikan Jembatan Perintis Tumpatan Nibung Deli Serdang, Buka Akses Warga

Berita Terbaru

SUBULUSSALAM

Tanda Tangan “Karangan”, Berkas Pulang dari Jaksa Subulussalam

Jumat, 4 Sep 2026 - 23:55 WIB