Muliati Dianiaya di Rumahnya, Pelaku di PN Acih Singkil Hanya Divonis Percobaan 6 Bulan

REDAKSI ACEH SINGKIL

- Redaksi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:48 WIB

40213 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINGKIL. TROPONG BARAT.com –
8 Mei 2026 – Ini bukan sekadar ketidakadilan, ini adalah siksaan kedua yang jauh lebih menyakitkan bagi korban penganiayaan, Muliati, dan seluruh keluarganya. Majelis hakim Pengadilan Negeri Aceh Singkil hari ini menjatuhkan putusan yang sangat memalukan, tidak berperasaan, dan mencederai rasa keadilan: pelaku yang terbukti melakukan penganiayaan terhadap Muliati tepat di dalam rumahnya sendiri tempat yang seharusnya menjadi tempat paling aman dan terlindung hanya divonis hukuman percobaan selama 6 bulan saja. Angka yang sangat konyol, sangat tidak masuk akal, dan menjadi bukti nyata bahwa lembaga ini sama sekali tidak peduli, tidak mengerti, dan tidak mau tahu apa yang sebenarnya dirasakan, diderita, dan dialami oleh Muliati sebagai korban.

Sungguh aib besar yang tak terhapuskan! Di ruang sidang, sudah terungkap jelas fakta yang mengerikan: Muliati diserang, disakiti, dan dianiaya dengan kejam di rumahnya sendiri, tempat ia tinggal, beristirahat, dan seharusnya merasa aman. Akibat perbuatan biadab itu, Muliati menderita luka fisik parah, namun yang jauh lebih berat, lebih menyiksa, dan akan dibawa seumur hidup adalah trauma mental yang mendalam, gangguan jiwa, serta berbagai penyakit fisik dan kejiwaan yang kini dideritanya secara berkepanjangan. Ia tidak bisa tidur nyenyak, selalu ketakutan setiap ada orang mendekat, sering merasakan sakit hebat di sekujur tubuh yang tak kunjung sembuh, jiwanya hancur lebur, dan rasa aman dalam hidupnya lenyap sepenuhnya. Semua penderitaan panjang itu sudah tertulis jelas dalam berkas perkara, hasil visum dan kesaksian — tapi semuanya seolah tak ada harganya, tak ada artinya, dan diabaikan begitu saja di mata hakim PN Aceh Singkil.

Hukuman percobaan 6 bulan? Itu bukan hukuman, itu adalah hadiah manis bagi pelaku, itu adalah lampu hijau untuk melakukan kekerasan lagi, dan itu adalah tamparan keras, penghinaan paling kejam di wajah Muliati dan rasa keadilan masyarakat. Saat amar putusan dibacakan, suasana ruang sidang pecah seketika. Muliati, yang sejak awal berharap hukum akan membelanya, melindunginya, dan memberinya keadilan, langsung menangis histeris, meraung-raung menahan sakit hati yang tak terlukiskan, dan jatuh lemas tak berdaya karena tak sanggup menerima kenyataan pahit ini. Tangisannya bukan sekadar sedih, melainkan jeritan jiwa yang hancur, karena ia merasa hidupnya, haknya, rasa aman, dan masa depannya direnggut paksa — lalu diinjak-injak oleh lembaga yang seharusnya menjadi pelindungnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apakah PN Aceh Singkil benar-benar tidak punya hati nurani? Apakah mereka buta dan tuli terhadap fakta bahwa kekerasan yang terjadi di rumah sendiri memiliki dampak psikologis yang jauh lebih parah, lebih mendalam, dan merusak jiwa selamanya dibandingkan kejadian di tempat lain? Apakah hukuman percobaan 6 bulan itu setimpal dengan penderitaan seumur hidup yang akan dialami Muliati sampai akhir hayatnya? Tentu saja tidak! Keputusan ini sangat memalukan, sangat memalukan bagi seluruh jajaran di lembaga itu. Mereka seolah berteriak lewat putusan itu: “Sakitmu tidak penting, traumamu tidak berharga, penyakitmu tidak ada artinya, air matamu tidak kami lihat  yang penting kami selesaikan perkara ini dengan seenaknya.”

Lembaga Pengadilan Negeri Aceh Singkil seharusnya sangat malu menampakkan wajah di depan umum. Mereka telah gagal total menjalankan tugas konstitusionalnya sebagai penegak hukum dan pelindung rakyat yang lemah. Vonis ini mencoreng habis nama baik peradilan, membuat masyarakat bertanya dengan keras: apakah hukum di sini hanya sekadar tulisan di atas kertas? Apakah keadilan hanya milik mereka yang punya kuasa dan uang, sementara korban seperti Muliati yang menderita harus diam dan menerima penghinaan ini?

Keluarga Muliati dengan suara bergetar, penuh amarah, dan kekecewaan mendalam menyatakan penolakan keras. “Ibu kami Muliati disakiti di rumahnya sendiri, jiwanya rusak hancur, sakitnya tak berkesudahan. (Bima Pohan)

Berita Terkait

Polres Batu Bara Gelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026
Lapas Labuhan Ruku Gelar Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98, Usung Tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”
Polres Batu Bara Gelar Strong Point Pagi, Kapolres Pimpin Langsung Pengaturan Lalu Lintas
Lapas Labuhan Ruku Gelar Tausyiah Kerohanian Islam bagi Warga Binaan Wanita
Belajar dari Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Susun Strategi Percepatan Energi Terbarukan RI
Evaluasi Program Prioritas Kapolri, Wakapolda NTB Tekankan Peningkatan Kinerja dan Harkamtibmas
Sambut Hari Listrik Nasional, PLN Berikan Kemudahan Tambah Daya Listrik bagi Pelanggan
Peningkatan SDM Masyarakat dan Masadepan Indonesia berada ditangan Presiden RI

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:54 WIB

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Dandim 0116/Nagan Raya Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Patriotisme dan Empati

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Danposramil Tadu Raya Laksanakan Monitoring dan Pendampingan KDMP Wilayah Kecamatan Tadu Raya Kabupaten Nagan Raya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:23 WIB

Tetap semangat di Dalam pendampingan penyaluran Makan Bergizi Gratis Babinsa Koramil 03 Senagan Timur di sekolahan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:22 WIB

Dukung Program Pemerintah Babinsa Koramil 02/Seunagan Dampingi Penyaluran MBG di Sekolah

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:20 WIB

BEKALI GENERASI MUDA, BABINSA KORAMIL 05/ DARUL MAKMUR BERIKAN WASBANG KEPADA SISWA PRAMUKA

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Tanamkan Disiplin Sejak Dini, Babinsa Koramil 01/Kuala Kunjungi Sekolah Ajarkan Baris Berbaris

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:46 WIB

TNI Hadir di Tengah Kesulitan Rakyat, Kodim 1410/Bantaeng Distribusikan Air Bersih Untuk Warga Kampung Cabodo

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:07 WIB

Babinsa Dengan Penuh Semangat Bergotong Royong Membantu Membuat Rumah Warga di Desa Binaan

Berita Terbaru