Gekrafs Aceh Harap Menteri Rifky Harsya Dorong Aceh Sebagai Pusat Muslim Fashion

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Senin, 28 Oktober 2024 - 23:12 WIB

40251 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dewan Penasehat DPP Gekrafs Sugiono bersama ketua DPD Gekrafs Aceh Mahfudz Y Loethan

BANDA ACEH – Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Aceh, berharap kepada T Rieky Harsya, sebagai Menteri Ekonomi Kreatif di Kabinet Merah Putih (KMP) yang juga merupakan putra terbaik Aceh yang dikukuhkan sebagai menteri pada 21 Oktober 2024 oleh Presiden Prabowo Subianto, dapat mendorong Aceh menjadi pusat pengembangan fashion muslim di Indonesia.

Dengan populasi muslim yang mayoritas di Aceh, sementara Indonesia sekitar 87% dari total penduduknya atau lebih dari 230 juta jiwa, negara ini memiliki potensi pasar yang besar bagi industri fashion muslim.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini diyakini dapat menjadikan Aceh, dengan kekhasan budayanya, sebagai kiblat fashion muslim di tingkat nasional bahkan internasional.

Ketua Gekrafs Aceh Mahfudz Y Loethan, menekankan bahwa selain fashion muslim, Aceh juga memiliki beberapa subsektor ekonomi kreatif yang menjadi unggulan.

“Selain fashion muslim, kuliner dan cinderamata juga merupakan sektor yang sangat potensial di Aceh. seperti kopi Gayo dan masakan tradisional lainnya yang telah dikenal luas, sementara cinderamata berbasis budaya Aceh juga banyak diminati wisatawan. Potensi ini harus dioptimalkan agar lebih dikenal dan dapat menjadi daya tarik utama dari sektor ekonomi kreatif Aceh,” Sebut Mahfudz, Senin 28 Oktober 2024

Dengan dukungan dari Kementerian Ekonomi Kreatif dalam bentuk pelatihan, fasilitas, dan promosi, Gekrafs Aceh optimis subsektor-subsektor ini dapat terus berkembang.

“Kami yakin di bawah kepemimpinan T. Rifky Harsya, Aceh dapat berkembang menjadi pusat ekonomi kreatif yang kuat di berbagai bidang, dari fashion muslim hingga kuliner dan cinderamata,” Tambah Juru Bicara Badan Pemenangan Aceh Mualem Dek Fadh ini.

Pengembangan sektor-sektor ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru, memperkuat daya saing ekonomi lokal, dan mengukuhkan Aceh sebagai ikon ekonomi kreatif berbasis budaya Islam di Indonesia.

Mahfudz menegaskan pentingnya ekonomi kreatif sebagai sektor strategis untuk mendorong devisa negara.

“Ekonomi kreatif perlu menjadi perhatian serius, karena sektor ini memiliki potensi besar untuk menyumbang devisa bagi negara kita.

Dengan keunikan budaya dan pasar yang luas, Indonesia bisa memanfaatkan ekonomi kreatif untuk bersaing di pasar global,” Paparnya.

Gekrafs merupakan sebuah organisasi gerbong penggerak ekonomi kreatif di Indonesia, yang berfokus pada pengembangan 17 sub sektor ekonomi kreatif sebagai pilar ekonomi di masa depan.

Saat ini organisasi ini digawangi oleh ketua dewan penasehatnya dipimpin oleh Sufmi Dasco Ahmad, Sandiaga Uno Ketua dewan pembina, sementara Kawendra Lukistian sebagai ketua umum yang juga anggota DPRI, dan sejumlah tokoh nasional besar lainnya.

Berita Terkait

SMP Swasta IT Samudera Pasai Mulia Ucapkan Terimakasih Kepada Presiden atas Program Makan Gratis dan Siap Menampung 1000 Santri
Aktivis Kritik Pengelolaan Anggaran Pemkot Banda Aceh, Soroti Pemborosan hingga Desak Penyelidikan
Banding Jaksa Ditolak, Warga Kampong Menang atas Sengketa Lahan dengan PT Laot Bangko
SEKDA Aceh Jebak Muallem dengan Kebijakan JKA
Inilah 75 Khatib Jumat Banda Aceh
Isu “Pengungsi Rekayasa” di Bireuen, Kapolda Aceh Turun Tangan
Oknum Mencatut Nama Ketua PWI Aceh untuk Modus Permintaan Uang, Masyarakat Diminta Waspada
Polda Aceh Gelar Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Babuttaqwa

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 07:32 WIB

Cegah Kekerasan dan Aksi Anarkis, Pelajar dan Pemuda Gelar Diskusi Publik

Selasa, 14 April 2026 - 20:40 WIB

Tolak Gerakan BEM SI Jawabarat, Kasus Andri Yunus Jangan Dijadikan Alibi untuk Aksi Provokatif dan Cederai Simbol Negara

Selasa, 14 April 2026 - 00:32 WIB

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Jumat, 10 April 2026 - 19:38 WIB

Disdukcapil Riau Dilanda Kontroversi: Ros Diblokir Setelah Tolong Warga, Bunga Ditolak Karena Aturan Baju

Jumat, 10 April 2026 - 17:29 WIB

Jaga Anarkisme, M. Aprilyandi: Pelajar dan Pemuda Harus Bersatu Ciptakan Kamtibmas

Senin, 6 April 2026 - 20:38 WIB

Awas Penunggang Gelap: Dugaan Operasi Senyap Framing Panglima TNI lewat Kasus Aktivis KontraS

Jumat, 3 April 2026 - 17:38 WIB

Perkumpulan Praktisi Hukum dan Ahli Hukum Indonesia (Petisi Ahli) Siapkan 1000 Pengacara Dukung Polri Hadapi Gugatan CLS Kasus Ijazah Jokowi

Kamis, 2 April 2026 - 22:53 WIB

Komunitas All Stars dan Gangster, Perkuat Silaturahmi untuk Cegah Tawuran di Jakarta Raya

Berita Terbaru