PT BSM Diterpa Berbagai Persoalan: Sengketa Lahan, Dugaan Pencemaran Lingkungan hingga Laporan Penganiayaan yang Dinilai Warga sebagai “Playing Victim”

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:08 WIB

40282 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Subulussalam – PT Bensuli Salam Makmur (BSM) yang beroperasi di Kampong Cepu, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, kini menghadapi berbagai persoalan yang memicu keresahan masyarakat. Mulai dari sengketa lahan, dugaan pencemaran lingkungan, tuntutan pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), hingga munculnya laporan dugaan penganiayaan yang oleh sebagian warga dinilai sebagai upaya mengalihkan perhatian dari persoalan utama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengukuran Lahan oleh BPN Gagal Dilaksanakan

Salah satu persoalan yang masih menjadi polemik adalah sengketa lahan di area pabrik PT BSM. Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Subulussalam sebelumnya berencana melakukan pengukuran terhadap lahan yang menjadi objek sengketa antara perusahaan dengan warga yang mengklaim sebagai pemilik tanah.

Namun, proses pengukuran tersebut akhirnya tertunda karena kuasa warga yang mengaku memiliki lahan berbatasan dengan area PT BSM menolak pelaksanaan pengukuran. Penolakan dilakukan dengan alasan belum diperlihatkannya warkah atau dokumen dasar penerbitan Sertifikat Hak Milik (SHM) yang menurut mereka diduga memiliki persoalan baik secara prosedural maupun substansial.

Sejumlah warga juga mengaku sebagian lahan milik mereka telah masuk ke dalam kawasan pabrik PT Bensuli Salam Makmur sehingga mereka meminta persoalan tersebut diselesaikan secara terbuka dan sesuai ketentuan hukum.

Warga Keluhkan Asap, Abu dan Bau Menyengat

Selain persoalan lahan, masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan pabrik juga mengeluhkan dampak lingkungan dari aktivitas operasional perusahaan.

Menurut sejumlah warga Kampong Cepu, selama pabrik beroperasi mereka sering terdampak asap, abu hasil pembakaran, serta bau yang sangat menyengat sehingga mengganggu kenyamanan dan aktivitas sehari-hari.

Djaini, salah seorang tokoh masyarakat Kampong Cepu, mengatakan keluhan tersebut sudah berlangsung cukup lama dan berharap perusahaan memberikan perhatian serius terhadap dampak yang dirasakan masyarakat.

“Kami setiap hari merasakan asap, abu dan bau yang sangat mengganggu. Ini yang menjadi persoalan utama yang seharusnya diselesaikan,” ujarnya.

Laporan Dugaan Penganiayaan Dinilai Mengaburkan Persoalan Pokok

Di tengah berbagai persoalan tersebut, muncul laporan dugaan penganiayaan yang dibuat oleh salah satu pemegang saham PT Bensuli Salam Makmur, Heppy Bancin, setelah aksi demonstrasi warga di depan pabrik.

Sejumlah warga menilai laporan tersebut justru berpotensi menggeser perhatian publik dari tuntutan utama masyarakat mengenai penyelesaian sengketa lahan, pelaksanaan CSR, dan dampak lingkungan.

“Jangan dibalik seolah-olah masyarakat yang bermasalah. Yang kami perjuangkan adalah hak masyarakat yang selama ini belum dipenuhi,” ujar salah seorang warga.

Djaini juga menegaskan bahwa informasi mengenai adanya penganiayaan tersebut tidak sesuai dengan apa yang diketahuinya di lapangan.

“Ini justru terkesan mengalihkan persoalan yang sebenarnya. Persoalan utama adalah dampak operasional perusahaan terhadap masyarakat,” katanya kepada awak media.

Menurut warga, permintaan yang mereka sampaikan bukanlah pungutan, melainkan tuntutan agar perusahaan melaksanakan tanggung jawab sosial dan memenuhi komitmen yang pernah dibahas bersama Pemerintah Kota Subulussalam.

Arpiandi Bancin alias Ucok mengatakan masyarakat hanya menginginkan perusahaan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.

“Jalan rusak kami perbaiki secara swadaya, sementara aktivitas perusahaan terus berjalan. Yang kami tuntut adalah tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat sekitar,” ujarnya.

Warga Minta Persoalan Diselesaikan Secara Menyeluruh

Hingga saat ini belum tercapai kesepakatan antara warga dengan pihak PT Bensuli Salam Makmur. Bik terkait Lahan Pabrik maupun persoalan CSR yang tak tuntas. //@

Berita Terkait

Perwira Lulusan Akpol Diuji: Mampukah Bongkar Pemalsuan Tanda Tangan dan Dugaan Mafia Tanah Lae Saga?
Mediasi PT BSM dengan Warga Cepu Gagal, Warga Minta Wali Kota Subulussalam Turun Tangan
Putusan NO Tak Menghapus Jejak Dokumen dalam Sengketa Lae Saga
Dari Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan, Kasus Lae Saga Mengarah ke Dugaan Mafia Tanah 150 Hektare
Tanda Tangan “Karangan”, Berkas Pulang dari Jaksa Subulussalam
Memahami Putusan PN Singkil: Perdata Tak Tetapkan Pemilik Lahan, Proses Pidana Berjalan
Kantor Pertanahan Subulussalam Dukung Descente PN Singkil, Pastikan Objek Perkara Terukur dan Jelas
Pemko Subulussalam Bahas Penyelesaian Lahan Lapas dan Rencana Pembangunan Pengadilan Negeri

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 01:28 WIB

PLT Bupati Langkat Tiorita Surbakti Pacu Langkat untuk Naik Kategori KLA

Selasa, 8 September 2026 - 01:13 WIB

Plt Bupati Langkat Tiorita Surbakti Tegaskan Komitmen Lindungi Pekerja Rentan di Langkat

Selasa, 8 September 2026 - 01:09 WIB

Tiorita Surbakti Prihatin Tingginya Angka Perceraian Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

Selasa, 8 September 2026 - 01:04 WIB

Tiorita Surbakti Perintahkan Penertiban Kendaraan Dinas ,Aset Langkat Harus Jelas dan Tertib

Selasa, 8 September 2026 - 00:51 WIB

Plt Bupati Langkat Tiorita Dorong Perubahan APBD 2026 Percepat Pembangunan

Senin, 7 September 2026 - 22:44 WIB

DPRD Langkat Fasilitasi RDP TKBM Karang Rejo , Sepakati Pemilihan Ketua Baru dalam Satu Bulan

Senin, 7 September 2026 - 21:15 WIB

Hendak Temui Humas Pabrik Sawit, Jurnalis Senior di Aceh Singkil Dikeroyok Puluhan Massa di Pos Security

Senin, 7 September 2026 - 20:46 WIB

Tingkatkan Akses Keadilan, LBH Garuda Kencana Indonesia Sumut Jalin MoU dan Gelar Sosialisasi Hukum di Lapas Tanjung Balai

Berita Terbaru