Pasangan Mualem-Dekfad Berkomitmen Wujudkan Aceh Menjadi EMBARKASI HAJI INDONESIA

TB

- Redaksi

Jumat, 8 November 2024 - 21:39 WIB

40186 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

”Embarkasi ini adalah bandara pusat HAJI dan UMROH INDONESIA dan lahan tersedia 1500ha di daerah Blangbintang sampai dengan Krueng Raya”

BANDA ACEH – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem) dan Fadhullah (Dek Fad), telah menyampaikan rencana besar untuk mengembalikan kejayaan Aceh sebagai pusat manasik haji. Dalam visi dan misinya, pasangan ini menargetkan pembangunan Syiah Kuala Islamic Center sebagai pusat penyelenggaraan manasik haji terbesar di Asia Tenggara.

T. Iskandar Daud, mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) yang mendukung Mualem-Dek Fad, menjelaskan bahwa pembangunan Islamic Center ini akan menjadi daya tarik besar. Menurutnya, Aceh memiliki lokasi geografis strategis yang memungkinkan embarkasi haji di Aceh menjadi lebih efisien dan menghemat waktu perjalanan calon jemaah menuju Arab Saudi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pembangunan Syiah Kuala Islamic Center diharapkan tidak hanya melayani masyarakat Aceh, tetapi juga seluruh Nusantara dan Asia Tenggara. Dengan fasilitas yang lengkap, Islamic Center ini akan menyediakan pelayanan manasik haji dan umrah yang terpadu. Mualem-Dek Fad menginginkan Aceh menjadi pilihan utama untuk manasik haji bagi calon jemaah dari berbagai negara tetangga.

Pasangan ini mengusung visi “Aceh Islami, Maju, Bermartabat, dan Berkelanjutan” dalam Pilkada Aceh 2024. Mualem dan Dek Fad menyatakan bahwa penguatan keislaman adalah dasar dari setiap program yang akan dijalankan, termasuk melalui pengembangan fasilitas ibadah, pusat pendidikan Al-Quran, serta kegiatan sosial berbasis zakat dan sedekah.

Terkait dengan konsep Aceh yang Islami, Mualem-Dek Fad merencanakan program-program penting lainnya, seperti penataan Masjid Raya Baiturrahman sebagai pusat kegiatan masyarakat, serta pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf yang lebih efektif. “Kami ingin menjadikan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap T. Iskandar.

Untuk mendukung kegiatan keagamaan, pasangan ini akan menggalakkan pembelajaran tahsin Al-Quran, dimulai dari usia dini hingga orang dewasa. Mereka berkomitmen agar seluruh lapisan masyarakat Aceh, mulai dari anak-anak hingga orang tua, dapat membaca Al-Quran dengan baik sebagai bagian dari penguatan syariat Islam.

Cawagub Fadhullah juga menekankan bahwa pembangunan Islamic Center ini akan membuka lapangan pekerjaan bagi lulusan pesantren (dayah) dan tenaga lokal. Menurutnya, keberadaan embarkasi haji di Aceh akan memicu pertumbuhan ekonomi yang signifikan, termasuk peningkatan fasilitas pendukung seperti hotel berbintang lima dan sektor jasa lainnya.

Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) di Aceh Besar juga akan dijadikan sebagai titik keberangkatan utama, menggantikan peran Bandara Soekarno-Hatta yang sudah sangat padat. “Bandara SIM memiliki potensi besar untuk melayani embarkasi haji secara langsung,” terang T. Iskandar.

Selain aspek ekonomi, program Mualem-Dek Fad ini juga dinilai sebagai langkah untuk memperkuat identitas Aceh sebagai daerah dengan penerapan syariat Islam yang kental. “Aceh telah ditetapkan oleh DPR RI sebagai pusat keberangkatan haji di Indonesia. Ini merupakan tanggung jawab besar yang harus dilaksanakan dengan baik,” tambah Fadhullah.

Mualem-Dek Fad juga merencanakan peningkatan infrastruktur dan pelayanan bagi para jemaah, sehingga calon haji dapat merasakan kemudahan dan kenyamanan sebelum berangkat ke Tanah Suci. Mereka berkomitmen untuk bekerja sama erat dengan Kementerian Agama RI untuk mewujudkan rencana ini.

Selain itu, pasangan ini akan mewajibkan pembelajaran Al-Quran sejak usia dini. Mereka menyadari bahwa membaca Al-Quran adalah kebiasaan yang harus diawali sejak kecil dan dijaga hingga dewasa. “Kita akan wajibkan tahsin Al-Quran mulai dari anak-anak hingga orang tua,” kata T. Iskandar.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, pasangan Mualem-Dek Fad berharap program ini dapat memperkokoh peran Aceh sebagai salah satu pusat keislaman di Indonesia dan Asia Tenggara.(*)

Berita Terkait

SEKDA Aceh Jebak Muallem dengan Kebijakan JKA
Inilah 75 Khatib Jumat Banda Aceh
Isu “Pengungsi Rekayasa” di Bireuen, Kapolda Aceh Turun Tangan
Oknum Mencatut Nama Ketua PWI Aceh untuk Modus Permintaan Uang, Masyarakat Diminta Waspada
Polda Aceh Gelar Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Babuttaqwa
Rehabilitasi Gedung Rawat Jalan Lama RSJ Aceh Telan Anggaran Rp4,8 Miliar, Diharapkan Tingkatkan Layanan Kesehatan
Webinar GAMIES Aceh bahas saatnya UMKM Melek Hak Kekayaan Intelektual (HKI)
Festival Ramadhan Webinar Series GAMIES Aceh 2026 Digelar 1–15 Maret, Libatkan 9 Pemateri Lintas Daerah

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 00:37 WIB

Ratusan Korban Banjir Mengadu ,Syah Afandin Siap Boyong Perwakilan Masa ke Kementerian Sosial

Senin, 20 April 2026 - 23:49 WIB

Temui Masa Aksi , Bupati Langkat Janji Kawal Jaminan Hidup Korban Banjir ke Pusat

Minggu, 19 April 2026 - 16:28 WIB

Melalui Restorative Justice, Forkopimda Langkat Mediasi Perdamaian Kasus Penganiayaan di Salapian

Selasa, 14 April 2026 - 22:43 WIB

Bupati Langkat H.Syah Afandin Bersama Wakil Bupati Tiorita Hadiri Halalbihalal IKAPTK dan LepasTiga Calon Jemaah Haji

Selasa, 14 April 2026 - 21:59 WIB

Memperkuat Pendidikan Islam, Pesantren Ulumul Qur’an dan UINSU Jalin Sinergi Strategis

Selasa, 14 April 2026 - 01:35 WIB

Syah Afandin Terima Audensi SPTI ,Dorong Sinergi dan Kesejahteraan Pekerja Transportasi

Selasa, 14 April 2026 - 01:30 WIB

Duduk Perkara Kasus Salapian: Polres Langkat Tegaskan Penanganan Sesuai Prosedur dan Transparan

Minggu, 12 April 2026 - 18:15 WIB

PCNU Langkat Perkuat “Energi Hijau “,: Halal Bihalal Jadi Ajang Konsolidasi Kader Penggerak

Berita Terbaru