JAKARTA – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Al Washliyah (PW GP Al Washliyah) DKI Jakarta memberikan apresiasi atas langkah tegas Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam mengungkap dan menangkap seorang terduga pengendali jaringan narkotika berinisial MR di kawasan Kampung Bahari, Jakarta Utara.
Ketua PW GP Al Washliyah DKI Jakarta, Dedi Siregar, menilai keberhasilan BNN tersebut merupakan bukti nyata bahwa negara hadir dan tidak memberikan ruang bagi jaringan peredaran gelap narkotika yang mengancam keselamatan masyarakat, khususnya generasi muda.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BNN RI, khususnya Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto beserta seluruh jajaran yang telah menunjukkan ketegasan dalam memberantas jaringan narkotika. Pengungkapan kasus di Kampung Bahari ini menjadi pesan kuat bahwa tidak ada tempat yang aman bagi para pelaku kejahatan narkotika,” ujar Dedi Siregar.
Menurut Dedi, penindakan yang di lakukan BNN RI terhadap jaringan narkotika bukan semata-mata persoalan penegakan hukum, tetapi merupakan bagian penting dari upaya negara menyelamatkan masa depan generasi bangsa.
Dedi menyebut pengungkapan kasus di Kampung Bahari menjadi semakin penting karena kawasan tersebut sebelumnya juga pernah menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian serius dalam pemberantasan narkotika. BNN sendiri dalam operasi sebelumnya telah menempatkan Kampung Bahari sebagai salah satu kawasan yang membutuhkan pendekatan pemberantasan sekaligus pemulihan masyarakat.
Dalam pengungkapan terbaru tersebut, MR disebut sebagai salah satu bos narkoba yang berkaitan dengan kasus kepemilikan sekitar 98 kilogram sabu. Dalam penindakan, aparat juga mengamankan sejumlah barang bukti lain dan selanjutnya mendalami dugaan tindak pidana pencucian uang yang berkaitan dengan hasil kejahatan narkotika.
Dedi menilai langkah BNN untuk tidak berhenti pada penangkapan pelaku dan penyitaan barang bukti narkotika merupakan langkah yang tepat. Menurutnya, pemberantasan jaringan narkoba harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk menelusuri aliran dana dan aset yang diduga berkaitan dengan aktivitas kejahatan narkotika.
“Kami mendukung langkah BNN untuk mendalami dugaan TPPU. Usut aliran uang dan aset yang diduga berasal dari kejahatan narkotika juga harus ditelusuri secara tuntas sesuai ketentuan hukum. Dengan begitu, jaringan narkotika tidak hanya dipukul dari sisi peredaran barang, tetapi juga dari sisi keuntungan ekonominya,” katanya.
Kado Nyata Menjelang HUT Kemerdekaan RI
Dedi Siregar menyebut keberhasilan BNN tersebut menjadi salah satu bentuk kado nyata bagi masyarakat Indonesia menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Di momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini, keberhasilan BNN membongkar jaringan narkotika menjadi kado nyata bagi masyarakat
Karena itu, Dedi meminta agar keberhasilan penangkapan MR tidak menjadi akhir dari penanganan perkara, tetapi menjadi pintu masuk untuk mengungkap jaringan yang lebih luas.
“Kami berharap BNN terus mengembangkan kasus ini. Siapa saja yang terlibat harus diproses berdasarkan hukum dan fakta penyidikan. Jangan berhenti pada satu orang apabila memang masih ada jaringan lain di belakangnya,” tegas Dedi.
Apresiasi untuk Sinergi Aparat Penegak Hukum
BNN dalam berbagai program pemberantasannya juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dan masyarakat untuk mewujudkan Indonesia Bersinar atau Bersih Narkoba.
Dedi menilai masyarakat juga memiliki peran penting dalam membantu aparat. Masyarakat diminta tidak bersikap apatis apabila mengetahui adanya indikasi penyalahgunaan atau peredaran narkotika di lingkungannya.
Generasi Muda Harus Jadi Benteng Utama
Sebagai organisasi kepemudaan, PW GP Al Washliyah DKI Jakarta, lanjut Dedi, memiliki komitmen untuk terus mendorong keterlibatan pemuda dalam gerakan pencegahan penyalahgunaan narkotika.
Dedi mengatakan pemuda harus menjadi kekuatan utama dalam membangun lingkungan yang sehat, produktif dan bebas dari narkoba.
“Pemuda jangan sampai menjadi sasaran pasar jaringan narkoba. Pemuda harus menjadi benteng. Karena itu, kami mengajak seluruh organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, keluarga dan dunia pendidikan untuk bersama-sama memperkuat edukasi bahaya narkoba,” ujarnya.
Ia juga memberikan penghargaan terhadap jajaran BNN yang terus menunjukkan komitmen dalam pemberantasan narkotika. BNN sebelumnya juga mencatat berbagai pengungkapan jaringan narkotika serta pemusnahan barang bukti dalam jumlah besar sepanjang 2026.
“Kami tidak ingin generasi muda Indonesia kehilangan masa depannya karena narkoba. Karena itu, setiap langkah aparat yang bertujuan memutus jaringan narkotika harus mendapatkan dukungan masyarakat. Kami memberikan apresiasi kepada Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto dan seluruh jajaran. Terus bekerja, terus ungkap jaringan narkoba, dan jangan beri ruang bagi para pelaku kejahatan narkotika,” pungkas Dedi Siregar.
PW GP Al Washliyah DKI Jakarta, kata Dedi, akan terus mendukung langkah-langkah positif pemerintah dan aparat penegak hukum dalam menciptakan lingkungan yang aman serta melindungi generasi muda dari ancaman narkotika.
“Kemerdekaan harus diisi dengan membangun generasi yang sehat, kuat dan produktif. Indonesia maju membutuhkan generasi muda yang bersih dari narkoba,” tutupnya. (*)















































