Pakpak Bharat, TeropongBarat.com – Suasana asri Bukit Pncinaren di Desa Silima Kuta, Kecamatan Tinada, kembali menjadi saksi berlangsungnya Ritual Adat Menanda Tahun Lebbuh Sinamo, tradisi sakral yang diwariskan turun-temurun oleh Marga Sinamo, khususnya masyarakat dari Desa Prongil dan Desa Silima Kuta.
Dikelilingi hutan kecil dan aliran sungai, Pncinaren menjadi lokasi yang diyakini memiliki nilai sejarah sekaligus spiritual bagi keturunan Marga Sinamo.
Pncinaren, Jejak Awal Marga Sinamo
Bagi Marga Sinamo, Pncinaren merupakan tempat yang disakralkan. Menurut cerita turun-temurun, lokasi ini menjadi tempat pertama kali Mpung Sinamo tiba dari Sicike-Cike, yang dikenal sebagai asal-usul Sipitu Marga, di mana Marga Sinamo menjadi salah satu bagiannya.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Konon, di bukit ini Mpung Sinamo pernah menjemur emas atau mncinar miliknya. Di tempat yang sama pula ia bertemu dengan Marga Solin hingga kemudian memperoleh sebidang tanah yang luas sebagai kawasan permukiman bagi keturunannya.
Ritual Memohon Berkah Sebelum Musim Tanam
Upacara Menanda Tahun merupakan tradisi adat masyarakat Pakpak yang dilaksanakan setiap tahun menjelang musim tanam. Ritual ini menjadi bentuk permohonan kepada Sang Pencipta dan penguasa alam agar musim perladangan berjalan baik, hasil panen melimpah, serta hubungan harmonis antara manusia, alam, dan leluhur tetap terjaga.
Dalam prosesi tersebut, seekor ayam disembelih kemudian diperiksa bagian-bagian tertentu oleh tetua adat. Dari hasil pemeriksaan itu dipercaya akan diperoleh petunjuk mengenai jenis tanaman yang baik ditanam pada tahun berjalan, berbagai pantangan yang harus dipatuhi, hingga arah datangnya rezeki bagi masyarakat.

Tradisi ini menjadi simbol kuat bagaimana masyarakat Pakpak menjaga keseimbangan antara kehidupan, alam, dan nilai-nilai budaya yang diwariskan leluhur.
Pemerintah Dukung Pelestarian Budaya Pakpak
Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat melalui Dinas Pariwisata menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pelaksanaan Ritual Menanda Tahun sebagai bagian dari upaya melestarikan adat dan budaya Pakpak.
Kepala Dinas Pariwisata Pakpak Bharat, Maringan Bancin, ST, MT, yang hadir mewakili Bupati Pakpak Bharat, mengatakan pelestarian budaya merupakan salah satu tujuan utama berdirinya Kabupaten Pakpak Bharat.
“Menjaga adat dan budaya Pakpak merupakan bagian penting dari identitas daerah. Kabupaten Pakpak Bharat hadir sebagai benteng utama pelestarian budaya dan tradisi Pakpak, sehingga kegiatan seperti Menanda Tahun patut terus didukung dan dilestarikan,” ujarnya.
Ritual Menanda Tahun tidak hanya menjadi warisan budaya yang sarat makna, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara manusia, alam, dan nilai-nilai kearifan lokal yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.//ujg-tbpb,..

















































