ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
LANGKAT, Teropong Barat.com | Suasana penuh harapan dan semangat kolaborasi menyelimuti Kecamatan Binjai hari ini. Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbang Desa) Tahun 2025 secara serentak resmi dimulai di seluruh desa se-Kecamatan Binjai, dengan Desa Perdamaian menjadi tuan rumah pembukaan. Acara ini berlangsung di Aula Kantor Desa Perdamaian, Jalan Tengku Amir Hamzah, pada Senin, (21 7/2025,)pukul 14.00 WIB. Pembukaan Musrenbang ini menjadi langkah krusial dalam menyusun rencana pembangunan yang aspiratif, inklusif, dan berkelanjutan untuk masyarakat Binjai di tahun mendatang.
Musrenbang Desa merupakan forum strategis di mana setiap suara warga desa memiliki arti. Perwakilan masyarakat dari berbagai elemen, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, pemuda, perempuan, hingga perangkat desa, berkumpul untuk mengidentifikasi kebutuhan prioritas, menggali potensi lokal, dan merumuskan usulan program pembangunan yang tepat sasaran.
“Musrenbang Desa adalah jantung dari pembangunan kita,” ujar Tampil Sembiring, ST, Sekretaris Kecamatan Binjai, dalam sambutannya saat meninjau salah satu pelaksanaan Musrenbang. “Ini bukan hanya tentang mengumpulkan daftar keinginan, tetapi tentang menciptakan ruang dialog yang nyata, di mana setiap gagasan dan masukan dihargai. Dari sinilah kita akan melahirkan program-program yang benar-benar menjawab kebutuhan dan aspirasi masyarakat.”
Fokus Pembangunan dan Aspirasi Masyarakat
Fokus utama Musrenbang Desa Tahun 2025 di Kecamatan Binjai mencakup berbagai sektor krusial, antara lain:
* Peningkatan Infrastruktur: Pembangunan dan perbaikan jalan desa, jembatan, drainase, serta fasilitas umum lainnya untuk mendukung konektivitas dan kualitas hidup masyarakat.
* Pengembangan Ekonomi Lokal: Program pemberdayaan UMKM, pelatihan keterampilan, bantuan modal usaha, serta pengembangan potensi pertanian dan pariwisata desa untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga.
* Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia: Perbaikan fasilitas pendidikan dan kesehatan, program kesehatan masyarakat, serta peningkatan akses terhadap layanan dasar.
* Pengelolaan Lingkungan Hidup: Inisiatif keberlanjutan, pengelolaan sampah, dan pelestarian lingkungan desa.
* Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Desa: Peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran desa.
Diharapkan, melalui proses Musrenbang Desa yang partisipatif ini, rencana pembangunan desa akan menjadi cerminan nyata dari keinginan dan kebutuhan masyarakat. Usulan-usulan yang dihasilkan akan dibawa ke forum Musrenbang tingkat Kecamatan, kemudian Kabupaten, untuk disinergikan menjadi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang komprehensif.
Masyarakat Binjai diimbau untuk turut serta aktif dalam setiap tahapan Musrenbang Desa. Kehadiran dan kontribusi setiap elemen masyarakat adalah kunci keberhasilan dalam mewujudkan Binjai yang lebih maju, sejahtera, dan mandiri di masa depan.Peran Pemerintah Desa dan Dukungan Terhadap Perekonomian.
Terpisah, Kepala Desa Perdamaian Sugiono menyampaikan apresiasinya. “Terima kasih atas partisipasi Bapak, Ibu, Saudara, Saudari, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda yang telah hadir dan memberikan kritik, saran, serta usulan bagi Desa Perdamaian. Dengan Musrenbang Desa Tahun 2025 ini, desa kita akan semakin berkembang menjadi desa yang penuh inovasi, inspirasi, dan motivasi ke depannya.”
Sugiono juga menyoroti hasil positif dari Musrenbang sebelumnya, termasuk pembangunan lima unit rumah oleh Dinas Perkim, bantuan satu set alat usaha pangkas rambut di Dusun 3 dari Dinas Koperasi, serta 5.000 ekor bibit ikan lele untuk kelompok Karya Maju dan Kenanga. “Kebetulan ada anggota dewan dari desa perdamaian, Bapak Martono Skom dari Fraksi Partai Demokrat yang selalu berkoordinasi terkait pembangunan desa perdamaian, khususnya di Kecamatan Binjai. Terima kasih atas semuanya,” imbuhnya.
Panji Setiawan, S.S.T.P., Kepala Bidang Pembinaan Masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Langkat, menegaskan pentingnya ketercapaian visi misi kepala desa. “Visi misi pemerintah desa seharusnya menjadi pencerminan misi kabupaten. Kegiatan Musyawarah Dusun (Musdus) harus didampingi berdasarkan visi misi dan kebutuhan mendesak. Pembinaan harus dilakukan hingga tuntas, bukan sekadar pelatihan seremonial yang hanya membuang anggaran.”
Panji juga menekankan fokus pada peningkatan perekonomian masyarakat. Ia memberikan contoh seperti pelatihan budidaya lele, pangkas rambut, rumah jamur, tata boga, menjahit, pembuatan air nira, dan karangan bunga. “Pertanyaannya, bagaimana pemasarannya? Kita berbisnis dengan masyarakat. Program seperti PNPM di era SBY, Dana Desa di era Jokowi, dan ke depannya Koperasi Merah Putih di era Prabowo, harus berorientasi pada keberlanjutan ekonomi masyarakat,” jelas Panji.
Perkembangan Koperasi Merah Putih dan Pendampingan Desa
Roni, Koordinator Pendamping Desa Kabupaten Langkat, menjelaskan bahwa hingga saat ini tidak ada rekrutmen pendamping desa baru, dan jika ada, kementerian desa langsung yang akan membuka. Ia juga menyinggung tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) yang memuat usulan kegiatan dan program kerja kepala desa terpilih. “Jika ada penambahan masa jabatan, RPJMDes harus dikaji ulang,” ujarnya.
Terkait Koperasi Merah Putih, Roni menginformasikan bahwa dokumen penambahan untuk tahap kedua sedang disiapkan. Koperasi ini sudah terbentuk di desa dan kelurahan se-Kabupaten Langkat, dengan pendanaan bukan dari dana desa melainkan dari Himpunan Bank Negara (Himbara) dalam bentuk pinjaman dengan bunga sekitar 6%.
“Koperasi ini adalah milik anggota, bukan milik pemerintah desa seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Tujuannya agar masyarakat bisa menikmati kebutuhan pokok bersubsidi. Silakan bekerja, cari anggota sebanyak-banyaknya, jangan hanya menunggu dana turun,” kata Roni, seraya memberi contoh keberhasilan Musrenbang di Sei Bingai, Mandailing Natal dan Kota Binjai yang memiliki anggota koperasi hingga 500 orang. “Jika ini macet, siapa yang bertanggung jawab? Pemerintah desa berdasarkan Menteri Sri Mulyani. Himbara sistemnya bisnis. Mereka kasih satu miliar, bayar per bulan,” tegasnya.
Para Hadirin
Acara penting ini dihadiri oleh berbagai tokoh dan pejabat, antara lain Kabid PMD Panji Setiawan S.S.T.P, Staf Ahli PMD, Sekretaris Kecamatan Binjai Tampil Sembiring ST, Kasi PMP, Kasi Pem, Kepala Desa Perdamaian Sugiono, Kepala Desa Sendang Rejo Nedy, Kepala Desa Sidomulyo Marjono, Kepala Desa Sambirejo Jefri Wahyudi, Babinsa Bhabinkamtibmas Aiptu Bambang H, BPD, LPMD, Tokoh Masyarakat, Karang Taruna, Pemuda Pancasila, FKPPI Sub Rayon Perdamaian, Pendamping Desa, Ketua TP PKK Desa Perdamaian, BKPRMI, dan 10 Kepala Dusun, serta tamu undangan lainnya.
Pewarta: Lutfi

















































