Keluarga Korban Histeris Saksikan Rekonstruksi Pembunuhan Firdaus di Batu Bara

- Redaksi

Rabu, 24 Juli 2024 - 16:13 WIB

40232 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batu Bara | Rekonstruksi pembunuhan

terhadap Mohammad Firdaus Barus alias Uus digelar di halaman Mapolres Batu Bara di Lima Puluh, Rabu (24/7/24).

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rekonstruksi yang berlangsung dalam 13 adegan diawali pertemuan antara korban Mohammad Firdaus Barus alias Uus

yang saat itu berada di satu lokasi pesta dengan tersangka Muhammad Rizki alias Puyul, Senin 22 April 2024 sekira pukul 03.00 WIB.

 

Tiba-tiba tanpa sebab, korbanM Firdaus Barus alias Uus menendang bagian wajah tersangka MR alias Puyul. Begitu ditendang korban, spontan tersangka MR alias Puyul berkata “apa salah

saya, kenapa kau tendang wajah saya’.

 

Lalu korban menjawab ‘kenapa kau tertawai aku’. Tersangka kemudian mengatakan ‘siapa yang menertawai kau’.

 

Karena tersangka masih menjawab, korban langsung memukul wajah tersangka. Lalu tersangka mengatakan kepada korban bahwa dia bukan imbang korban karena badanku kecil. Mungkin jengkel atas jawaban tersangka, kemudian korban menjawab ‘kau

cari imbang aku, siapapun jadi’.

 

Selanjutnya tersangka pergi dari tempat terjadinya keributan dengan korban lalu pulang kerumahnya dan membangunkan ayah kandungnya Bahyar alias Belanda.

 

Kepada ayahnya, tersangka mengadu telah ditendang dan dipukuli oleh korban. Bahkan tersangka mengatakan kalau korban mau mencari imbang.

 

Pada adegan 3 diperagakan

tersangka Bahyar alias Belanda bersama tersangka Muhammad Riski pada malam itu juga keluar dari rumah mereka sembari

membawa sebilah pisau yang dipegang Muhammad Riski dengan tangan sebelah kanan.

 

Keduanya bergerak mencari korban kerumahnya. Namun setiba di depan rumah korban, kedua tersangka ayah dan anak tersebut diam diam saja sambil duduk kemudian jalan mondar mandir untuk menunggu keluarnya korban dari dalam rumahnya.

 

Tetapi karena hingga satu setengah jam korban tidak kunjung keluar dari rumahnya,

kedua tersangka akhirnya kembali ke rumah mereka.

 

Pagi harinya, Senin  22 April 2024 sekitar pukul 08.00 WIB, tersangka Bahyar alias Belanda sarapan diwarung sambil menunggu keluarnya korban dari rumahnya. Karena korban tak kunjung keluar, tersangka Bahyar alias Belanda kembali ke rumahnya.

 

Sore harinya sekira pukul 16.00 WIB, tersangka Bahyar alias Belanda kembali dan duduk – duduk diwarung sembari menunggu korban keluar dari rumahnya.

 

Sekitar setengah jam kemudian, terlihat korban keluar dari rumahnya melalui gang berjalan kaki seorang diri menuju tangkahan ikan.

 

Melihat korban muncul, tersangka Bahyar alias Belanda membangunkan anaknya tersangka Muhammad Riski.

 

Setelah diberitahu ayahnya, tersangka Muhamnad Riski mengambil pisaunya dan menyelipkan ke kantong celananya. Kedua tersangka kemudian mengikuti korban yang masih berjalan menuju tangkahan.

 

Setelah dekat dengan korban tidak jauh dari tangkahan, tersangka M Riski mengeluarkan pisau yang dibawanya. Namun seorang warga memergoki tersangka saat mengeluarkan pisau.

 

Spontan warga berteriak kepada korban bahwa M Riski membawa pisau. Mendengar teriakan warga, korban menoleh kebelakang dan selanjutnya melarikan diri.

 

Namun nahas, baru berlari sekitar 3 meter korban malah terjatuh hingga terlentang.

 

Kesempatan tersebut tidak disia-siakan kedua tersangka. Tersangka Bahyar kemudian menduduki kedua kaki serta memegang kedua tangan korban.

 

Sementara itu, tersangka M Riski menuju sisi kanan korban sembari mencabut pisau yang dibawanya.

 

Tersangka M Riski kemudian menusuk dada sebelah kiri korban menggunakan pisau berulang kali.

 

Korban yang sudah terjepit berusaha memberikan perlawanan dengan melepaskan tangannya dari genggaman tersangka Bahyar kemudian menangkap tangan tersangka M Riski.

 

Mendapat perlawanan, tersangka M Riski terus menekan pisaunya sambil mengarahkan pisaunya kearah tenggorokan korban.

 

Akhirnya ujung pisau tersebut masuk kedalam

tenggorokan korban hingga luka bolong mengeluarkan darah dan akhirnya meninggal dunia.(Rahmat Hidayat)

Berita Terkait

Sambut Hari Listrik Nasional, PLN Berikan Kemudahan Tambah Daya Listrik bagi Pelanggan
Peningkatan SDM Masyarakat dan Masadepan Indonesia berada ditangan Presiden RI
Wakil Bupati Batu Bara Ajak Guru Bersatu Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Perangi Narkoba*
Wali Kota Tanjungbalai Dukung Kegiatan ANANDA BERSINAR Goes To School, Wujudkan Generasi Emas Tanjungbalai Yang Sehat, Cerdas dan Bersih Dari Narkoba
Wali Kota Tanjungbalai Hadiri Pemusnahan Bersama Barang Menjadi Milik Negara (BMMN) dan Barang Bukti Yang Berkekuatan Hukum Tetap oleh Bea dan Cukai serta Kejari Tanjungbalai
Ceria dan Edukatif! Polisi Satwa Korsabhara Polri Kenalkan K-9 dan Kuda Turangga ke Anak-Anak TK Islam Amaryllis*
KAPAL POLISI XXI-2007 DITPOLAIRUD POLDA NTB SALURKAN 1,7 TON AIR BERSIH UNTUK MASYARAKAT PESISIR SEKOTONG
Respons Cepat Kericuhan Mapolda Ketum AKPERSI Apresiasi Kapolrestabes Palembang

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 01:16 WIB

Dari 52 Napi Kabur Maret 2025 Tersisa 6 Orang, Satu yang Baru Ditangkap Tewas, Kalapas: Kami Sudah Bawa Ambulans

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Jalan Nasional Berubah Jadi Sungai, Truk BBM Tertahan: Ironi Infrastruktur di Aceh Tenggara

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 04:18 WIB

Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pusat Kirim Alat Berat Rusak, Bupati Aceh Tenggara: Kami Sangat Kecewa dengan Vendor Pusat

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Video 4,6 Ribu Penonton Bongkar Borok Banjir Abadi Desa Kuning 1, Warga Aceh Tenggara Pilih Mengadu ke Gubernur Jawa Barat

Minggu, 25 Oktober 2026 - 00:49 WIB

Ada Apa dengan Asesmen Medis Lapas Kutacane, Buron dengan Riwayat Paru-Paru dan Lambung Dibiarkan Hingga Tewas Setelah Ditangkap

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:35 WIB

Banjir Susulan Rendam Desa Kuning I, Warga Aceh Tenggara Tagih Solusi Nyata Pemerintah

Berita Terbaru

SUBULUSSALAM

Dua Pelatih Subulussalam Kawal Keshia Solin Menuju Panggung Nasional

Selasa, 27 Okt 2026 - 22:43 WIB