HARGA BAWANG MERAH GAYO LUES TERJUN BEBAS NAH INI

Aswadi 5411180

- Redaksi

Rabu, 1 November 2023 - 09:59 WIB

40690 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koalisi New$ – com Galus 1 /11/2023.

Bawang Merah merupakan komoditi hortikultura yang menjadi salah satu unggulan pertanian di Kabupaten Gayo Lues, hampir semua rumah tangga terdapat jenis tanaman hortikultura ini mengisi folder bumbu dapur di masing – masing dapurnya selain cabai merah atau cabai rawit, sehingga market untuk terjualnya bawang merah sangatlah tidak dikhawatirkan, namun pada saat ini Petani yang mengusahakan tanaman Bawang Merah di Kabupaten Gayo Lues mengalami terpaan anjloknya harga Bawang Merah dari yang sebelumnya rata – rata di angka Rp 20.000,- perkilogram dibeli dari petani terjun bebas ke angka Rp 10.000,- perkilogramnya dan untuk kualitas terbaik di harga Rp 13.000,- perkilogramnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akademisi Pertanian sekaligus praktisi pertanian J Sumbadha, SP,SH, MH,MP bahwa terjun bebasnya harga Bawang Merah atau tanaman dengan Bahasa Latin Allium cepa tersebut disebabkan karena adanya interpensi pasar terhadap Supply Chain Management (SCM) yang merupakan sinkronisasi dan koordinasi aktivitas – aktivitas yang terkait dengan aliran material atau produk , baik yang ada dalam rangkaian kegiatan budidaya agribisnis bawang merah ataupun diluar itu, tutur Sumbadha

menegaskan, realita yang terjadi pada saat ini supply atau pasokan bawang merah yang meningkat karena banyaknya petani yang stadia panen Bawang Merah , sedangkan demand atau permintaan relatif flat atau datar sehingga sesuai dengan hukum penawaran dan permintaan (supply dan demand) menyebabkan harga bawang merah anjlok bahkan terjun bebas, fenomena ini sering terjadi pada sektor pertanian bahkan pada spectrum komoditi lainnya dan terulang terus bagai circle yang seolah – olah susah diatasi, namun hal ini sebenarnya menurut J Sumbadha dapat diatasi dengan menerjemahkan masalah yang terjadi pada Supply Chain yang secara umum dengan pola Pertanian yang sutainable ataupun yang bekelanjutan guna menerapkan Supply Chain Management,

dalam pola atau system pertanian ini Langkah Teknis yang harus dilakukan adalah pertama Merencanakan Pemetaan Kawasan Pertanian yang terintegrasi serta dirumuskan dengan pola tanam antar waktu dan antar wilayah yang relevan dalam menghadapi situasi pasar,contohnya dipetakan sentra Pertanian Bawang Merah sesuai dengan kajian akademis seperti topografi, klimatologi dll sehingga tersusunnya kalender tanam yang sinergis, Hilirisasi produk bawang merah menjadi bentuk olahan lain, pemanfaatan teknologi pasca panen dalam hal penyimpanan bawang merah agar lebih awet dan tahan lama dengan tidak menurunkan kualitasnya, penyusunan standarisasi produk untuk pasaran premium seperti swalayan dan ekspor, dan berikutnya kesediaan lembaga Pemerintah atau non pemerintah sebagai jembatan pemasaran ke luar wilayah yang tidak memiliki kegiatan agribisnis Bawang Merah. Sumbadha berpendapat bahwa dengan bebarapa langkah teknis tersebut Petani Bawang merah akan lebih merasa nyaman dalam rotasi tanam ketika masa panen dan tidak dihantui dengan ketidak pastian harga, dan metode tersebut sebenarnya dapat diaplikasikan pada jenis komoditi lainnya sehingga siapapum terutama petani sejatinya tidak akan ragu mengusahakan budidaya tertentu terutama ketika menghadapi masa panen .

Salah seorang petani bawang merah yang mengusahakan tanaman Bawang Merah yaitu Andrianto yang profesi utamanya sebagai abdi Negara di Kabupaten Gayo Lues menuturkan bahwa saat ini hasil panen di beberapa petani lainnya juga sedang dilakukan sehingga bawang merah sangat berlimpah pungkasnya, Andrianto yang juga merupakan seorang perwira Angkatan Darat berpangkat Kapten yang saat ini menjabat sebagai Danramil di salah satu kecamatan di Kabupaten Gayo Lues bertani Bawang Merah sejak beberapa tahun terakhir dan keahliannya dalam bercocok tanam bawang merah sudah sangat piawai, dari pengakuannya dalam setiap 1 kg bibit Bawang Merah yang ditanam akan menghasilkan umbi siap panen sekitar 20 – 23 kg,

dalam setiap mulsa dengan panjang 250 meter dihabiskan bibit sekitar 26 kg dan untuk luasan 1 hektare dibutuhkan 25 rol mulsa dengan priode dari setelah tanam dibutuhkan 60 hari untuk siap panen bawang merah, ketika ditanya dengan situasi harga saat ini Pak Anto yang sapaan akrabnya mengatakan bahwa bawang merahnya dibeli oleh pengepul dengan harga Rp 13.000,- per kgnya, Alhamdulillah masih dapatlah walau sedikit ujarnya dengan rasa syukur.

( PUJA )

Berita Terkait

Aksi Nyata Pelajar, SMA Negeri 1 Blangkejeren Turun Langsung Bantu Warga di 3 Desa Kecamatan Rikit Gaib
Rabusin Tegaskan Penegakan Hukum Harus Berpijak pada Fakta Hukum dan Kepastian Hak di Pengadilan Negeri Blangkejeren
Masyarakat Pining Ucapkan Terima Kasih atas Inisiasi Kapolda Aceh Bangun Jembatan Gantung
Kasus Bergulir di Tengah Sorotan, Rabusin Nilai Pengawasan Lembaga Negara Sangat Dibutuhkan
Dugaan Rekayasa Fakta Persidangan, Rabusin Sebut Jaksa Abaikan Batas Lahan dalam Surat Gadai
Di Tengah Tuduhan Dakwaan Dipaksakan Tanpa Dasar Kuat Beranikah Hakim Memvonis
Sorotan Publik Menguat, Komisi III DPR RI Didorong Turun Tangan Awasi Kasus Rabusin Ariga Lingga di Gayo Lues
Diduga Surat “Pesanan” Kepala Desa, Rabusin Ariga Lingga Tuding Ada Rekayasa Bukti dalam Sengketa Lahan

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 16:28 WIB

Melalui Restorative Justice, Forkopimda Langkat Mediasi Perdamaian Kasus Penganiayaan di Salapian

Selasa, 14 April 2026 - 22:43 WIB

Bupati Langkat H.Syah Afandin Bersama Wakil Bupati Tiorita Hadiri Halalbihalal IKAPTK dan LepasTiga Calon Jemaah Haji

Selasa, 14 April 2026 - 21:59 WIB

Memperkuat Pendidikan Islam, Pesantren Ulumul Qur’an dan UINSU Jalin Sinergi Strategis

Selasa, 14 April 2026 - 01:35 WIB

Syah Afandin Terima Audensi SPTI ,Dorong Sinergi dan Kesejahteraan Pekerja Transportasi

Selasa, 14 April 2026 - 01:30 WIB

Duduk Perkara Kasus Salapian: Polres Langkat Tegaskan Penanganan Sesuai Prosedur dan Transparan

Minggu, 12 April 2026 - 18:15 WIB

PCNU Langkat Perkuat “Energi Hijau “,: Halal Bihalal Jadi Ajang Konsolidasi Kader Penggerak

Jumat, 10 April 2026 - 08:56 WIB

Bupati Langkat H.Syah Afandin Genjot RTLH Hingga, Pelosok Desa , Masyarakat Pasar Rawa Terima Manfaat

Kamis, 9 April 2026 - 13:42 WIB

Perkuat Kamtibmas Lewat Humanisme ,Polsek Tanjung Pura Gelar Silaturahmi Lintas Tokoh

Berita Terbaru