ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
LANGKAT,Teropong Barat.com – Peristiwa pohon tumbang yang menimpa satu unit kendaraan di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), tepatnya di kawasan Kelurahan Perdamaian, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, pada Rabu (03/06/2026) malam, memantik perhatian Gerakan Mahasiswa Bersatu Indonesia Raya (GEMBIRA). Meski tidak ada korban jiwa, insiden tersebut dinilai sebagai sinyal darurat bagi keselamatan pengguna jalan di Kabupaten Langkat.
Ketua GEMBIRA, Iqbal Rangkuti, menekankan bahwa Jalinsum merupakan jalur strategis dengan volume kendaraan yang tinggi, mulai dari kendaraan pribadi, angkutan umum, hingga logistik. Oleh karena itu, kondisi lingkungan di sepanjang ruas jalan tersebut seharusnya menjadi prioritas utama instansi terkait.
“Kejadian ini tidak boleh dianggap sebagai musibah biasa. Ini adalah peringatan bagi pemerintah dan instansi terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pohon-pohon di sepanjang jalur utama.
Jangan sampai menunggu ada korban jiwa baru tindakan nyata dilakukan,” ujar Iqbal saat dikonfirmasi, Kamis (04/06/2026).
Iqbal mendesak adanya langkah preventif yang lebih progresif. Pihaknya meminta instansi berwenang segera melakukan identifikasi terhadap pohon yang sudah tua, lapuk, atau memiliki posisi miring yang membahayakan pengendara.
Menurutnya, pemangkasan rutin atau penebangan pohon berisiko jauh lebih efektif sebagai bentuk mitigasi bencana.
“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Kami mendesak pendataan dan pemeriksaan menyeluruh terhadap pohon di sepanjang Jalinsum wilayah Langkat. Pencegahan harus dikedepankan daripada sekadar merespons setelah musibah terjadi,” tegasnya.
Selain menuntut aksi dari pemerintah, Iqbal juga mendorong koordinasi lintas instansi agar pemeliharaan lingkungan jalan tidak sekadar berorientasi pada estetika, melainkan pada aspek keamanan pengguna jalan.
Di sisi lain, ia mengajak masyarakat untuk proaktif berpartisipasi menjaga keamanan bersama. Ia mengimbau warga segera melapor ke pihak berwenang jika menemukan kondisi pohon di pinggir jalan yang dinilai membahayakan atau tampak rapuh.
Sebagai organisasi kemahasiswaan yang fokus pada isu publik, Iqbal menegaskan bahwa GEMBIRA akan terus mengawal persoalan ini. Ia berharap insiden di Stabat menjadi momentum bagi pemangku kebijakan untuk meningkatkan pengawasan fasilitas publik demi kenyamanan dan keselamatan warga.
“Kami akan terus mengawal isu ini. Prinsipnya, keselamatan masyarakat tidak boleh dikompromikan. Pencegahan harus menjadi ruh dalam set
iap kebijakan publik,” tutupnya.
(Redaksi)
















































