Warga Lengkese Takalar Protes Warkop Belum Beroperasi, LSM Pemantik Sesalkan Sikap Tersebut  

Redaksi laikang jaya grup

- Redaksi

Sabtu, 12 Juli 2025 - 19:38 WIB

40111 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Takalar – teropongbarat.com | Kehebohan terjadi di Desa Lengkese, Kecamatan Manggarabombang, Kabupaten Takalar. Sejumlah warga melayangkan protes keras terhadap sebuah warung kopi (warkop) baru baru ini yang bahkan belum memulai operasionalnya. Protes ini dipicu oleh dugaan bahwa warkop tersebut merupakan rumah bernyanyi yang menyamar sebagai usaha kopi. Aksi protes ini menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Sabtu (11/7/2025)

 

LSM Pemantik, salah satu organisasi yang menyuarakan keprihatinan, menyesalkan tindakan warga Lengkese. Mereka menilai protes tersebut dapat menghambat iklim berusaha dan investasi di daerah tersebut. “Tindakan prematur seperti ini sangat merugikan,” ujar ketua LSM Pemantik Rahman Suandi dg Guling. LSM ini menekankan pentingnya memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk beroperasi dan membuktikan komitmen mereka terhadap peraturan yang berlaku. Mereka mengimbau semua pihak untuk menahan diri dan tidak terburu-buru dalam mengambil kesimpulan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Rahman Suandi dg Guling menyarankan agar warga yang memiliki kekhawatiran berdialog secara konstruktif dengan pemilik usaha dan pemerintah setempat. “Jangan sampai protes yang dilakukan justru merugikan semua pihak sebelum ada bukti konkret mengenai pelanggaran atau gangguan yang terjadi,” imbau LSM Pemantik. Mereka berharap agar masyarakat dapat lebih bijak dalam menyikapi isu-isu yang berkembang dan memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk menunjukkan itikad baiknya.

 

Senada dengan LSM Pemantik, Ketua DPC LSM Bawakaraeng, Zainuddin dg Sila, juga turut memberikan komentar. “Jangan berpikiran fiktif, menuduh tanpa bukti, apalagi warkop tersebut belum beroperasi,” tegas Zainuddin. Pernyataan ini semakin memperkuat seruan untuk menahan diri dan menghindari tindakan yang dapat merugikan pihak lain.

 

Anggota LSM Tombak Keadilan Juga Salah Satu tokoh masyarakat Desa Lengkese, yang akrab di sapa Daeng Liwang, juga memberikan pandangannya. “Berdasarkan pantauan saya, warkop tersebut memang belum beroperasi. Mungkin ada pihak yang memprovokasi masyarakat sehingga menjadi viral,” ungkap Daeng Liwang. Ia menambahkan, jika pemilik warkop telah mengurus izin lengkap, lalu ditutup sebelum beroperasi, siapa yang akan bertanggung jawab atas kerugian yang diderita? “Jika sudah buka, pasti akan membuka lowongan kerja, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Takalar bertambah, dan Corporate Social Responsibility (CSR) masuk ke desa,” tambahnya.

 

Sampai berita ini diturunkan, awak media masih berupaya mendapatkan klarifikasi dari Pemerintah Desa Lengkese dan pemilik Warkop Pamily. Pihak-pihak terkait diharapkan dapat memberikan penjelasan yang transparan untuk meredakan ketegangan dan mencegah potensi konflik yang lebih besar. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya komunikasi yang efektif dan penyelesaian masalah secara bijak dan beradab.

 

Peristiwa di Lengkese ini menjadi sorotan karena menunjukkan betapa pentingnya peran pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Pemerintah diharapkan dapat memfasilitasi dialog antara warga dan pelaku usaha untuk mencapai solusi yang saling menguntungkan. Kejelasan regulasi dan penegakan hukum yang tegas juga sangat diperlukan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

 

Kejadian ini juga menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat untuk lebih teliti dan bijaksana dalam menerima informasi. Verifikasi informasi sebelum menyebarkannya sangat penting untuk mencegah penyebaran berita bohong atau hoaks yang dapat menimbulkan keresahan dan konflik sosial. Pentingnya literasi digital dan kesadaran akan dampak dari tindakan kita perlu terus digaungkan.

 

Semoga kasus ini dapat diselesaikan dengan baik dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun iklim usaha yang sehat dan produktif. Semua pihak perlu bekerja sama untuk menciptakan suasana yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

 

( Redaksi )

Berita Terkait

Ketua DPRK Aceh Singkil H. Amaliun Pohan, Ucapkan Selamat Hari Jadi ke-27 Aceh Singkil
Praktisi Hukum Nilai Walikota Tanjungbalai dan BKPSDM Tutup Mata Terhadap ASN yang Diduga Berpoligami Tanpa Izin
Hadir di Tengah Masyarakat, Patroli Dialogis Dirsamapta Korsabhara Baharkam Polri Pastikan Keamanan Kawasan Publik
Dugaan Aktivitas BBM Mencurigakan di Lorok Ogan Ilir Disorot, Warga Minta Polisi Transparan
Menguji Integritas Ade Kurniawan, Di Balik Skandal Klarifikasi Palsu UPTD VI BMBK Lampung
Dukung Sensus Ekonomi, LAMR Kepulauan Meranti Sambut Hangat Kunjungan Kepala BPS
Perkuat Sinergi Penegakan Hukum, Lapas Kelas IIA Binjai Hadiri Pemusnahan Barang Bukti Inkracht di Kejari Binjai
APBK Aceh Singkil 2026 Akhirnya Disahkan

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 16:55 WIB

Jelang Kenduri Bungong Kayee, Satgas TMMD Bergerak Cepat

Jumat, 24 April 2026 - 15:45 WIB

Air Mata Haru Iringi Kunjungan Satgas TMMD ke Rumah Lansia

Jumat, 24 April 2026 - 15:35 WIB

Kisah Haru di Gunung Cut, TMMD Wujudkan Impian Warga

Jumat, 24 April 2026 - 14:16 WIB

Gotong Royong TNI-Warga Rehab Rumah Lansia

Jumat, 24 April 2026 - 14:03 WIB

Program TMMD 128 Percepat Pembangunan, Rumah Lansia di Gunung Cut Jadi Prioritas

Kamis, 23 April 2026 - 18:35 WIB

Pemdes Gunung Cut Jemput Aspirasi Warga ke Posko TMMD ke-128 Kodim Abdya

Kamis, 23 April 2026 - 18:29 WIB

Satgas TMMD ke-128 Kodim Abdya Mulai Bongkar RTLH di Gunung Cut, 5 Unit Ditargetkan Direhab

Kamis, 23 April 2026 - 18:25 WIB

Air Mata Bahagia Nurhabibah, Rumahnya Direhab Satgas TMMD Kodim Abdya

Berita Terbaru