Menteri ESDM, Kapolri dan Panglima TNI Didesak Turun ke Geumpang Pidie, Ribuan Lubang Tambang Emas Ilegal Disorot

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Sabtu, 12 September 2026 - 17:32 WIB

40231 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PIDIE – Aktivitas lubang tambang emas ilegal di kawasan Geumpang, Kabupaten Pidie, Aceh, kembali menjadi sorotan. Keberadaan lubang-lubang tambang di sepanjang kawasan Jalan Pameu–Takengon, khususnya sekitar KM 12 dan KM 14, dinilai membutuhkan perhatian serius pemerintah pusat.

Koordinator Aceh Policy Watch (APW), Muhadi, mendesak Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kapolri, serta Panglima TNI turun langsung ke Geumpang untuk melihat kondisi kawasan yang disebut telah lama menjadi lokasi aktivitas tambang emas ilegal.

“Jangan hanya melihat laporan di atas meja. Menteri ESDM, Kapolri dan Panglima TNI perlu turun langsung ke Geumpang, khususnya kawasan Jalan Pameu–Takengon KM 12 dan KM 14, untuk melihat sendiri kondisi lubang tambang emas ilegal di lapangan,” ujar Muhadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, persoalan tersebut bukan hanya mengenai aktivitas penambangan tanpa izin, tetapi juga menyangkut keselamatan manusia dan potensi kerusakan lingkungan akibat banyaknya lubang tambang yang dibuat di kawasan pegunungan.

Muhadi mengatakan informasi masyarakat menyebut jumlah lubang tambang emas ilegal di kawasan Geumpang mencapai ribuan. Namun, angka tersebut menurutnya perlu diverifikasi melalui pemetaan resmi.

“Kalau memang jumlahnya mencapai ribuan, pemerintah harus melakukan pendataan secara terbuka. Berapa lubang yang masih aktif, berapa yang sudah ditinggalkan dan berapa luas kawasan yang terdampak,” katanya.

Selain lubang tambang, Muhadi juga menyoroti peredaran air raksa atau merkuri yang berkaitan dengan aktivitas pengolahan emas di Geumpang.

Menurutnya, penggunaan merkuri dalam pengolahan emas merupakan persoalan lama yang harus mendapat perhatian serius karena berpotensi mencemari lingkungan.

“Geumpang memiliki sejarah panjang persoalan penggunaan merkuri dalam pengolahan emas. Karena itu, pemerintah harus memastikan dari mana air raksa diperoleh, siapa pemasoknya dan bagaimana bahan tersebut bisa sampai ke lokasi tambang,” ujar Muhadi.

Ia meminta aparat tidak hanya menindak pekerja yang berada di dalam lubang tambang.

“Jangan hanya orang yang berada di lubang yang ditangkap. Rantai pasokan air raksa dan pihak yang membiayai aktivitas tambang juga harus ditelusuri apabila memang ditemukan bukti pelanggaran,” tegasnya.

Muhadi juga mendesak pemerintah melakukan uji laboratorium terhadap air, tanah dan sedimen sungai di sekitar kawasan Geumpang untuk memastikan ada atau tidaknya pencemaran merkuri.

“Kalau negara serius memberantas tambang emas ilegal, maka lubang tambang harus ditertibkan dan peredaran air raksa harus diputus. Jangan sampai masyarakat menjadi korban dari pencemaran yang baru diketahui bertahun-tahun kemudian,” katanya.

Menurut Muhadi, kunjungan langsung pejabat pusat diperlukan agar persoalan Geumpang tidak hanya menjadi laporan berulang tanpa penyelesaian permanen.

“Menteri ESDM, Kapolri dan Panglima TNI kami desak turun langsung ke Geumpang Pidie. Lihat sendiri kondisi lubang tambang emas ilegal di Jalan Pameu–Takengon KM 12 dan KM 14. Negara harus hadir dan memastikan persoalan ini benar-benar diselesaikan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Perkuat Perang Melawan Narkoba, Wakapolres Pidie Hadiri Rakor P4GN Bersama BNN RI dan Pemkab
Praktisi Desak Bareskrim dan BNN RI Ambil Alih Kasus Dua Ruko di Mutiara Timur yang Diduga Produksi Sabu Cair Skala Industri
Kapolres Bireuen Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Seulawah 2026, Digelar Serentak 26 Oktober hingga 8 November 2026
Minggu Kasih, Kapolres Pidie Sambangi Warga Tionghoa, Perkuat Toleransi dan Kerukunan
Jangan Jadikan Rakyat Tumbal, Tertibkan Pemodal, Sita Ekskavator, Dan Tangkap Penadah Emas Geumpang
Keuchik Gampong Tgk. Laweung Buka Suara soal Yayasan Jabal Ulum Pidie: Dugaan Pelecehan Diminta Diusut Tuntas, Anak-anak Harus Dipulihkan
Penertiban PETI Geumpang Kembali Tuai Sorotan, Alat Penambang Rakyat Dibakar Sementara Dugaan Perlindungan terhadap Pemodal Besar Dipertanyakan
Dugaan Pelecehan Seksual di Jabal Ulum Pidie, Aktivis Desak Aparat Usut Tuntas dan Negara Hadir Rehabilitasi Korban

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 18:11 WIB

PERKUAT PEMBINAAN KEROHANIAN, WARGA BINAAN WANITA LAPAS LABUHAN RUKU IKUTI TAUSYIAH KEAGAMAAN BERSAMA KEMENAG KABUPATEN BATU BARA

Selasa, 3 November 2026 - 15:17 WIB

Polda NTB Gelar Anev Program Quick Wins PBM, Tekankan Penurunan Gangguan Kamtibmas Lewat Aplikasi DOS

Selasa, 3 November 2026 - 14:42 WIB

Sat Lantas Polres Batu Bara Gencarkan Edukasi Dan Penindakan Pelanggar Lalu Lintas Dalam Rangka OPS Patuh Toba 2026

Selasa, 3 November 2026 - 09:16 WIB

Kapolres Batu Bara Pimpin Strong Point Serentak, Personel Diterjunkan ke Titik Rawan Kemacetan dan Pusat Keramaian

Selasa, 3 November 2026 - 09:09 WIB

Cegah Balap Liar, Begal dan Kejahatan Jalanan, Polres Batu Bara Gelar Patroli KRYD di Lima Wilayah

Selasa, 3 November 2026 - 06:37 WIB

Percepat Penataan Kota Kawasan Heritage Jalan Asahan, Wakil Wali Kota Tanjungbalai Bersama OPD Terkait Meninjau Langsung Lokasi dan Bertemu Para Pengusaha

Senin, 2 November 2026 - 21:52 WIB

Kunjungan Ketua Presidium FPII Bersama Pengawas DPI Ke Lapas Cianjur,Tinjau SAE Warga Binaan Pemasyarakatan

Senin, 2 November 2026 - 19:32 WIB

Polda NTB Gelar Pengaturan Lalu Lintas Pagi di Depan SMPN 2 Mataram Lewat Program “Polisi Bersama Masyarakat”

Berita Terbaru