Lansia Sakit dan Kelaparan di Surabaya, Dugaan Kelalaian Pemerintah Menuai Sorotan

KAPERWIL JAWA TIMUR

- Redaksi

Minggu, 29 Maret 2026 - 23:43 WIB

4031 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya, // Teropongbarat.com 29 Maret 2026 — Kondisi memprihatinkan dialami seorang kakek lanjut usia yang telah tinggal selama kurang lebih 10 tahun di Surabaya. Kakek tersebut dilaporkan tengah sakit dan mengalami kelaparan selama tiga hari terakhir tanpa adanya pendampingan dari keluarga maupun kerabat.Peristiwa ini terjadi di wilayah Kelurahan Kejawan Putih Tambak, Kecamatan Mulyorejo. Kakek lansia tersebut diketahui hidup seorang diri di sebuah gubuk yang jauh dari kata layak huni. Kondisi fisiknya yang lemah serta keterbatasan ekonomi membuatnya tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

Situasi ini memicu keprihatinan dari berbagai pihak, termasuk Musawwi selaku Ketua SAPURA. Ia menilai bahwa kondisi ini mencerminkan adanya dugaan kelalaian dari pihak pemerintah setempat, baik di tingkat kelurahan maupun dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya.

“Ini sangat miris. Di kota sebesar Surabaya, masih ada warga yang terlantar, sakit, dan kelaparan hingga berhari-hari tanpa penanganan. Kami menduga ada pembiaran atau kurangnya respons cepat dari pihak terkait,” ujar Musawwi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, peran aktif pemerintah daerah sangat dibutuhkan dalam memastikan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia yang hidup sebatang kara. Ia juga menyoroti pentingnya sistem pendataan dan pengawasan sosial agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Lebih lanjut, Musawwi berharap dengan adanya pemberitaan ini, pihak Pemerintah Kota Surabaya dan aparat setempat dapat segera turun tangan memberikan bantuan medis, pangan, serta tempat tinggal yang layak bagi kakek tersebut.

“Semoga ini menjadi perhatian serius. Jangan sampai di era digital seperti sekarang, masih ada warga yang luput dari perhatian pemerintah,” tambahnya.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa di balik kemajuan sebuah kota besar, masih terdapat persoalan sosial yang membutuhkan perhatian dan aksi nyata dari semua pihak, khususnya pemerintah sebagai pemangku kebijakan.

Redaksi//

Teropongbarat.com 

Aziz

Berita Terkait

Bhabinkamtibmas Desa Padangsambian Kaja Laksanakan Pemantauan Pemilahan Sampah di PDU Kota Denpasar
Tiktokers Heri Sweke Resmi Ditetapkan Tersangka oleh Satreskrim Polres Grobogan 
Pendampingan Sidang Anak, Bapas Saumlaki Pastikan Hak Anak Terpenuhi
DPP KNPI Ajak Masyarakat Indonesia Doakan Presiden Prabowo, Berhasil Kerja Sama Minyak Dan Gas dengan Putin
Ngaji Sambil Ngopi, Tradisi Rutin Anjang Sana Majelis Ta’lim Raudhatul Jannah di Desa Kembiritan
Proyek Swakelola UPTD Wilayah VI Coreng Citra Gubernur Lampung Mirza 
Mencetak Karakter Generasi Penerus Bangsa
Hadir Untuk Negeri, Satgas Yonif 521/DY Berikan Pelayanan Kesehatan di Distrik Kelila

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 14:15 WIB

Mau Ikut PTSL? Ketahui Biaya Persiapannya yang Berlaku di Masing-Masing Wilayah

Selasa, 21 April 2026 - 10:59 WIB

Akhir Perjuangan Panjang, Sertipikat Tanah Mbah Tupon Kembali ke Tangan yang Berhak

Senin, 20 April 2026 - 02:10 WIB

Plasma PT Laot Bangko: Dua Kali Seremonial, Sekali Lagi Ketidakpastian?

Jumat, 17 April 2026 - 21:22 WIB

Plasma Disorot, Pembagian Dinilai Tak Proporsional: Dari 8 Koperasi di SK, Hanya 3 Terima Sertifikat

Jumat, 17 April 2026 - 16:46 WIB

Warga Transmigrasi Diduga Diintimidasi, Kasus Lahan Longkib Kian Memanas

Kamis, 16 April 2026 - 21:41 WIB

Batas Jabatan Kepsek SLTA Dilanggar, Pengawasan Cabdin Subulussalam Dipertanyakan

Kamis, 16 April 2026 - 21:19 WIB

Batas Jabatan Kepsek SLTA Dilanggar, Pengawasan Cabdin Subulussalam Dipertanyakan

Kamis, 16 April 2026 - 17:41 WIB

Mediasi yang Timpang di Longkib: Dari Forum Damai ke Desakan Evaluasi Camat dan Dugaan Keterlibatan Oknum Kades

Berita Terbaru