Dialog Regional di Unitomo Bahas Urgensi Kembali ke UUD 1945

WAKAPERWIL JATIM

- Redaksi

Rabu, 4 November 2026 - 06:48 WIB

4021 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA – Wacana mengenai arah ketatanegaraan Indonesia menjadi sorotan dalam Dialog Regional bertajuk “Mengapa Kita Kembali ke UUD 1945?” yang diselenggarakan pada Selasa, 3 November 2026, di Aula Gedung F Fakultas Hukum Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Fakultas Hukum Unitomo, PUSPAKOPI HAM Unitomo, dan Kolegial Purnawirawan, Perempuan dan Pemuda Indonesia (K.O.P.I). Dialog tersebut menjadi ruang akademik dan diskusi publik untuk mengkaji kembali perjalanan konstitusi Indonesia serta mengevaluasi sistem ketatanegaraan demi mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diskusi berlangsung antusias dengan menghadirkan sejumlah narasumber yang menyampaikan pandangan dari perspektif moral, kebangsaan, ketatanegaraan, hingga hukum konstitusi.

Prof. Dr. KH. Imam Suprayogo menekankan bahwa kemajuan bangsa tidak cukup hanya diukur melalui pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, pembangunan moral serta peningkatan martabat manusia secara utuh, baik lahir maupun batin, merupakan fondasi penting dalam membangun Indonesia yang berkemajuan.

Sementara itu, Prof. Ir. Daniel Mohammad Rosyid menyoroti pentingnya evaluasi terhadap sistem bernegara. Ia mengajak peserta dialog untuk melihat kembali berbagai persoalan ketatanegaraan secara kritis, sekaligus membuka ruang pemikiran mengenai sistem yang dinilai mampu menjawab tantangan bangsa di masa depan.

Pandangan mengenai hubungan Pancasila dan konstitusi disampaikan oleh Ir. Prihandoyo Kuswanto. Ia menyerukan pentingnya menyatukan kembali Pancasila sebagai roh bangsa dengan UUD 1945 Naskah Asli sebagai landasan kehidupan bernegara. Gagasan tersebut menempatkan nilai-nilai Pancasila dan konstitusi sebagai bagian penting dalam menjaga arah serta jati diri bangsa Indonesia.

Di sisi lain, Dr. Vieta Imelda Cornelis memberikan perspektif kritis mengenai kedudukan konstitusi dalam kehidupan bernegara. Ia mengingatkan bahwa konstitusi tidak seharusnya dipahami sebagai dokumen yang tidak dapat dikaji, melainkan sebagai dokumen fundamental yang perlu dipahami secara cermat dan dapat disempurnakan melalui mekanisme yang sah sesuai kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.

Perbedaan pandangan yang muncul dalam dialog tersebut memperkaya diskusi dan menegaskan pentingnya kajian konstitusi yang terbuka, objektif, serta bertanggung jawab secara akademik.

Perkuat Kolaborasi Akademik dan Pengabdian kepada Masyarakat

Selain dialog dan diskusi publik, kegiatan ini juga ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Arrangement (IA) antarlembaga. Penandatanganan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kerja sama ini, para pihak diharapkan dapat mengembangkan program berkelanjutan dalam bidang kajian konstitusi, pendidikan karakter kebangsaan, serta advokasi dan perlindungan hak asasi manusia.

Dialog Regional ini sekaligus menjadi momentum untuk mendorong masyarakat agar lebih memahami persoalan konstitusi dan berpartisipasi dalam diskursus kebangsaan secara kritis dan konstruktif.

Pembahasan mengenai kemungkinan kembali kepada UUD 1945 Naskah Asli merupakan persoalan ketatanegaraan yang memerlukan kajian mendalam, pertukaran gagasan, serta pertimbangan hukum dan demokrasi. Melalui forum akademik seperti ini, diharapkan lahir pemikiran yang dapat memberikan kontribusi bagi masa depan sistem ketatanegaraan Indonesia, dengan tetap berlandaskan Pancasila, supremasi konstitusi, dan kepentingan rakyat.

(M.sahri)

Berita Terkait

Polres Batu Bara dan Polsek Jajaran Intensifkan Patroli KRYD, Antisipasi 3C, Geng Motor dan Gangguan Kamtibmas
Kapolres Batu Bara Pimpin Strong Point Pagi, Personel Siaga Atur Arus Lalu Lintas di Sejumlah Titik Strategis
Sekolah Terbaik Bukan Sekadar Predikat, Kualitas Guru Harus Dibuktikan
Wabup Syafrizal Apresiasi Prestasi Tim Futsal Batu Bara dan Siap Dukung Berlaga di Tingkat Nasional*
Sat Lantas Polres Batu Bara Sosialisasikan Ops Patuh Toba 2026 dan Ikuti Sosialisasi PPGD Jasa Raharja
HUT Humas Polri ke 75, Polda NTB Perkuat Sinergitas Bersama Insan Pers
Kapolda NTB Buka Audit Kinerja Tahap II 2026, Tekankan Pentingnya Evaluasi dan Perbaikan
Aksi Humanis Polres Simalungun: Kapolres Turun Langsung Tenangkan 130 Warga GERMALAK, Mediasi Berujung Damai dan Massa Pulang dengan Senyuman

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 09:48 WIB

Polres Batu Bara dan Polsek Jajaran Intensifkan Patroli KRYD, Antisipasi 3C, Geng Motor dan Gangguan Kamtibmas

Rabu, 4 November 2026 - 09:24 WIB

Kapolres Batu Bara Pimpin Strong Point Pagi, Personel Siaga Atur Arus Lalu Lintas di Sejumlah Titik Strategis

Rabu, 4 November 2026 - 08:47 WIB

Sekolah Terbaik Bukan Sekadar Predikat, Kualitas Guru Harus Dibuktikan

Rabu, 4 November 2026 - 07:01 WIB

Wabup Syafrizal Apresiasi Prestasi Tim Futsal Batu Bara dan Siap Dukung Berlaga di Tingkat Nasional*

Rabu, 4 November 2026 - 06:50 WIB

HUT Humas Polri ke 75, Polda NTB Perkuat Sinergitas Bersama Insan Pers

Rabu, 4 November 2026 - 06:48 WIB

Dialog Regional di Unitomo Bahas Urgensi Kembali ke UUD 1945

Rabu, 4 November 2026 - 06:45 WIB

Kapolda NTB Buka Audit Kinerja Tahap II 2026, Tekankan Pentingnya Evaluasi dan Perbaikan

Selasa, 3 November 2026 - 22:38 WIB

Aksi Humanis Polres Simalungun: Kapolres Turun Langsung Tenangkan 130 Warga GERMALAK, Mediasi Berujung Damai dan Massa Pulang dengan Senyuman

Berita Terbaru