Diduga Dibekingi Orang Kuat, Proyek Irigasi Rp26,2 M di Lawe Harum Pengerjaan Terindikasi Asal Jadi

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Kamis, 30 April 2026 - 19:51 WIB

40103 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane, Teropong Barat Com,- Pengerjaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi di Lawe Harum, Aceh Tenggara, menuai kritik keras. Proyek bernilai Rp 26,27 miliar itu diduga dikerjakan asal jadi, bahkan disebut-sebut “kebal” karena dibekingi pihak kuat.

Dalam proyek dengan Nomor Kontrak PB 0201-Bws 1.6.1/1704 tersebut dikerjakan oleh PT Hutama Karya (Persero) dengan konsultan pengawas Agrinas Jaladri. Kegiatan ini merupakan bagian dari paket Rehabilitasi dan Peningkatan Jaringan Utama DI kewenangan Provinsi Aceh Tahap II (Paket I), di bawah Satuan Kerja Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, dengan masa pelaksanaan 97 hari kalender.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu bahwa di lapangan, kualitas pekerjaan justru dipertanyakan.

Pada Pantauan menunjukkan sejumlah dinding beton irigasi yang tengah dicor terlihat tidak rapi dan terkesan minim mutu. Bahkan, beredar informasi bahwa sebagian struktur tersebut sebelumnya sempat terdampak banjir hidrometeorologi, akan tetapi hanya ditutup ulang dengan lapisan semen tanpa perbaikan mendasar.

Lebih lanjut bahwa tak hanya itu, indikasi keretakan juga tampak pada bagian bawah dinding irigasi di beberapa titik. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran serius terhadap daya tahan bangunan dalam jangka panjang.


Kritikan dan sorotan juga tertuju pada metode pengerjaan lantai irigasi yang dibangun di atas konstruksi lama, dan Praktik ini dinilai berpotensi menurunkan kualitas struktur, terutama jika tidak disertai penguatan yang memadai sesuai standar teknis.

Sementara itu bahwaPegiat Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Aceh Tenggara, Saleh Selian, secara tegas mengkritik proyek tersebut. Ia menilai pengerjaan yang terkesan asal jadi merupakan bentuk kelalaian serius dalam penggunaan anggaran negara.

Oleh karena itu bahwa,“Ini proyek besar dengan anggaran puluhan miliar rupiah, terapi hasilnya seperti pekerjaan tambal sulam.ujar lira itu, dan kalau benar dikerjakan seperti ini, jelas merugikan masyarakat, dan berpotensi menjadi masalah di kemudian hari,” paparnya.

Lehih lanjut juga Saleh selaku aktivis ini menyoroti dugaan adanya “bekingan” yang membuat proyek tersebut seolah berjalan tanpa pengawasan ketat, dan Ia mendesak aparat penegak hukum, dan instansi terkait untuk turun tangan melakukan audit menyeluruh.
“Jangan sampai proyek strategis seperti ini hanya jadi ajang menghabiskan anggaran. Tegas Saleh lagi.

Oleh karena katanya bahwa hal ini apalagi berkaitan langsung dengan sektor pertanian, dan irigasi yang mendukung ketahanan pangan,” ucapnya.

Kondisi ini dinilai bertolak belakang dengan program prioritas pemerintah pusat dalam mendorong swasembada pangan, khususnya di daerah seperti Aceh Tenggara yang memiliki potensi besar di sektor pertanian.

Selanjutnya bahwa hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai temuan di lapangan tersebut.demikian liputan media ini. (Sadikin)

Berita Terkait

LP2iM Agara Desak Kejati Aceh Usut Tuntas Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Silayar
BPJN 3.5 Diduga Lalai, Proyek Pengaspalan Medan-Kutacane Tanpa Penyiraman Sebabkan Warga Terdampak Debu dan Terancam Kesehatan
Kementerian PUPR Dinilai Lalai, PT Horas Bangun Persada Menang Lelang Proyek Meski Legalitas Galian C Dipertanyakan
Mabes Polri Diminta Selidiki Legalitas Material Galian di Proyek PT Horas di Aceh Tenggara
Kapolres Aceh Tenggara Beri Penghargaan Tiga Kapolsek Terbaik, Kebersihan Mako Jadi Perhatian
Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-74, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Bakti Kesehatan dan Bakti Sosial
CMA Batch 19: Melahirkan Profesional Akuntansi Manajemen Berkelas Dunia
Dana Iklan Diskominfo Aceh Tenggara Disorot, Pemda Diminta Transparan Soal Kerja Sama Media

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 01:28 WIB

PLT Bupati Langkat Tiorita Surbakti Pacu Langkat untuk Naik Kategori KLA

Selasa, 8 September 2026 - 01:13 WIB

Plt Bupati Langkat Tiorita Surbakti Tegaskan Komitmen Lindungi Pekerja Rentan di Langkat

Selasa, 8 September 2026 - 01:09 WIB

Tiorita Surbakti Prihatin Tingginya Angka Perceraian Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

Selasa, 8 September 2026 - 01:04 WIB

Tiorita Surbakti Perintahkan Penertiban Kendaraan Dinas ,Aset Langkat Harus Jelas dan Tertib

Selasa, 8 September 2026 - 00:51 WIB

Plt Bupati Langkat Tiorita Dorong Perubahan APBD 2026 Percepat Pembangunan

Senin, 7 September 2026 - 22:44 WIB

DPRD Langkat Fasilitasi RDP TKBM Karang Rejo , Sepakati Pemilihan Ketua Baru dalam Satu Bulan

Senin, 7 September 2026 - 21:15 WIB

Hendak Temui Humas Pabrik Sawit, Jurnalis Senior di Aceh Singkil Dikeroyok Puluhan Massa di Pos Security

Senin, 7 September 2026 - 20:46 WIB

Tingkatkan Akses Keadilan, LBH Garuda Kencana Indonesia Sumut Jalin MoU dan Gelar Sosialisasi Hukum di Lapas Tanjung Balai

Berita Terbaru