Sergai, Sumut || Teropong Barat.com – Kepala Dusun (Kadus) I Desa Bogak Besar, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Misno, menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf terkait insiden yang terjadi saat wartawan melakukan peliputan di Aula Kantor Desa Bogak Besar pada 29 Juli 2026.
Permohonan maaf tersebut disampaikan Misno saat dikonfirmasi awak media Teropong Barat.com di Sei Rampah, Senin (10/8/2026).
Klarifikasi itu disampaikan menyusul kejadian yang sebelumnya viral di media sosial dan menjadi perhatian sejumlah insan pers.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Misno, insiden yang sempat diberitakan sebagai dugaan pelarangan wartawan dalam mengambil dokumentasi foto maupun video terjadi akibat adanya kesalahpahaman antara dirinya dengan sejumlah awak media yang tengah menjalankan tugas jurnalistik.
Misno menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak dilakukan dengan sengaja untuk menghalangi tugas wartawan.
“Kejadian tersebut bukan kesengajaan, melainkan kesalahpahaman yang terjadi antara saya dengan rekan-rekan media yang hadir melakukan tugas jurnalistiknya,” ujar Misno.
Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan klarifikasi dan menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Upaya penyelesaian juga telah dilakukan bersama pihak yang terlibat dalam pemberitaan mengenai dugaan larangan pengambilan foto dan video.
“Upaya klarifikasi dan permohonan maaf juga sudah kita lakukan. Langkah-langkah penyelesaian atas kesalahpahaman tersebut juga sudah kita laksanakan dengan wartawan yang terlibat dalam pemberitaan,” katanya.
Proses klarifikasi tersebut turut dihadiri Kasi Trantib Kasi linggom Opung Sungguh Kecamatan Teluk Mengkudu, Bhabinkamtibmas Bripka Chandra Sibuea , Kadus I Desa Bogak Besar Misno, serta Kadus VII Desa Bogak Besar Surya.
Pertemuan tersebut dilakukan sebagai upaya untuk meluruskan persoalan yang sebelumnya menjadi perhatian masyarakat dan sempat ramai diperbincangkan di media sosial.
Misno juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas kejadian yang sempat viral di media sosial Facebook tersebut.
Ia berharap, klarifikasi dan permohonan maaf yang telah disampaikan dapat mengakhiri kesalahpahaman antara perangkat desa dan insan pers, sekaligus menjaga hubungan baik dalam pelaksanaan tugas masing-masing.
“Saya menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Mudah-mudahan persoalan ini dapat diluruskan dan tidak lagi menimbulkan kesalahpahaman antara perangkat desa dengan rekan-rekan media,” pungkasnya.
Dengan adanya klarifikasi dan permohonan maaf tersebut, diharapkan persoalan yang sebelumnya menjadi perhatian publik dapat diselesaikan secara baik serta tidak menimbulkan kesalahpahaman serupa di kemudian hari.
( Mangisi Siburian )












































