Sekolah Adat Tanah Sekudung Wakili PW AMAN Jambi dalam Panggung Budaya Mubes Sekolah Adat di Banyuwangi

- Redaksi

Rabu, 14 Agustus 2024 - 11:13 WIB

40862 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI – TEROPONG BARAT.CO|| Sekolah Adat Tanah Sekudung mewakili PW AMAN Jambi dibawah Pimpinan Endang Kuswardani, S.H dan PD AMAN Kerinci Muhammad Hazmin, S.IP Menampilkan Tradisi ” Ngadu Tanduk ” dalam Panggung Budaya Musyawarah Besar Sekolah Adat Nusantara 12-15 Agustus 2024 di Desa Adat Kemiren Osing Kec.Glagah Kab.Banyuwangi Pada, Selasa 14/08/2024.

Penampilan Tradisi Ngadu Tanduk tersebut diawali dengan Tarian Silat Harimau yang diikuti dengan Gerak Tarian Asyeik dan Nyaro (Pujian-pujian terhadap Roh Leluhur) Mengawali dimulainya Tradisi Ngadu Tanduk, dua orang Penari Memakai Gerakan Silat dan Sebilah Bambu berbentuk Tanduk yang dihiasi kain Hitam dan Merah memainkan Permainan Ngadu Tanduk Layaknya Kerbau yang sedang Beradu Tanduk dengan Gerakan yang lincah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Semua Penonton Terpukau dengan Penampilan Tradisi dari Kerinci, Jambi tersebut Sebagai Penutup dari Penampilan Tradisi Panggung Budaya Malam itu yang menandakan keberagaman dan Tradisi yang ada di Nusantara sebagai Khazanah dan Pengetahuan terhadap Budaya Lokal Masyarakat.

Musyawarah Besar Sekolah Adat mengusung tema “Pendidikan Adat sebagai Jalan Pulang untuk Menjaga dan Merawat Bumi”. Sebanyak 600 orang peserta perwakilan sekolah adat dari berbagai pelosok negeri mengikuti Kegiatan Mubes Sekolah Adat Nusantara yang dihadiri langsung Kemendikbud Bidang Kepercayaan Ketuhanan YME dan Masyarakat Adat, BRIN dan Mitra Kerja lainnya.

Mengenal Tradisi Ngadu Tanduk

Ngadu berasal dari kata mengadu, sedangkan tanduk merujuk kepada tanduk kerbau karena salah satu properti yang digunakan seperti tanduk kerbau. Tradisi Ngadu Tanduk Berasal dari Desa Siulak Panjang Luhah Depati Mangkubumi.

Tanduk yang digunakan dalam tradisi ini terbuat dari bambu dengan panjang sekitar 2 meter. Bambu yang dibentuk seperti tanduk ini kemudian dibungkus menggunakan kain berwarna hitam, terkadang juga ditambah dengan kain berwarna merah, putih dan kuning agar semakin menarik bentuknya.

Di kedua ujung tanduk ditaruh “rumbai-rumbai” yakni potongan-potongan kain sebagai penghias serta giring-giring yaitu lonceng-lonceng kecil.

Dua buah tanduk yang digunakan ini diletakkan di atas bahu para pemain yakni dua pemuda yang telah menggunakan pakaian adat.

Mereka bergerak lincah, kaki mereka silih diangkat, dan tanduk mereka diayun ke kiri ke kanan, bak kerbau yang sedang mencari lawan. Namun, gerakan mereka diperhalus dalam bentuk tarian. Sesekali kedua ujung tanduk di atas kepala mereka diadu bergantian.

Alunan musik Dap (rebana Kerinci), gung, diikuti vocal nyaro (senandung mantra) mengiringi permainan mereka. Tukang nyaro sesekali memuji para pengadu tanduk dalam prosa-prosanya, “palang indah maennyo tuan, angkat kaki mundam takirai, ayun tangan seludang jatoh” (sungguh indah permainannya tuan, kaki mereka diangkat laksana “mundam” -sejenis baskom kuno- yang digerai, tangan mereka diayun seperti seludang -pelepah pinang-yang jatuh).

Kadang tukang nyaro memperingatkan para pemain untuk menjaga keindahan permainan mereka, “jangan usak maennyo kito, kito di tengah gulanggang rami” (jangan sampai rusak permainan kita, sebab kita di tengah gelanggang ramai).

Di masa lalu, Ngadu Tanduk tidak ditampilkan untuk acara-acara besar. Ia hanya berfungsi sebagai hiburan para pemuda sehabis menuai/memanen padi di sawah.

 

 

Kelompok pemuda-pemudi dari tiap klan umumnya bergotong royong untuk memanen padi di sawah sawah mereka. Setelah panen tersebut selesai, barulah tuo jenang (ketua pemuda) meminta salah satu pemuda dari kelompoknya mengadu tanduk dengan pemuda dari kelompok lain.

Editor : Ilham Kurniawan, S.IP
Sumber : https://www.kompasiana.com/hafifulhadi/5dd9304c097f364b567339e2/melestarikan-tradisi-ngadu-tanduk-di-ajang-tour-de-singkarak?page=2&page_images=1

Berita Terkait

Wakil Sekretaris DPP Madas Sedarah dan Ketua Ormas Sakera Hadiri Pelantikan Abah Edy Macan sebagai Ketua Bidang Hubungan Pemerintahan, TNI dan Polri
Kalapas Labuhan Ruku Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik Lewat Podcast YouTube ke Polres Batu Bara
FMKS-AS PERTANYAAN SEJAUH MANA PROSES PENANGANAN KASUS DUGAAN PENGADAAN GENSET DI ACEH SINGKIL
Sat Reskrim Polres Simalungun Rilis Pengungkapan 43 Kasus 3C, 69 Tersangka Diamankan
Kalapas Labuhan Ruku: Dugaan Pelanggaran Tidak Benar – Kami Jalankan Tugas Secara Profesional dan Transparan
Kalapas Labuhan Ruku: Dugaan Pelanggaran Tidak Benar – Kami Jalankan Tugas Secara Profesional dan Transparan
Lapor Kapolda Jatim, Dugaan Sabung Ayam Undangan di Jatilengger Blitar Direspons “Siap” oleh Kanit Pidum
Lirik Investor Korea Selatan, Pemerintah Kabupaten Langkat Dorong Percepatan Pembangunan Pelabuhan Pangkalan Susu

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:58 WIB

Wakil Sekretaris DPP Madas Sedarah dan Ketua Ormas Sakera Hadiri Pelantikan Abah Edy Macan sebagai Ketua Bidang Hubungan Pemerintahan, TNI dan Polri

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:55 WIB

FMKS-AS PERTANYAAN SEJAUH MANA PROSES PENANGANAN KASUS DUGAAN PENGADAAN GENSET DI ACEH SINGKIL

Selasa, 16 Juni 2026 - 00:28 WIB

Sat Reskrim Polres Simalungun Rilis Pengungkapan 43 Kasus 3C, 69 Tersangka Diamankan

Senin, 15 Juni 2026 - 23:02 WIB

Kalapas Labuhan Ruku: Dugaan Pelanggaran Tidak Benar – Kami Jalankan Tugas Secara Profesional dan Transparan

Senin, 15 Juni 2026 - 22:33 WIB

Kalapas Labuhan Ruku: Dugaan Pelanggaran Tidak Benar – Kami Jalankan Tugas Secara Profesional dan Transparan

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:41 WIB

Lapor Kapolda Jatim, Dugaan Sabung Ayam Undangan di Jatilengger Blitar Direspons “Siap” oleh Kanit Pidum

Minggu, 14 Juni 2026 - 04:17 WIB

Lirik Investor Korea Selatan, Pemerintah Kabupaten Langkat Dorong Percepatan Pembangunan Pelabuhan Pangkalan Susu

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:07 WIB

Pemkab Langkat Resmi Canangkan Sensus Ekonomi 2026,Wabup Tiorita: Berikan Data Akurat

Berita Terbaru

NASIONAL

BHAKTI PRATIWI RING AMRETA SABUANA DI BULAN SURA 2026

Selasa, 16 Jun 2026 - 20:58 WIB